Soal Scabies pada Kucing

Seperti yang sudah dijanjikan, saya akan membahas mengenai scabies pada kucing dan penanganannya. Scabies merupakan penyakit kulit yang tidak hanya terjadi di kucing saja. Scabies dialami oleh anjing, kelinci dan juga manusia (pada manusia biasanya disebut dengan istilah penyakit kulit kudis). Scabies pada kucing disebabkan oleh tungau jenis Sarcoptes scabiei var. felis. Tungau yang menyerang anjing berbeda walau penyakitnya disebutnya sama.

 

Pertanyaan yang umum keluar dulu biasanya adalah, apakah menular ke manusia? Jawaban saya ya dan tidak. Kalau kalian baca-baca di internet, kalian bisa tahu soal ini lebih detail. Kebanyakan dokter hewan dan artikel di internet akan menjawab ya, menular. Tapi berdasarkan pengalaman saya, cerita dari sesama animal welfare independent volunteer, serta dokter hewan langganan saya…jawabannya adalah tidak menular. Memang saya memberikan jawaban yang ambigu karena memang penularannya pun tidak pasti mutlak. Saya tidak mau orang-orang yang baca jadi jijik dan tidak mau bantu ketika kucingnya atau kucing liar yang ditemukan ternyata terkena scabies karena alasan tidak mau tertular. Tapi saya juga tidak mau orang-orang jadi gegabah dan lupa untuk menjaga kebersihan diri.

 

Kontak rutin dengan hewan, terutama jika jumlah hewannya tidak sedikit, membutuhkan ketekunan dalam menjaga kebersihan diri. Sering cuci tangan, menggunakan anti bakteri, mandi yang bersih, bersihkan rumah dan lingkungan secara rutin, menggunakan disinfektan alami yang aman untuk hewan namun tetap ampuh untuk menjaga kebersihan juga penting.

 

Saya sudah beberapa kali bertemu kucing scabies. Jelly, kucing yang saya adopsi, bahkan pernah terkena scabies dan dia tetap saya perbolehkan santai-santai di dalam rumah. Tidak ada kucing maupun manusia yang tertular. Dobby dan Cabby, yang dibuang orang di dekat rumah saya dengan keadaan scabies parah, saya pegang-pegang dan peluk setiap hari. Sampai hari ini saya maupun kucing-kucing lain maupun orang di rumah saya tidak ada yang tertular. Tapi apakah ada kasus orang tertular? Ada juga. Kemungkinan besar jika orang tertular adalah karena:

  1. Jenis kulit sensitif
  2. Alergi terhadap tungau
  3. Kurang jaga kebersihan

Biasanya kalau saya habis menemukan dan memegang kucing scabies, saya langsung mencuci tangan yang bersih dengan air mengalir kemudian dilanjutkan dengan menggunakan antiseptic. Jangan lupa untuk lebih sering mengganti dan mencuci baju karena bisa jadi tungau-tungau tersebut tidak sengaja hinggap di pakaian. Jadi jika kalian bertanya apakah aman memegang kucing yang terkena scabies? Aman selama kalian tidak alergi dan langsung cuci tangan yang bersih setelahnya. Daripada takut tertular, lebih baik bantu kucingnya karena kucingnya kesakitan, selanjutnya sisa bersih-bersih. Mudah ‘kan? J

 

Tungau yang menyerang kucing ini menyakitkan bagi kucing karena dia hidup dan berkembang biak dengan terus melubangi kulit kucing. Kucing akan merasakan panas dan gatal di permukaan kulit dan ketika digaruk akan semakin parah bahkan bisa hingga berdarah-darah. Saya tidak akan menampilkan foto-foto kucing scabies di sini karena ada beberapa orang yang pasti takut atau merasa jijik. Jika ingin tahu bisa langsung search di internet atau lihat-lihat di Instagram juga banyak. Yang saya akan bagikan di sini hanyalah informasi supaya kita sama-sama belajar.

 

Apa yang harus dilakukan ketika kita mengetahui kucing kita terkena scabies atau menemukan kucing yang terserang scabies?

 

  1. IDENTIFIKASI KUCING

Jangan panik dan takut sampai langsung foto dan upload Instagram minta tolong kemudian merasa nafsu makan kucing tersebut. Jika masih semangat makannya, tandanya kucing masih sehat hanya mengalami sakit kulit. Namun jika sudah tidak mau makan atau kehilangan nafsu makan, tandanya kucing mengalami sakit lain dan tandanya harus segera dibawa ke dokter hewan atau diamankan.

 

Jika kucing masih mau makan, coba pegang untuk mengetahui bagaimana kucing ini bersosialisasi dengan manusia. Hal ini dilakukan jika bertemu kucing liar yang terkena scabies, ya. Jika status kucing merupakan kucing feral (tidak bersosialisasi baik dengan manusia), lebih baik ditangkap dan segera bawa ke dokter hewan. Namun jika status kucing ini merupakan kucing yang ramah terhadap manusia, bisa coba dielus dan cek seberapa parah scabies yang diderita kucing: sudah menyerang seluruh badan apa hanya di satu area saja, ada bagian dengan luka terbuka atau tidak, scabies yang menebal sudah setebal apa, paling parah di bagian tubuh mana saja.

 

  1. LIHAT SITUASI PRIBADI DAN LOKASI KUCING

Setelah mengetahui tentang kucing, saatnya mulai memikirkan kondisi keadaan pribadi untuk memutuskan penanganan yang akan diambil dalam menyembuhkan atau menolong kucing tersebut. Ada dua penanganan yang bisa menyembuhkan scabies pada kucing: bawa ke dokter hewan dan sembuhkan sendiri. Dalam mengambil keputusan dalam menangani harus matang dan mantap karena membutuhkan dana, waktu, dan komitmen. Tidak terlalu banyak dan mahal memang. Tapi tetap akan diperlukan pengorbanan.

 

Jika lokasi kucing jauh dari rumah dan tidak memungkinkan untuk membawa kucing ke rumah untuk diamankan, lebih baik bawa kucing langsung ke dokter hewan untuk mendapatkan suntikan anti parasit. Namun suntikan ini harus diberikan dua kali dengan jeda waktu tidak lebih dari 14 hari. Jadi kalau sudah membawa kucing ini ke dokter hewan, 10 hari kemudian harus komitmen untuk kembali ke lokasi untuk menemukan dan menangkap kucing ini lagi untuk mendapat suntikan kedua. Jika kucingnya feral, saya sarankan diinapkan saja di dokter hewan atau diamankan di rumah selama jeda waktu suntikan pertama dan kedua tersebut supaya tidak hilang atau susah-susah tangkap lagi.

 

Biaya dua kali suntikan anti parasit untuk kucing umumnya tidak lewat Rp 200.000,-. Namun tiap dokter hewan memasang biaya yang berbeda jadi jika kalian menemukan dokter yang pasang harga lebih mahal, tolong jangan maki-maki mereka dengan manjadikan ucapan saya sebagai referensi. Lebih baik jika keberatan minta saja keringanan harga dikarenakan kucingnya merupakan kucing terlantar. Jika dokter hewan tidak mau dan kesulitan dana, coba pergi ke dokter hewan lain setelah melakukan riset mengenai dokter hewan yang harganya tidak selangit tapi jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat menemukan kucing.

 

Jika lokasi kucing dengan scabies itu di sekitar rumah atau kantor di mana bisa bertemu dengan kucing selama lebih dari 12 jam sehari atau jika memutuskan untuk mengamankan kucing di rumah saja, maka bisa memberikan penanganan sendiri. Tapi ingat, kunci penanganan sendiri adalah telaten, rajin, dan disiplin. Keteledoran mengakibatkan kucing tidak bisa sembuh dan menderita lebih lama lagi di tangan kita. Cabby dan Dobby saya tangani sendiri dan bisa sembuh.

 

  1. MULAI PERAWATAN DENGAN KOMITMEN DAN DISIPLIN

Setelah menimbang-nimbang dan mengambil keputusan, bertanggungjawablah dan berkomitmen dengan keputusan tersebut hingga kucingnya sembuh. Jika membawa ke dokter hewan, seperti yang sudah saya sebutkan, bersedialah membawa kucing dan membayar biayanya. Jika tidak ada uang sama sekali setidaknya bayarlah biaya suntikan pertama dan jika sampai harus membuka donasi, jangan lupa pertanggungjawaban kepada publik maupun donatur dengan memberi bukti foto atau video ketika kucing melakukan suntikan kedua maupun ketiga (jika dokter hewan menyarankan) dan berikan laporan rincian dana yang masuk dan keluar beserta bukti struk resmi. Jangan lupa menutup donasi juga ketika dana yang masuk sudah mencukupi.

 

Jika memilih perawatan sendiri tanpa dokter hewan, tandanya kucing diamankan atau dibawa oleh kita dan di sinilah proses kedisiplinan dan tanggung jawab dimulai. Saya akan memberitahu langkah-langkah apa yang saya lakukan kepada Dobby dan Cabby untuk menyembuhkan scabies mereka.

-. Membeli obat-obatan yang diperlukan

Untuk kesembuhan scabies Dobby dan Cabby, yang dipakai oleh saya adalah:

  1. Salep Scabimite

Bisa beli di Apotek

  1. VCO (Virgin Coconut Oil) atau EVOO (Extra Virgin Olive Oil)
  2. Salep Betty

Saya beli di dokter hewan tapi salep ini jika tidak ada juga tidak masalah.

-. 1-2 hari pertama perawatan, secara perlahan rontokan scabies dengan tangan. Kalau bisa lakukan di luar atau ruang terbuka supaya scabiesnya bisa langsung dibuang tanpa tersebar di dalam rumah. Setelah di-kelotokin, oles salep Scabimite ke area yang terkena scabies tersebut. Lakukan sehari 2 kali dan tidak perlu dirontokan semua. Cabby dan Dobby scabiesnya parah, jadi saya hanya bisa korek-korek sedikit karena mereka kesakitan. Dan ketika dikorek akan berdarah memang makanya lakukan perlahan. Jika dirasa kucing sudah terlalu kesakitan, berhenti dan langsung oles Scabimite. Tidak usah banyak, tipis saja asal merata. Merontokan scabies diperlukan supaya salep bisa langsung kena ke kulit.

-. Di antara 2 kali merontokan dan mengoles salep Scabimite di 1 sampai 2 hari pertama perawatan tersebut, jangan lupa diselingi dengan kembali merontokan dan setelahnya mengoles dengan VCO atau EVOO. Yang ini tidak sekedar oles tipis-tipis tapi kalau bisa dibanjur ya dibanjurlah. Ketika kulit mereka diolesi Scabimite, kulitnya akan jadi panas kering dan gatal. Wajar karena salep sedang membunuh tungau-tungau. Oleh sebab itu diselingi dengan VCO maupun EVOO membantu melembutkan dan mendinginkan kulit sembari menyembuhkan juga. Jadi dalam sehari, terjadi 4 kali pengobatan. Ketika mengobati Cabby dan Dobby, dua hari pertama di pagi hari saya merontokan dan mengoles Scabimite, siangnya merontokan dan mengoles VCO, menjelang malam kembali saya rontokan dan oles Scabimite, malam sebelum tidur saya korek dan kemudian oles VCO.

-. Setelah 1 sampai 2 hari di cek dahulu keadaan kulitnya lagi. Jika masih ada bagian yang berdarah parah dan gatal, lanjutkan oles Scabimite. Tapi biasanya setelah 2 hari sudah terlihat perubahan signifikan. Kalau sudah tidak banyak berdarah dan tidak terlalu gatal, stop oles Scabimite dan mari kita sambut hari-hari licin beroleskan VCO atau EVOO. Lanjut dengan rontokan dan banjur VCO atau EVOO sebanyak 4-5 kali sehari. Terus lakukan sampai sembuh. Oles di semua bagian yang ada scabies..bahkan saya sesekali oleskan di seluruh badan mereka. Jangan lupa campur VCO di makanannya juga supaya membantu kesehatan kulit dari dalam. Untuk EVOO saya tidak sarankan diberi makan juga karena Extra Virgin Olive Oil bagusnya diberi makan ke kucing kalau kucing sedang konstipasi. Kalau kucingnya lagi gak ada masalah di pubnya, takutnya diberi makan EVOO malah jadi diare.

-. Setelah 1 minggu melakukan hal tersebut, Cabby dan Dobby sembuh. Saya hanya perlu lanjutkan oles salep Betty sehari satu kali sampai hari ke-10 dari mulainya perawatan. Tapi jika tidak ada salep Betty, bisa lanjut saja terus treatment VCO atau EVOO-nya sampai sembuh.

 

Saya percaya setiap kucing proses kesembuhannya tidak sama. Tapi tulisan ini saya ceritakan dari pengalaman saya sendiri. Saya harap bisa membantu bagi orang-orang yang mau bertindak dan melakukan lebih untuk kucing-kucing. Jangan lupa ketika kucingnya sembuh scabies, berikan perawatan tetes kutu, biasanya saya pakai Revolution (seperti yang pernah saya sebut di posting-an tentang cacing pada kucing sebelumnya), tapi bisa juga pakai merk lain yang sama bisa mencakup kutu dan tungau dan parasit. Terutama bagi kucing yang akhirnya dibawa ke rumah atau diadopsi karena itu merupakan hal krusial untuk menjauhkan kucing dari berbagai penyakit.

 

xx

High paws!

MEONG & MEMENG

I was born and raised in Bandung city, Indonesia. I grew up seeing many cats walking around on the streets. When I was in primary school, me and my friends on the neighbourhood have 2 cats that we called Meong and Memeng. Meong has a white colour with ginger spots just like Jelly and Dobby (you know who is Jelly and Dobby if you already follow our Instagram: @jbscat). While Memeng is a grey tabby cat. We feed them every day and brought them to play with us and let them hanging out on our houses for years.

 

One day when we were playing hide and seek outside, we saw a car passing by and as we were hiding on the side of the street, we saw Memeng run to find a safe place to hide from the car but this car keep moving until Memeng got run over. We screamed in horror. Some of us screaming and running to chase the car while saying, ”Please, stop you just run over our cat!” But the car did not seem to bother. The others, including me, ran to Memeng and saw him breathing really heavily with all the poops coming out uncontrollably from his anus. I was crying because of sadness and anger. But we are just a little kids back then..what can we do? We all talked to our parents and none of our parents told us to bring Memeng to the vet. So one of our friend just took him home and let him have his moment.

 

You know what? A couple hours after the incident, my sister told me that she knew who are the people who was in the car. Turns out it’s one of the teacher at our Sunday school with his family. I grew hatred to him and his family ever since. And since I was a little kid, I have learned about how religion can’t make a person kind and beautiful. That teacher and his whole family only nice when it comes to the people that he wanted to impressed. Unfortunately, a bunch of kids playing hide and seek on the street and one grey tabby cat is not on his list.

 

Surprisingly, Memeng survived through all the pain. We were so happy although Memeng can’t gained more weight so he always looked skinny. Now I totally forgot how I lost him… But I’m still remember vividly about the incident. Sometimes brain is weird, right?

 

Now let’s talk about Meong. Meong actually the very first cat that I care about in my whole life as far as I can remember. He is also the first cat that really come into our life.. then after that comes Memeng. Meong always hanging out on my front yard. At that time, my house’s front yard actually almost look the same like the current one. No major change happened to my house since the moment I was born. LOL.

 

Meong is a sweet loving guy who likes cuddles and food. At that time, I did not understand about cat food so we only gave him leftover meat or bones from our lunch or dinner. Meong live with us for quite a long time until one day he went missing for days. I was a little kid so the best thing I can do was to ask my parent about Meong’s whereabout. After days we did not see him, my friends’ Mom in the neighbourhood told me that she just saw Meong on the frontyard of our other neighbour at the corner of the street (it is now the house in front of Biscuit’s house). Me, my sister and one of my friend walk with her to the house. Turns out there was really Meong..but he already dead. It was just his lifeless body, with blood coming out from his mouth. That house was already empty for years at that time so we can’t ask the people who live in that house about how Meong’s body ended up there.

 

But then the woman told us that she already asked the people who live around that house. She said most likely Meong got run over by a car. This woman then helped us to give Meong a proper burial on the alley behind that house. I always went pass that alley when I go streetfeeding these days with my partner and I still remember about Meong.

 

Anyways that the story about Meong and Memeng. The first 2 cats that I’ve ever loved. Actually I used to have hamsters, bunnies, chickens, marmots, turtles, etc.. I loved animal since I was a kid but thanks to internet now I know so many things so I can be a better animal lover.

 

Thank you for reading this story!

If you like please leave me a comment or a like.

And if I write in a wrong vocabulary or sentence or grammar please let me know! English is not my first language so as I write and post in English here, I also want to learn to be better.

 

XX

 

 

PS: “Meong” is the sound of a cat in Indonesia. “Meong…meong…meong….”