SOAL CACINGAN DAN OBAT CACING

On this post I will share about worm and cats’ dewormer. I’ve shared it before on Instagram with this picture below but I will share it more clearly since many people asked me about this. But I am sorry for all the people who can’t read Indonesian language because I will write in Indonesia. But if you can’t understand Bahasa and want to share or know about worms and dewormer for cats, you can send an email or simply write a comment on this post. 🙂 Cheers!

Screenshot_2017-03-22-00-31-53-01

Baru-baru ini di Instagram @jbscat saya baru bahas soal cacingan pada kucing dan obatnya. Tapi karena keterbatasan tulisan di satu post Instagram, jadi ya bahasnya seadanya saja tidak bisa super detil. Karena banyak yang bertanya, jadi saya bakal coba bahas lebih lanjut di sini, ya.

 

Sebelumnya pertama-tama saya ingatkan bahwa tulisan ini dibuat murni untuk edukasi dan sama-sama belajar. Saya belajar dari dokter hewan dan dan dari pengalaman mengurus kucing-kucing. Kalau ada yang mau ikut sharing juga, silahkan tulis di kolom komentar, ya dengan senang hati kita sama-sama saling belajar tentunya.

 

Sebelum lanjut membaca ada baiknya baca dulu nih soal jenis-janis cacing yang menyerang kucing, cara mengetahui soal kucing terserang cacingan apa tidak, dan bagaimana penanganannya  langkah demi langkah di sini: http://id.wikihow.com/Mengobati-Cacingan-Kucing-Anda .  Setelah selesai baca, lanjut lagi ke sini, yaa..

 

Di link yang saya share sebelumnya sudah dibahas lebih dalam dan akurat soal cacing dan parasit pada kucing. Jadi, cacingan itu tidak akan merenggut nyawa kucing jika tepat dan cepat ditangani. Baca dari wikihow sebelumnya mungkin kalian was-was, ya. “Waduh, gimana nih kalau kucingku cacingan..”, “Ah, takut ketularan cacingan..buang aja kucingnya.”, “Ah, ribet ya kucing pake cacingan segala..usir ah kucing-kucing.”, “Duh, harus ke dokter katanya..takut mahal… bodo amat ah..” Mungkin ada beberapa dari kalian memberikan respon negatif seperti itu ketika baca wikihow. Memang langkah-langkah yang disebutkan di sana merupakan langkah yang tepat dan terbaik. Tapi saya mengerti bahwa pergi ke dokter hewan tidak semudah itu..apalagi di kota saya tinggal pun belum banyak dan dokter-dokternya tidak bisa ditelepon..sekali ngantri 2 jam belum dengan perjalanan. Kalau 4 jam dihabiskan untuk mengobati kucing cacingan memang rasanya agak gimana gitu, yaa… Makanya saya buat tulisan ini. Tapi ingat ya..artikel dari wikihow di atas merupakan dasar penanganan cacing pada kucing yang terbaik. Kalau kalian bisa memberikan “pelayanan” untuk kucing kalian seperti yang ditulis di wikihow tersebut, saya menyarankan ikuti saja dan lakukan..pasti kucing kalian akan lebih tepat ditangani oleh tenaga profesional, yaitu dokter hewan.

 

JANGAN LUPA MINUM OBAT CACING JUGA!

Ingat ya jangan hanya kucingnya saja yang dikasih obat cacing. Kita juga harus. Ditulis tadi di wikihow kan bagaimana cacing-cacing ini bisa menular ke manusia. Berbahaya? Ya berbahaya kalau didiamkan. Tapi gak akan bahaya kalau kita rutin minum obat cacing. Kapan manusia minum obat cacing? Secara rutin baiknya 6 bulan sekali..kalau lupa ya setahun sekali. Kalau perut mulai buncit, lapar terus, tapi badan kurus, kulit kusam, rambut kusam, dan bagian anus mulai gatal-gatal..jangan mengira akibat jarang mandi saja. Mungkin mungkin kena cacingan. Obat cacing orang gak mahal dan di mana-mana ada. Beli, minum sesuai dosis, tandain di agenda atau jurnal atau kalender, lanjut minum lagi 6 bulan kemudian. Saya jamin, mau abis ketemu kucing cacingan parah juga gak akan kenapa-kenapa kalian.

 

JANGAN SATUKAN KUCING YANG BARU DATANG DENGAN KUCING-KUCING LAIN SEBELUM DIBERI OBAT KUTU DAN OBAT CACING!

Jika kalian sering menolong atau me-rescue kucing dari jalanan, alangkah lebih indah jika kucing yang baru dibantu itu dibawa dahulu ke dokter hewan untuk dipisahkan dari kucing-kucing yang ada di rumah atau “shelter”. Walau kucingnya terlihat sehat, ya.. Kalau kalau, nih ke dokter hewan mahal dan lagi gak ada dana dan sudah malam juga jadi tidak ada klinik hewan yang buka, boleh dibawa langsung tapi diisolasi dahulu. Artinya dikandangkan dan dipisah ruang dari kucing-kucing lainnya selama minimal 3 hari. Hari pertama di cek pub dan pipisnya dan nafsu makan. Hari kedua boleh diberikan obat kutu dan obat cacing. Hari ketiga di cek lagi. Kalau sudah aman, boleh bergabung dengan yang lain. Kucingnya sudah sehat, tidak cacingan dan tidak berkutu juga sehingga tidak akan menularkan ke yang lain. Jangan lupa selama 3 hari ruangan kucing tersebut harus bersih dan dibersihkan terus.

Tapi kalau ketemu kucing sehat dan sudah cukup dewasa di jalanan…saya pikir, sih ngapain dibawa pulang ya. Mungkin dia sudah nyaman di daerahnya. Lebih baik di-TNR saja dan diberi makan. Hehehe..

 

OBAT CACING HARUS RUTIN!

Obat cacing pada kucing tidak diberikan sekali terus dia jadi tidak akan cacingan seumur hidup. Obat cacing harus diberikan secara rutin. Saya sudah tulis soal berapa seringnya di post Instagram @jbscat tapi akan saya ulang ya:

 

Untuk kucing indoor (full di dalam rumah), berikan obat cacing 3-4 bulan sekali sesuai dosis.

Untuk kucing semi-indoor atau outdoor (kadang keluar rumah atau selalu di luar rumah), berikan obat cacing 1-2 bulan sekali.

 

Ini saya numpang ikut ngomel sebentar ya.. Saya kurang paham sama orang-orang yang punya kucing yang katanya kucingnya ditolong atau diadopsi sama dia dan disayang sama dia tapi kucingnya bisa meninggal karena cacingan. Apalagi kalau cacingannya karena cacing tambang atau cacing pita atau cacing gelang yang cupu. Kalau baru pertama nolongin dan kucingnya masih piyik, sih saya ngerti ya namanya juga baru pertama. Mungkin bingung. Saya juga pernah ada di masa seperti itu. Tapi saya di sini mau mengingatkan ya untuk yang baca supaya kita sama-sama saling menjaga dan mengingatkan. Jika ada orang yang mengaku pecinta kucing atau penyayang kucing atau sudah menolong ratusan kucing atau shelter atau rescuer atau siapapun lah yang punya banyak kucing tapi terjadi sering kasus kucing-kucingnya meninggal karena cacingan, jangan support atau bantu orang tersebut tapi tanya ke dia kenapa gak dikasih obat cacing dan laporkan ke orang-orang yang kalian rasa bisa diandalkan untuk mengatasi. Karena jika ada terjadi banyak kematian akibat cacing dan terlebih-lebih orangnya meminta donasi untuk mengobati cacingan (yang jika diobati hanya akan memakan biaya tidak lebih dari Rp 30.000,-), orang tersebut sangat dicurigai melakukan penipuan atau bahkan dia melakukan kekerasan terhadap hewan. Jangan diam saja. Ingatkan orangnya dan laporkan.

 

APA NIH OBAT CACING YANG BISA DIBERIKAN UNTUK KUCING SAYA?

Obatnya banyak dan tersebar di mana-mana. Tapi yang saya akan sebutkan di sini adalah yang direkomendasikan oleh dokter hewan langganan saya serta yang pernah saya pakai dan cocok. Saya sarankan jangan membeli obat cacing abal-abal atau yang merknya tidak diketahui jaminannya. Sebelum membeli ada baiknya konsultasi dulu dengan dokter hewan atau dengan orang-orang yang lebih paham soal penanganan cacing pada kucing karena banyak obat-obat palsu atau bohong yang beredar. Kalau tidak mau mengikuti obat-obat yang saya kasih atau cara saya, tidak masalah..setiap orang ada kebiasaan dan kesukaannya masing-masing dan setiap kucing pun berbeda sifatnya jadi apa pun yang bekerja dan cocok, lakukanlah tapi ingat baiknya dikonsultasikan dahulu dengan dokter hewan, ya..

 

  1. Combantrine sirup anak
10977172_3168d9c2-691f-4ac5-ad16-a36eadd36f53
Combantrine sirup

Seperti yang sudah pernah saya tulis di Instagram @jbscat sebelumnya, bahwa kucing bisa diberikan Combantrine sirup. Obatnya tidak sulit dicari. Hampir di berbagai supermarket atau apotek ada. Harganya kurang dari Rp 20.000,-. Dosisnya 1 ml per 2 kg berat badan kucing. Jadi jika kucingnya 2 kg, kasihnya 1 ml. Jika kucingnya 4 kg, 2 ml. Dan seterusnya dan sebagainya ya pokoknya hitung sendiri di handphone juga ada kalkulator. Kenapa saya bilang bisa? Karena obat ini direkomendasikan dokter hewan langganan saya. Dulu saya bulak balik ke dokter hewan untuk kasih obat cacing. Tapi karena ngantrinya panjang dan lama, akhirnya saya tanya apakah saya bisa membeli obat cacing sendiri dan kasih sendiri ke kucingnya? Katanya bisa. Dan ketika saya tanya kasih apa, dia jawab diberikan Combantrine sirup anak untuk tindakan preventif rutin tidak masalah kok. Semenjak hari itu saya bulak balik beli obat cacing ini di supermarket…mungkin mbak-mbak yang jaganya pikir saya gadis cacingan, ya.. Ohya tapi obat cacing Combantrine ini karena untuk manusia, ada satu jenis cacing yang bisa menyerang kucing tapi tidak bisa dia bunuh yaitu cacing pita. Soal cacing pita akan saya bahas di tentang obat cacing selanjutnya saja ya.

Nah, untuk minimal kapan usia kucing sudah harus diberikan obat cacing Combantrine ini saya juga belum tahu, nih mungkin kalau ada yang sudah tahu pasti dari dokter hewan, bisa tolong kasih tau ya di kolom komentar.

 

  1. Revolution
Revolution_group_420
Revolution for pets

Dari Combantrine sirup, saya akhirnya berpindah ke lain hati ke Revolution. Apa itu Revolution? Revolution adalah obat khusus kucing maupun anjing untuk membunuh berbagai jenis parasit maupun kutu-kutu agar kucing dan anjing tetap terjaga kesehatannya. Revolution mengandung Selamectin yang bisa membasmi serangga-serangga (kutu dan tungau) serta beberapa jenis cacing terutama yang bersifat nematoda (larva bisa hidup di peredaran darah). Di Instagram saya bilang Revolution ini obat tetes. Tapi bukan obat tetes macam obat tetes mata yang diteteskan ke mulut atau mata. Revolution ini berbentuk tube dan tidak hanya sekedar diteteskan. Cara pakai Revolution yang benar adalah:

-.       Menghitung dosis yang tepat

Dalam memberikan Revolution, dosisnya HARUS tepat. Tidak kurang tidak lebih. Karena kalau kurang, kutu-kutu dan parasit tidak akan tuntas habis semua. Tapi kalau lebih, bisa menyerang organ hati (liver) dari hewan karena Revolution bekerja masuk ke darah dan terlalu banyak dan sering akan memberatkan fungsi hati. Jadi jangan main-main, ya.. harus dihitung dengan benar. Kalau takut salah, bisa beli di klinik hewan dan minta dokter hewan menghitungkan dosisnya atau beli di pet store / pet shop dan minta pegawainya untuk menghitungkan dosisnya untuk kita. Tapi ingat, berat badan kucingnya harus ditimbang dulu ya.

-.       Masukan obat cairan Revolution sesuai dosis ke suntikan atau langsung dari tube

Jika kucing kalian atau anjing kalian hanya 1 atau 2 ekor, bisa membeli Revolution langsung satu tube yang sesuai dengan berat badannya. 1 tube Revolution kucing bisa digunakan untuk kucing usia minimal 8 minggu (2 bulan) dengan berat badan sekitar 2,3 kg sampai dengan 6,8 kg. Sedangkan Revolution untuk anjing disesuaikan dengan berat badan yang bervariasi. Jika beli satuan yang sesuai berat badan seperti ini, langsung dari tube-nya saja pengaplikasiannya.

revolution for cat
Revolution untuk kucing 2,3 – 6,8 kg (per tube)

Jika kucing yang dimiliki ada banyak, bisa mengikuti cara saya, yaitu dengan membeli Revolution untuk anjing yang berat badannya 18 kg sampai dengan 38,5 kg (40.1 – 85 lbs). Lho, itu kan buat anjing..memangnya bisa buat kucing? Bisa. Karena isinya sama saja hanya beda di dosisnya saja. Karena kalau saya beli Revolution khusus kucing dan pakaikan satu-satu, bisa miskin mendadak.. apalagi buat Jelly yang 8 kg, satu tube Revolution kucing sudah gak cukup..harus tambah lagi dikit dari tube lain.

revolution for dog
Revolution untuk anjing 40.1 – 85 lbs (per tube)

Makanya saya beli yang khusus anjing. Biasanya hitungannya dibulatkan jadi 1 tube berisi 2.0 ml untuk 20 kg. Maka jadinya hitungannya adalah 0.1 ml untuk 1 kg. Jadi untuk Jelly yang berat badannya 8 kg, hanya perlu memakai kurang dari setengah tube Revolution untuk anjing ini. Jauh lebih hemat dan untuk belasan kucing di area rumah yang saya berikan hanya perlu 3 tube (1 dus) Revolution untuk anjing 40.1 – 85 lbs saja. Nah, jika mau pakai seperti saya yang beli untuk anjing, maka cairan Revolution ini harus dipindahkan ke suntikan 1 ml yang garis ukuran mililiternya masih terpampang jelas, ya.. Jadi sedot dan ambil cairan dengan jarum, kemudian copot jarumnya dari suntikan untuk pengaplikasian.

-.       Teteskan langsung ke kulit (jangan bulu) di area badan yang tidak bisa dijilat oleh hewan

Jangan teteskan asal tetes, tapi harus kena langsung ke kulit. Kenapa? Karena itu tadi saya bilang..Revolution ini bekerja masuk hingga ke darah maka harus dikenakan langsung ke kulit supaya dia bisa langsung dapat akses jalan masuk ke badan hewan untuk bekerja. Nah, area tubuh mana nih yang gak bisa dijilat kucing? Jawabannya area tengkuk. Di manakah tengkuk itu? Tengkuk itu di area leher belakang. Area di mana kucing betina yang belum disteril suka banyak luka akibat gigitan jantan yang birahi. Area di mana anak-anak kucing digigit oleh induknya ketika digendong. Area di mana kita, manusia, menarik kulitnya untuk menggendong badan kucing supaya tidak sakit. Sudah tahu ya di mana ‘kan? Nah sekarang sudah tahu areanya, buka bulu-bulu di area situ hingga terlihat kulitnya kemudian dengan tube atau suntikan tanpa jarum tadi, tempelkan ujungnya langsung ke kulit dan teteskan setetes. Kemudian naik atau turun pokoknya arahnya vertikal ya tapi berdekatan dan masih di lokasi yang tidak terjangkau kucing jika ia mau menjilat, teteskan lagi ke kulit. Lanjut sampai seluruh dosis yang tepatnya tadi habis.

Selesai! Kedengarannya seperti lebih ribet pakai Revolution, tapi ketika mulai terbiasa saya sih lebih suka pakai Revolution ya. Soalnya Revolution tidak hanya preventif cacing, tapi untuk kutu dan tungau tadi. Dan itu termasuk menghindari kucing dari kutu telinga maupun scabies. Jadi lebih lengkap dan lebih mencakup banyak penyakit walau memang harga jauh lebih mahal disbanding Combantrine.

Kekurangan Revolution selain dosisnya harus tepat jangan berlebih karena berbahaya untuk organ hati adalah, sama seperti Combantrine, tidak mencakup pembasmian cacing pita yang bisa menyerang kucing. Kenapa? Karena seperti yang saya bilang tadi..Revolution menyerbu cacing yang bisa bertelur di darah. Setahu saya, cacing pita itu tinggalnya hanya di usus bawah. Sehingga bahkan cacing pita tidak akan keluar lewat oral atau muntahan.

 

Sebelum lanjut ke obat cacing terakhir andalan saya, lebih baik saya cerita dahulu bagaiaman cara mengetahui jika kucing kita terserang cacing pita, ya. Penggunaan Combantrine sirup dan Revolution memang tindakan preventif yang sudah baik dan cukup. Tapi terkadang kucing kita masih bisa terkena cacing pita. Untuk mengetahui jika kucing kita (masih) cacingan adalah: makan banyak tapi tidak gemuk malah cenderung kurus, atau bahkan malah tidak nafsu makan, selaput dalam mata (yang putih) sering terlihat atau terlambat balik, bulu kusam, muntah cacing (biasanya bukan cacing pita), BAB mengandung cacing. Jika kucing ada tanda-tanda seperti itu, langsung ditindak ya kasih obat cacing..kalau obat cacingnya (Combantrine atau Revolution) baru diberikan, lanjut cek lagi apakah ini cacing pita atau bukan. Nah, untuk lebih spesifik bagaimana mengetahui kucing terkena cacing pita adalah dengan melihat area anusnya. Cacing pita akan terlihat di sekitar area anus karena mereka hidup dan berkembang biak di usus bawah dekat anus. Jika di bulu-bulu area anus, kaki belakang dan bagian buntut terdapat titik-titik putih, biasanya itu cacing pita. Dan jika di area tersebut ditemukan putih-putih sebesar beras dan jika diambil bergerak-gerak, itu jelas-jelas cacing pita.

 

  1. Drontal

Jika sudah terkena cacing pita dan sudah yakin kucing terkena cacing jenis lain walau sudah diberikan Combantrine atau Revolution, pergilah lagi ke klinik hewan atau pet store untuk membeli obat cacing hewan yang namanya Drontal. Namun jika tidak yakin kucingnya cacingan atau tidak tapi menunjukkan tanda-tanda tidak sehat seperti yang disebutkan sebelumnya, jangan ragu bawa ke dokter hewan ya untuk diperiksa…ketika di dokter hewan jangan lupa cerita apakah baru diberikan Combantrine atau Revolution dan kapan diberikannya agar dokter hewan tidak salah mengobati. Karena pemberian obat cacing harus dalam rentang waktu paling cepat satu minggu. Obat cacing mengakibatkan dehidrasi pada hewan..jadi kalau baru diberikan Combantrine atau Revolution, kucing tidak boleh dimandikan dan diberikan obat cacing lain selama seminggu setelahnya.

 

Kembali ke Drontal, ya. Drontal ini jenis obat cacing untuk kucing maupun anjing dengan spektrum terlengkap. Semua cacing jahat di tubuh kucing dalam berbagai jenis bisa dihabistuntaskan oleh dia. Mirip seperti Revolution, ada yang khusus kucing maupun anjing yang dipisahkan tergantung dosis berdasarkan berat badan. Akan lebih baik jika memberikan Drontal secara rutin..tapi karena saya lebih memilih Revolution supaya kutu dan tungau juga dibasmi, maka saya membeli Drontal hanya untuk berjaga-jaga jika ada kucing yang terkena cacing pita. Tapi jika memilih mau kasih Drontal saja buat kucing-kucingnya dan jumlahnya ada banyak, bisa pakai trik saya di Revolution yaitu dengan membeli Drontal untuk anjing kemudian melakukan hitungan matematika untuk dapat dosis yang tepat sesuai berat badan tiap kucingnya.

 

Sebetulnya beberapa jenis cacing, dari artikel-artikel yang saya baca, bisa dihindari dengan memberikan VCO (Virgin Coconut Oil) kepada kucing. Boleh coba search di internet soal manfaat-manfaat VCO yang sangat panjang untuk kucing, kalian akan ketemu beberapa artikel menyebutkan bahwa VCO bisa digunakan untuk cacing. Menurut pengalaman saya, saya setuju. Selain mengadopsi belasan kucing dan merawat kucing-kucing liar yang suka datang ke rumah, kalian yang follow Instagram @jbscat pasti tahu bahwa saya dan pasangan saya selalu streetfeeding setiap malam keliling jalanan hingga kurang lebih kita ketemu 40 kucing setiap harinya. Ketika streetfeeding saya selalu membawa VCO dan menuangkan kurang lebih 1 sendok makan ke atas makan kering yang kita berikan untuk kucing-kucing di jalanan. Saya tidak bisa memberikan obat cacing pada kucing-kucing di jalanan ini. Pertama karena kita keliling di malam hari dan di jalanan sehingga akan sangat sulit untuk menimbang berat badan kucing, menghitung dosis, belum harus memegang kucing jalanan yang kebanyakan penakut atau galak. Maka saya dan pasangan hanya memberi obat cacing ke kucing-kucing di depan tempat tinggal dan kucing-kucing adopsi agar tidak terjadi penularan silang sekaligus karena sudah akrab dan dekat dengan rumah. Tapi karena kita selalu memberikan VCO, kucing-kucing jalanan yang sudah lebih dari 6 bulan selalu ditemui kita dan diberi makan oleh kita setiap malam tidak pernah menunjukkan tanda-tanda cacingan. Namun, itu juga disebabkan karena kucing jalanan memiliki daya tahan tubuh yang jauh lebih kuat dan bagus disbanding kucing-kucing rumahan. Jadi dengan bantuan VCO pun sepertinya sudah cukup…itu pun tetap ketika saya membawa salah satu dari kucing jalanan ke dokter hewan karena sakit atau steril, biasanya jika tidak lupa saya meminta mereka memberikan juga obat cacing. VCO memang membantu, tapi saya tidak menyarankan untuk 100% megandalkan VCO dalam pembasmian cacing pada kucing. Jadi jika kalian memelihara atau mem-foster atau membawa kucing ke rumah, pastikan walau sudah memberikan VCO, tetap berikan obat cacing secara rutin. Pada akhirnya lebih baik mencegah daripada mengobati atau malah terlambat.

 

Banyak berbagai jenis obat untuk mengatasi cacingan pada kucing yang beredar memang. Ini bukan pesan sponsor tapi ketiga obat yang saya sebutkan adalah yang direkomendasikan dokter hewan saya dan yang sudah saya pakai terus menerus untuk menajaga kesehatan kucing-kucing yang saya jaga sekaligus dengan pemberian VCO setiap hari. Saya tidak bilang obat-obat ini yang terbaik, saya hanya berbagi pengalaman dan ilmu yang saya pelajari. Dulu saya tidak tahu sampai tiba-tiba kucing saya harus cacingan parah di muntah-muntah baru saya cari tahu dan bulak balik dokter hewan. Supaya kalian semua tidak perlu repot mengalami yang saya alami, maka saya bagikan di sini.

 

xx

High paws!