Soal Memandikan Kucing

On this post I will discuss about showering or bathing a cat. Is it necessary, is it harmful, and other stuff. I write it in Bahasa since I think this post will relate more to people here. Cheers and have a nice day!

 

Sebelum memulai pembahasan soal mandi memandikan kucing, saya rasa saya harus memberitahu bahwa saran dan sharing yang saya bagikan di sini bukan merupakan hasil ke-sotoy-an saya pribadi saja. Tapi ini hasil dari pengalaman, ilmu dari dokter hewan serta diskusi dengan berbagai pecinta kucing serta cat rescuer. Jadi, untuk yang tidak setuju ya saya tidak memaksa kok. Ini hanya sekedar berbagi. Kalau tidak mau diterima ya tidak usah.. Hihihi.

 

Kebanyakan follower Instagram @jbscat tahu Jelly pasti, ya.. Jelly itu waktu pertama ditemukan terdampar di depan rumah saya sedang sekarat itu pada 1 Februari 2013 (2013 ya kalau gak salah sih.. kalau gak 2013 ya 2012..hahaha lupa!). Pada saat itu usia dia masih kurang dari 1 bulan. Dari mencoba menolong, dia selamat dan melalui masa krisis, diberi makan di depan rumah, dan akhirnya berujung dia menjajah masuk rumah dan jadi anggota keluarga. Di usianya yang paling hanya baru 2 bulan, saya yang pada saat itu tidak tahu banyak soal merawat kucing akhirnya memutuskan memandikan Jelly karena Ibu saya bilang kalau Jelly mau di dalam rumah ya harus dimandikan supaya bersih. Saya googling dan katanya kalau mau memandikan kucing yang aman dan murah ya pakai shampoo bayi. Saya beli shampoo bayi, mandikan Jelly dengan air hangat cenderung panas di pagi hari, mengeringkan dia dengan menjemur dia di bawah terik matahari. Pada masa itu saya bisa memandikan Jelly 2 hari sekali. Dan semakin dia besar semakin panjang waktu jeda antara mandi yang saya lakukan. Seminggu sekali. Kemudian sebulan sekali.

 

Pada masa itu Jelly sering terlihat menggaruk garuk badannya. Saya bingung padahal sering mandi kok gatel ya dia. Ketahuan lah dia ternyata berkutu. Pergilah saya ke pet shop dan menanyakan bagaimana penanganan kucing berkutu. Kata masnya dimandikan dengan shampoo khusus kutu kemudian diberi bedak khusus mengusir kutu supaya gak balik kutu-kutunya. Belilah saya dua benda yang disarankan tersebut dengan kocek sendiri tentunya. Apa kutunya Jelly sembuh? Ternyata gak juga.. Mandi pertama, kedua, ketiga. Ya kutunya datang dan pergi saja gitu. Saya pikir ya normal kali karena Jelly keluar masuk rumah kan.

 

Sampai suatu hari Jelly botak. Muncul pitak di kepalanya dan makin bertambah pitaknya di paha, perut dan badan. Saya pikir akibat bergelut dengan jantan lain jadi ya saya biarkan. Masuk ke permandian berikutnya, setelah dimandikan ternyata besoknya di bagian pitak muncul putih-putih dan ketika saya pegang halus sekali. Jelly pada saat it uterus menggaruk badannya penuh semangat seperti gatal. Pergi lagi saya ke pet shop membeli shampoo kucing khusus jamur (sekali lagi, dengan uang jajan tabungan sendiri..pada masa itu saya masih kuliah soalnya). Saya mandikan Jelly. Jamurnya hilang, Jelly gatalnya berkurang, tiba-tiba muncul lagi beberapa hari kemudian. Dia semakin gatal dan mulai berdarah akibat garukan. Saya bawa Jelly ke pet shop untuk mandi jamur. Jujur, pada masa itu saya belum terbiasa bawa kucing ke dokter hewan karena saya pikir lebih mahal dan saya malas mengantri. Makanya saya lebih memilih ke pet shop. Di pet shop saya tinggal Jelly selama 2 jam untuk dimandi jamur yang biayanya mahal (3x lebih mahal dari mandi biasa di pet shop). Saya jemput Jelly dan saya tanya ke masnya apa Jelly pasti sembuh. Mas-mas pet shop-nya bilang kalau mau sembuh harus mandi jamur 3x kali lagi. OMG. Pada saat itu sih uang segitu rasanya sudah habis-habisan buat Jelly. Jadi saya diskusi sama partner saya, kata dia ya lihat perkembangan Jelly kalau sampe masih jamuran dibawa saja ke dokter hewan.

 

Dan ternyata jamur itu kembali lagi. Ya sudah dibawa lah ke dokter hewan. Nah, ini bagian pentingnya. Dokter hewannya tanya ini dimandiin ya kucingnya? Saya jawab iya sering saya mandiin. Kemudian dokter hewannya diam saja. Saya kan kepo ya takut salah juga dan pengen belajar juga jadi saya nanya,”Harusnya kalau mandiin kucing memang gimana ya, Dok? Ini jamurannya karena dimandiin kah?? Saya udah pakai shampoo kucing loh padahal.” Dokternya kemudian bilang begini:

 

“Kucing itu sebetulnya tidak perlu dimandikan juga sudah bersih. Air liur kucing itu mengandung antiseptik yang membunuh kuman-kuman dan lidahnya bergerigi seperti sisir. Jadi ya dengan dia grooming sendiri otomatis pasti sudah bersih sendiri. Memandikan kucing dengan air dan shampoo malah beresiko membawa penyakit kulit jika tidak dikeringkan sempurna. Bisa juga kucingnya malah jatuh sakit. Dan membuat bulu dan kulit kucing tidak sehat karena shampoo menghilangkan minyak yang dihasilkan pori-pori kucing untuk melindungi suhu dan kelembaban kulitnya.”

 

Jeng jeng jeng~

 

Sepulang dari dokter hewan, Jelly diberikan obat makan untuk membunuh jamur-jamur di badannya (reep dari dokter hewan) dan saya memandikan Jelly jadi 4 bulan sekali kalau dia kecebur got saja. Setelah saya steril Jelly dan Jelly semakin dewasa, dia sudah tidak pernah cedera maupun kecebur got. Masih suka dekil-dekil tapi saya pikir wajar karena bawaan dia yang preman dan liar jadi saya diamkan. Sudah lewat setahun hingga sekarang saya tidak pernah memandikan Jelly dengan air lagi. Hasilnya? Jelly tidak pernah jamuran lagi. Kutu juga bisa dibasmi tanpa mandi, pakai obat kutu saja yang pernah saya bahas di post sebelumnya di sini.

 

Soal mandi memandikan kucing ini pun pernah dibahasa sama Mbak Vivi @rumahsteril di Instagram dulu. Saya pun komen di sana dan mbak Vivi setuju bahwa tidak baik memandikan kucing dengan air, walau airnya hangat ya tetap saja. Saya sekarang sudah penganut anti mandi buat kucing (kecuali emergency, ya). Nana, Nami, Petay, dan PJ sedari lahir tidak pernah saya mandikan tapi sekarang mereka merupakan kucing adopsi di rumah saya yang paling bersih malahan. Jelly malah dekil kemungkinan karena dulu sering dimandiin jadi malahan malas baffing sendiri sekarang.

 

Ini saya akan coba rangkum dalam bentuk poin-poin ya supaya lebih jelas kenapa lebih baik tidak memandikan kucing, terutama jika kucingnya masih usia di bawah 6 bulan alias masih bayi atau kitten:

 

  1. Kucing (apalagi anak kucing) sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Memandikan mereka sama dengan mengubah-ubah suhu lingkungan dan badannya secara esktrim. Dari suhu ruang, ke hangat cenderung panas (air), ke dingin (basah-basah dijemur) dan kembali lagi ke panas berangin (di-blower atau dryer). Saya beruntung Jelly kuat badannya sehingga masih bisa survive sampai sekarang. Kebanyakan kasus kucing tidak kuat dan jatuh sakit. Makanya jangan heran kalau ada orang cerita habis memandikan kucingnya kemudian kucingnya meninggal. Kucing sehat saja bisa jatuh sakit mendadak karena dimandikan, apalagi kucing sakit.

 

Seringkali kita tidak tahu kucing sedang sakit apa tidak, jadi jangan ambil resiko dengan sebentar-sebentar memandikan. Kalau kucing, apalagi anak kucing, baru ditemukan atau sedang sakit..JANGAN DIMANDIKAN. Itu namanya nyiksa. Kalau gak tau pasti kucingnya sehat atau gak, jangan macem-macem, deh biarin aja dia dalam keadaannya seperti itu. Kalau mau pun dilap saja dengan lap yang dibasahkan dengan air panas. Di usap-usap badannya kemudian dikeringkan dengan lap kering hanya untuk membantu membersihkan kotoran yang paling luar dan untuk merangsang supaya dia mau grooming sendiri. Apalagi udah tahu sakit, kalau masih mandiin juga sih nyiksa namanya bukan mau nolong.

 

  1. Kucing sudah bersih, mandi dengan air hanya sugesti manusia saja. Kucing itu hewan yang bersih dan genit dan centil. Habis makan dia cuci muka cuci tangan. Sebelum tidur dia mandi sebadan-badan. Buat yang punya kucing pasti perhatiin juga kebiasaan kucing begini. Dan seperti tadi di awal dokter hewan saya bilang, liur kucing sudah ada antiseptiknya sendiri. Jadi dengan dia jilat-jilat, bakteri jahat dan kuman-kuman langsung K.O. sendiri.

 

Sekarang gimana kalau kutuan? Nah, kalau berkutu sih dari pengalaman saya dimandikan malah makin banyak karena kutu suka tempat lembab dan benci tempat kering. Jadi biasanya saya kasih saja obat kutu seperti Revoution atau Frontline (seperti yang sudah pernah dibahas sedikit di sini) kemudian biarkan kucingnya berjemur di bawah matahari sendiri. Beri obat kutunya harus sesuai dosis loh, ya. Kucing itu pintar. Gak perlu dianggap bego. Dia tahu dia berkutu makanya dia akan cari tempat kering dan panas supaya kutu-kutunya kabur. Nah, manusia yang kadang sok tahu ya malah mandi-mandiin kaya saya dulu.. Hehehee. Kalau untuk bayi kucing kan berbahaya ya kalau sampai berkutu..tapi kan dimandiin juga katanya gak boleh, jadi gimana? Kalau saya sih biasanya balur VCO ke badan bayi kucing, jemur di bawah matahari pagi. Malamnya pakaikan bedak anti kutu. Ulangi sampai kutu-kutunya hilang. Manjur, ampuh, murah, dan gak perlu beresiko kematian karena memandikan anak kucing dengan air.

 

Terus gimana kalau jamuran? Kalau kata mas pet shop sih mandi jamur 4x ya yang super mahal itu. Hahaha.. Tapi tahu gak mandi jamur itu diapain? Saya pernah nanya ke masnya yang mandiin. Mandi jamur itu, ada ember besar disediakan obat jamur. Kemudian kucing kita direndam puluhan menit di ember isi air dengan campuran obat tersebut. Baru dimandikan. Kemudian rendam lagi. Kasian ‘kan? Udah tahu kucing takut air dan gampang kedinginan. Pas saya tahu Jelly digituin padahal saya udah bayar mahal-mahal sih..saya ogah bawa kucing mandi jamur lagi, ya. Kasian. Jadi kalau jamuran sih biasanya saya bawa ke dokter hewan..di sana biasanya dikasih resep makan. Kalau sama dokter hewan saya sih, ya. Ada dokter hewan yang malah menyarankan mandi jamur. Ya keputusan saya kembalikan ke pemilik hewan. Kalau saya sih dikasih VCO saja jamurnya dan kucingnya, kalau belum sembuh baru ke dokter hewan buat minta resep obat makan.

 

Tapi ya soal jamur itu kenapa kucing jamuran karena kulitnya lembab atau tidak kering sempurna. Jadi misal habis dimandikan tapi tidak dikeringkan dengan sempurna (makanya tidak bisa hanya dijemur tapi harus pakai blower bagusnya ketika pengeringan) atau kucing kejebur/kehujanan tapi karena satu dan lain hal tidak bisa megeringkan badannya (misal karena cuaca terlalu dingin atau kucingnya sakit). Nah, sudah tahu jamur disebabkan karena dua hal tersebut, masa menyembuhkannya dengan kasih air lagi ke badannya.

 

  1. Memandikan kucing malah beresiko membawa berbagai penyakit kulit pada kucing. Karena seperti yang saya bilang. Memandikan dengan air dan shampoo menghilangkan minyak alami yang dihasilkan tubuh kucing dan mengambil kelembaban kulit serta kilau bulu mereka yang didapat dari minyak tersebut. Sering memandikan ya bulu dan kulit mereka malah cenderung jadi lebih bermasalah dan jelek.

 

Jadi, solusi kesehatan dan kebersihan kucing bukan dengan memandikan. Tapi ya dengan menjaga mereka tetap sehat. Kucing yang sehat otomatis pasti bersih. Sering memandikan dengan air malah bikin mereka malas grooming sendiri seperti yang saya alami dengan Jelly. Semoga ini bermanfaat dan tentunya membuat lebih praktis ya jadi gak perlu heboh-heboh di kamar mandi coba mandiin. Hehehe..

Soal Scabies pada Kucing

Seperti yang sudah dijanjikan, saya akan membahas mengenai scabies pada kucing dan penanganannya. Scabies merupakan penyakit kulit yang tidak hanya terjadi di kucing saja. Scabies dialami oleh anjing, kelinci dan juga manusia (pada manusia biasanya disebut dengan istilah penyakit kulit kudis). Scabies pada kucing disebabkan oleh tungau jenis Sarcoptes scabiei var. felis. Tungau yang menyerang anjing berbeda walau penyakitnya disebutnya sama.

 

Pertanyaan yang umum keluar dulu biasanya adalah, apakah menular ke manusia? Jawaban saya ya dan tidak. Kalau kalian baca-baca di internet, kalian bisa tahu soal ini lebih detail. Kebanyakan dokter hewan dan artikel di internet akan menjawab ya, menular. Tapi berdasarkan pengalaman saya, cerita dari sesama animal welfare independent volunteer, serta dokter hewan langganan saya…jawabannya adalah tidak menular. Memang saya memberikan jawaban yang ambigu karena memang penularannya pun tidak pasti mutlak. Saya tidak mau orang-orang yang baca jadi jijik dan tidak mau bantu ketika kucingnya atau kucing liar yang ditemukan ternyata terkena scabies karena alasan tidak mau tertular. Tapi saya juga tidak mau orang-orang jadi gegabah dan lupa untuk menjaga kebersihan diri.

 

Kontak rutin dengan hewan, terutama jika jumlah hewannya tidak sedikit, membutuhkan ketekunan dalam menjaga kebersihan diri. Sering cuci tangan, menggunakan anti bakteri, mandi yang bersih, bersihkan rumah dan lingkungan secara rutin, menggunakan disinfektan alami yang aman untuk hewan namun tetap ampuh untuk menjaga kebersihan juga penting.

 

Saya sudah beberapa kali bertemu kucing scabies. Jelly, kucing yang saya adopsi, bahkan pernah terkena scabies dan dia tetap saya perbolehkan santai-santai di dalam rumah. Tidak ada kucing maupun manusia yang tertular. Dobby dan Cabby, yang dibuang orang di dekat rumah saya dengan keadaan scabies parah, saya pegang-pegang dan peluk setiap hari. Sampai hari ini saya maupun kucing-kucing lain maupun orang di rumah saya tidak ada yang tertular. Tapi apakah ada kasus orang tertular? Ada juga. Kemungkinan besar jika orang tertular adalah karena:

  1. Jenis kulit sensitif
  2. Alergi terhadap tungau
  3. Kurang jaga kebersihan

Biasanya kalau saya habis menemukan dan memegang kucing scabies, saya langsung mencuci tangan yang bersih dengan air mengalir kemudian dilanjutkan dengan menggunakan antiseptic. Jangan lupa untuk lebih sering mengganti dan mencuci baju karena bisa jadi tungau-tungau tersebut tidak sengaja hinggap di pakaian. Jadi jika kalian bertanya apakah aman memegang kucing yang terkena scabies? Aman selama kalian tidak alergi dan langsung cuci tangan yang bersih setelahnya. Daripada takut tertular, lebih baik bantu kucingnya karena kucingnya kesakitan, selanjutnya sisa bersih-bersih. Mudah ‘kan? J

 

Tungau yang menyerang kucing ini menyakitkan bagi kucing karena dia hidup dan berkembang biak dengan terus melubangi kulit kucing. Kucing akan merasakan panas dan gatal di permukaan kulit dan ketika digaruk akan semakin parah bahkan bisa hingga berdarah-darah. Saya tidak akan menampilkan foto-foto kucing scabies di sini karena ada beberapa orang yang pasti takut atau merasa jijik. Jika ingin tahu bisa langsung search di internet atau lihat-lihat di Instagram juga banyak. Yang saya akan bagikan di sini hanyalah informasi supaya kita sama-sama belajar.

 

Apa yang harus dilakukan ketika kita mengetahui kucing kita terkena scabies atau menemukan kucing yang terserang scabies?

 

  1. IDENTIFIKASI KUCING

Jangan panik dan takut sampai langsung foto dan upload Instagram minta tolong kemudian merasa nafsu makan kucing tersebut. Jika masih semangat makannya, tandanya kucing masih sehat hanya mengalami sakit kulit. Namun jika sudah tidak mau makan atau kehilangan nafsu makan, tandanya kucing mengalami sakit lain dan tandanya harus segera dibawa ke dokter hewan atau diamankan.

 

Jika kucing masih mau makan, coba pegang untuk mengetahui bagaimana kucing ini bersosialisasi dengan manusia. Hal ini dilakukan jika bertemu kucing liar yang terkena scabies, ya. Jika status kucing merupakan kucing feral (tidak bersosialisasi baik dengan manusia), lebih baik ditangkap dan segera bawa ke dokter hewan. Namun jika status kucing ini merupakan kucing yang ramah terhadap manusia, bisa coba dielus dan cek seberapa parah scabies yang diderita kucing: sudah menyerang seluruh badan apa hanya di satu area saja, ada bagian dengan luka terbuka atau tidak, scabies yang menebal sudah setebal apa, paling parah di bagian tubuh mana saja.

 

  1. LIHAT SITUASI PRIBADI DAN LOKASI KUCING

Setelah mengetahui tentang kucing, saatnya mulai memikirkan kondisi keadaan pribadi untuk memutuskan penanganan yang akan diambil dalam menyembuhkan atau menolong kucing tersebut. Ada dua penanganan yang bisa menyembuhkan scabies pada kucing: bawa ke dokter hewan dan sembuhkan sendiri. Dalam mengambil keputusan dalam menangani harus matang dan mantap karena membutuhkan dana, waktu, dan komitmen. Tidak terlalu banyak dan mahal memang. Tapi tetap akan diperlukan pengorbanan.

 

Jika lokasi kucing jauh dari rumah dan tidak memungkinkan untuk membawa kucing ke rumah untuk diamankan, lebih baik bawa kucing langsung ke dokter hewan untuk mendapatkan suntikan anti parasit. Namun suntikan ini harus diberikan dua kali dengan jeda waktu tidak lebih dari 14 hari. Jadi kalau sudah membawa kucing ini ke dokter hewan, 10 hari kemudian harus komitmen untuk kembali ke lokasi untuk menemukan dan menangkap kucing ini lagi untuk mendapat suntikan kedua. Jika kucingnya feral, saya sarankan diinapkan saja di dokter hewan atau diamankan di rumah selama jeda waktu suntikan pertama dan kedua tersebut supaya tidak hilang atau susah-susah tangkap lagi.

 

Biaya dua kali suntikan anti parasit untuk kucing umumnya tidak lewat Rp 200.000,-. Namun tiap dokter hewan memasang biaya yang berbeda jadi jika kalian menemukan dokter yang pasang harga lebih mahal, tolong jangan maki-maki mereka dengan manjadikan ucapan saya sebagai referensi. Lebih baik jika keberatan minta saja keringanan harga dikarenakan kucingnya merupakan kucing terlantar. Jika dokter hewan tidak mau dan kesulitan dana, coba pergi ke dokter hewan lain setelah melakukan riset mengenai dokter hewan yang harganya tidak selangit tapi jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat menemukan kucing.

 

Jika lokasi kucing dengan scabies itu di sekitar rumah atau kantor di mana bisa bertemu dengan kucing selama lebih dari 12 jam sehari atau jika memutuskan untuk mengamankan kucing di rumah saja, maka bisa memberikan penanganan sendiri. Tapi ingat, kunci penanganan sendiri adalah telaten, rajin, dan disiplin. Keteledoran mengakibatkan kucing tidak bisa sembuh dan menderita lebih lama lagi di tangan kita. Cabby dan Dobby saya tangani sendiri dan bisa sembuh.

 

  1. MULAI PERAWATAN DENGAN KOMITMEN DAN DISIPLIN

Setelah menimbang-nimbang dan mengambil keputusan, bertanggungjawablah dan berkomitmen dengan keputusan tersebut hingga kucingnya sembuh. Jika membawa ke dokter hewan, seperti yang sudah saya sebutkan, bersedialah membawa kucing dan membayar biayanya. Jika tidak ada uang sama sekali setidaknya bayarlah biaya suntikan pertama dan jika sampai harus membuka donasi, jangan lupa pertanggungjawaban kepada publik maupun donatur dengan memberi bukti foto atau video ketika kucing melakukan suntikan kedua maupun ketiga (jika dokter hewan menyarankan) dan berikan laporan rincian dana yang masuk dan keluar beserta bukti struk resmi. Jangan lupa menutup donasi juga ketika dana yang masuk sudah mencukupi.

 

Jika memilih perawatan sendiri tanpa dokter hewan, tandanya kucing diamankan atau dibawa oleh kita dan di sinilah proses kedisiplinan dan tanggung jawab dimulai. Saya akan memberitahu langkah-langkah apa yang saya lakukan kepada Dobby dan Cabby untuk menyembuhkan scabies mereka.

-. Membeli obat-obatan yang diperlukan

Untuk kesembuhan scabies Dobby dan Cabby, yang dipakai oleh saya adalah:

  1. Salep Scabimite

Bisa beli di Apotek

  1. VCO (Virgin Coconut Oil) atau EVOO (Extra Virgin Olive Oil)
  2. Salep Betty

Saya beli di dokter hewan tapi salep ini jika tidak ada juga tidak masalah.

-. 1-2 hari pertama perawatan, secara perlahan rontokan scabies dengan tangan. Kalau bisa lakukan di luar atau ruang terbuka supaya scabiesnya bisa langsung dibuang tanpa tersebar di dalam rumah. Setelah di-kelotokin, oles salep Scabimite ke area yang terkena scabies tersebut. Lakukan sehari 2 kali dan tidak perlu dirontokan semua. Cabby dan Dobby scabiesnya parah, jadi saya hanya bisa korek-korek sedikit karena mereka kesakitan. Dan ketika dikorek akan berdarah memang makanya lakukan perlahan. Jika dirasa kucing sudah terlalu kesakitan, berhenti dan langsung oles Scabimite. Tidak usah banyak, tipis saja asal merata. Merontokan scabies diperlukan supaya salep bisa langsung kena ke kulit.

-. Di antara 2 kali merontokan dan mengoles salep Scabimite di 1 sampai 2 hari pertama perawatan tersebut, jangan lupa diselingi dengan kembali merontokan dan setelahnya mengoles dengan VCO atau EVOO. Yang ini tidak sekedar oles tipis-tipis tapi kalau bisa dibanjur ya dibanjurlah. Ketika kulit mereka diolesi Scabimite, kulitnya akan jadi panas kering dan gatal. Wajar karena salep sedang membunuh tungau-tungau. Oleh sebab itu diselingi dengan VCO maupun EVOO membantu melembutkan dan mendinginkan kulit sembari menyembuhkan juga. Jadi dalam sehari, terjadi 4 kali pengobatan. Ketika mengobati Cabby dan Dobby, dua hari pertama di pagi hari saya merontokan dan mengoles Scabimite, siangnya merontokan dan mengoles VCO, menjelang malam kembali saya rontokan dan oles Scabimite, malam sebelum tidur saya korek dan kemudian oles VCO.

-. Setelah 1 sampai 2 hari di cek dahulu keadaan kulitnya lagi. Jika masih ada bagian yang berdarah parah dan gatal, lanjutkan oles Scabimite. Tapi biasanya setelah 2 hari sudah terlihat perubahan signifikan. Kalau sudah tidak banyak berdarah dan tidak terlalu gatal, stop oles Scabimite dan mari kita sambut hari-hari licin beroleskan VCO atau EVOO. Lanjut dengan rontokan dan banjur VCO atau EVOO sebanyak 4-5 kali sehari. Terus lakukan sampai sembuh. Oles di semua bagian yang ada scabies..bahkan saya sesekali oleskan di seluruh badan mereka. Jangan lupa campur VCO di makanannya juga supaya membantu kesehatan kulit dari dalam. Untuk EVOO saya tidak sarankan diberi makan juga karena Extra Virgin Olive Oil bagusnya diberi makan ke kucing kalau kucing sedang konstipasi. Kalau kucingnya lagi gak ada masalah di pubnya, takutnya diberi makan EVOO malah jadi diare.

-. Setelah 1 minggu melakukan hal tersebut, Cabby dan Dobby sembuh. Saya hanya perlu lanjutkan oles salep Betty sehari satu kali sampai hari ke-10 dari mulainya perawatan. Tapi jika tidak ada salep Betty, bisa lanjut saja terus treatment VCO atau EVOO-nya sampai sembuh.

 

Saya percaya setiap kucing proses kesembuhannya tidak sama. Tapi tulisan ini saya ceritakan dari pengalaman saya sendiri. Saya harap bisa membantu bagi orang-orang yang mau bertindak dan melakukan lebih untuk kucing-kucing. Jangan lupa ketika kucingnya sembuh scabies, berikan perawatan tetes kutu, biasanya saya pakai Revolution (seperti yang pernah saya sebut di posting-an tentang cacing pada kucing sebelumnya), tapi bisa juga pakai merk lain yang sama bisa mencakup kutu dan tungau dan parasit. Terutama bagi kucing yang akhirnya dibawa ke rumah atau diadopsi karena itu merupakan hal krusial untuk menjauhkan kucing dari berbagai penyakit.

 

xx

High paws!

SOAL CACINGAN DAN OBAT CACING

On this post I will share about worm and cats’ dewormer. I’ve shared it before on Instagram with this picture below but I will share it more clearly since many people asked me about this. But I am sorry for all the people who can’t read Indonesian language because I will write in Indonesia. But if you can’t understand Bahasa and want to share or know about worms and dewormer for cats, you can send an email or simply write a comment on this post. 🙂 Cheers!

Screenshot_2017-03-22-00-31-53-01

Baru-baru ini di Instagram @jbscat saya baru bahas soal cacingan pada kucing dan obatnya. Tapi karena keterbatasan tulisan di satu post Instagram, jadi ya bahasnya seadanya saja tidak bisa super detil. Karena banyak yang bertanya, jadi saya bakal coba bahas lebih lanjut di sini, ya.

 

Sebelumnya pertama-tama saya ingatkan bahwa tulisan ini dibuat murni untuk edukasi dan sama-sama belajar. Saya belajar dari dokter hewan dan dan dari pengalaman mengurus kucing-kucing. Kalau ada yang mau ikut sharing juga, silahkan tulis di kolom komentar, ya dengan senang hati kita sama-sama saling belajar tentunya.

 

Sebelum lanjut membaca ada baiknya baca dulu nih soal jenis-janis cacing yang menyerang kucing, cara mengetahui soal kucing terserang cacingan apa tidak, dan bagaimana penanganannya  langkah demi langkah di sini: http://id.wikihow.com/Mengobati-Cacingan-Kucing-Anda .  Setelah selesai baca, lanjut lagi ke sini, yaa..

 

Di link yang saya share sebelumnya sudah dibahas lebih dalam dan akurat soal cacing dan parasit pada kucing. Jadi, cacingan itu tidak akan merenggut nyawa kucing jika tepat dan cepat ditangani. Baca dari wikihow sebelumnya mungkin kalian was-was, ya. “Waduh, gimana nih kalau kucingku cacingan..”, “Ah, takut ketularan cacingan..buang aja kucingnya.”, “Ah, ribet ya kucing pake cacingan segala..usir ah kucing-kucing.”, “Duh, harus ke dokter katanya..takut mahal… bodo amat ah..” Mungkin ada beberapa dari kalian memberikan respon negatif seperti itu ketika baca wikihow. Memang langkah-langkah yang disebutkan di sana merupakan langkah yang tepat dan terbaik. Tapi saya mengerti bahwa pergi ke dokter hewan tidak semudah itu..apalagi di kota saya tinggal pun belum banyak dan dokter-dokternya tidak bisa ditelepon..sekali ngantri 2 jam belum dengan perjalanan. Kalau 4 jam dihabiskan untuk mengobati kucing cacingan memang rasanya agak gimana gitu, yaa… Makanya saya buat tulisan ini. Tapi ingat ya..artikel dari wikihow di atas merupakan dasar penanganan cacing pada kucing yang terbaik. Kalau kalian bisa memberikan “pelayanan” untuk kucing kalian seperti yang ditulis di wikihow tersebut, saya menyarankan ikuti saja dan lakukan..pasti kucing kalian akan lebih tepat ditangani oleh tenaga profesional, yaitu dokter hewan.

 

JANGAN LUPA MINUM OBAT CACING JUGA!

Ingat ya jangan hanya kucingnya saja yang dikasih obat cacing. Kita juga harus. Ditulis tadi di wikihow kan bagaimana cacing-cacing ini bisa menular ke manusia. Berbahaya? Ya berbahaya kalau didiamkan. Tapi gak akan bahaya kalau kita rutin minum obat cacing. Kapan manusia minum obat cacing? Secara rutin baiknya 6 bulan sekali..kalau lupa ya setahun sekali. Kalau perut mulai buncit, lapar terus, tapi badan kurus, kulit kusam, rambut kusam, dan bagian anus mulai gatal-gatal..jangan mengira akibat jarang mandi saja. Mungkin mungkin kena cacingan. Obat cacing orang gak mahal dan di mana-mana ada. Beli, minum sesuai dosis, tandain di agenda atau jurnal atau kalender, lanjut minum lagi 6 bulan kemudian. Saya jamin, mau abis ketemu kucing cacingan parah juga gak akan kenapa-kenapa kalian.

 

JANGAN SATUKAN KUCING YANG BARU DATANG DENGAN KUCING-KUCING LAIN SEBELUM DIBERI OBAT KUTU DAN OBAT CACING!

Jika kalian sering menolong atau me-rescue kucing dari jalanan, alangkah lebih indah jika kucing yang baru dibantu itu dibawa dahulu ke dokter hewan untuk dipisahkan dari kucing-kucing yang ada di rumah atau “shelter”. Walau kucingnya terlihat sehat, ya.. Kalau kalau, nih ke dokter hewan mahal dan lagi gak ada dana dan sudah malam juga jadi tidak ada klinik hewan yang buka, boleh dibawa langsung tapi diisolasi dahulu. Artinya dikandangkan dan dipisah ruang dari kucing-kucing lainnya selama minimal 3 hari. Hari pertama di cek pub dan pipisnya dan nafsu makan. Hari kedua boleh diberikan obat kutu dan obat cacing. Hari ketiga di cek lagi. Kalau sudah aman, boleh bergabung dengan yang lain. Kucingnya sudah sehat, tidak cacingan dan tidak berkutu juga sehingga tidak akan menularkan ke yang lain. Jangan lupa selama 3 hari ruangan kucing tersebut harus bersih dan dibersihkan terus.

Tapi kalau ketemu kucing sehat dan sudah cukup dewasa di jalanan…saya pikir, sih ngapain dibawa pulang ya. Mungkin dia sudah nyaman di daerahnya. Lebih baik di-TNR saja dan diberi makan. Hehehe..

 

OBAT CACING HARUS RUTIN!

Obat cacing pada kucing tidak diberikan sekali terus dia jadi tidak akan cacingan seumur hidup. Obat cacing harus diberikan secara rutin. Saya sudah tulis soal berapa seringnya di post Instagram @jbscat tapi akan saya ulang ya:

 

Untuk kucing indoor (full di dalam rumah), berikan obat cacing 3-4 bulan sekali sesuai dosis.

Untuk kucing semi-indoor atau outdoor (kadang keluar rumah atau selalu di luar rumah), berikan obat cacing 1-2 bulan sekali.

 

Ini saya numpang ikut ngomel sebentar ya.. Saya kurang paham sama orang-orang yang punya kucing yang katanya kucingnya ditolong atau diadopsi sama dia dan disayang sama dia tapi kucingnya bisa meninggal karena cacingan. Apalagi kalau cacingannya karena cacing tambang atau cacing pita atau cacing gelang yang cupu. Kalau baru pertama nolongin dan kucingnya masih piyik, sih saya ngerti ya namanya juga baru pertama. Mungkin bingung. Saya juga pernah ada di masa seperti itu. Tapi saya di sini mau mengingatkan ya untuk yang baca supaya kita sama-sama saling menjaga dan mengingatkan. Jika ada orang yang mengaku pecinta kucing atau penyayang kucing atau sudah menolong ratusan kucing atau shelter atau rescuer atau siapapun lah yang punya banyak kucing tapi terjadi sering kasus kucing-kucingnya meninggal karena cacingan, jangan support atau bantu orang tersebut tapi tanya ke dia kenapa gak dikasih obat cacing dan laporkan ke orang-orang yang kalian rasa bisa diandalkan untuk mengatasi. Karena jika ada terjadi banyak kematian akibat cacing dan terlebih-lebih orangnya meminta donasi untuk mengobati cacingan (yang jika diobati hanya akan memakan biaya tidak lebih dari Rp 30.000,-), orang tersebut sangat dicurigai melakukan penipuan atau bahkan dia melakukan kekerasan terhadap hewan. Jangan diam saja. Ingatkan orangnya dan laporkan.

 

APA NIH OBAT CACING YANG BISA DIBERIKAN UNTUK KUCING SAYA?

Obatnya banyak dan tersebar di mana-mana. Tapi yang saya akan sebutkan di sini adalah yang direkomendasikan oleh dokter hewan langganan saya serta yang pernah saya pakai dan cocok. Saya sarankan jangan membeli obat cacing abal-abal atau yang merknya tidak diketahui jaminannya. Sebelum membeli ada baiknya konsultasi dulu dengan dokter hewan atau dengan orang-orang yang lebih paham soal penanganan cacing pada kucing karena banyak obat-obat palsu atau bohong yang beredar. Kalau tidak mau mengikuti obat-obat yang saya kasih atau cara saya, tidak masalah..setiap orang ada kebiasaan dan kesukaannya masing-masing dan setiap kucing pun berbeda sifatnya jadi apa pun yang bekerja dan cocok, lakukanlah tapi ingat baiknya dikonsultasikan dahulu dengan dokter hewan, ya..

 

  1. Combantrine sirup anak
10977172_3168d9c2-691f-4ac5-ad16-a36eadd36f53
Combantrine sirup

Seperti yang sudah pernah saya tulis di Instagram @jbscat sebelumnya, bahwa kucing bisa diberikan Combantrine sirup. Obatnya tidak sulit dicari. Hampir di berbagai supermarket atau apotek ada. Harganya kurang dari Rp 20.000,-. Dosisnya 1 ml per 2 kg berat badan kucing. Jadi jika kucingnya 2 kg, kasihnya 1 ml. Jika kucingnya 4 kg, 2 ml. Dan seterusnya dan sebagainya ya pokoknya hitung sendiri di handphone juga ada kalkulator. Kenapa saya bilang bisa? Karena obat ini direkomendasikan dokter hewan langganan saya. Dulu saya bulak balik ke dokter hewan untuk kasih obat cacing. Tapi karena ngantrinya panjang dan lama, akhirnya saya tanya apakah saya bisa membeli obat cacing sendiri dan kasih sendiri ke kucingnya? Katanya bisa. Dan ketika saya tanya kasih apa, dia jawab diberikan Combantrine sirup anak untuk tindakan preventif rutin tidak masalah kok. Semenjak hari itu saya bulak balik beli obat cacing ini di supermarket…mungkin mbak-mbak yang jaganya pikir saya gadis cacingan, ya.. Ohya tapi obat cacing Combantrine ini karena untuk manusia, ada satu jenis cacing yang bisa menyerang kucing tapi tidak bisa dia bunuh yaitu cacing pita. Soal cacing pita akan saya bahas di tentang obat cacing selanjutnya saja ya.

Nah, untuk minimal kapan usia kucing sudah harus diberikan obat cacing Combantrine ini saya juga belum tahu, nih mungkin kalau ada yang sudah tahu pasti dari dokter hewan, bisa tolong kasih tau ya di kolom komentar.

 

  1. Revolution
Revolution_group_420
Revolution for pets

Dari Combantrine sirup, saya akhirnya berpindah ke lain hati ke Revolution. Apa itu Revolution? Revolution adalah obat khusus kucing maupun anjing untuk membunuh berbagai jenis parasit maupun kutu-kutu agar kucing dan anjing tetap terjaga kesehatannya. Revolution mengandung Selamectin yang bisa membasmi serangga-serangga (kutu dan tungau) serta beberapa jenis cacing terutama yang bersifat nematoda (larva bisa hidup di peredaran darah). Di Instagram saya bilang Revolution ini obat tetes. Tapi bukan obat tetes macam obat tetes mata yang diteteskan ke mulut atau mata. Revolution ini berbentuk tube dan tidak hanya sekedar diteteskan. Cara pakai Revolution yang benar adalah:

-.       Menghitung dosis yang tepat

Dalam memberikan Revolution, dosisnya HARUS tepat. Tidak kurang tidak lebih. Karena kalau kurang, kutu-kutu dan parasit tidak akan tuntas habis semua. Tapi kalau lebih, bisa menyerang organ hati (liver) dari hewan karena Revolution bekerja masuk ke darah dan terlalu banyak dan sering akan memberatkan fungsi hati. Jadi jangan main-main, ya.. harus dihitung dengan benar. Kalau takut salah, bisa beli di klinik hewan dan minta dokter hewan menghitungkan dosisnya atau beli di pet store / pet shop dan minta pegawainya untuk menghitungkan dosisnya untuk kita. Tapi ingat, berat badan kucingnya harus ditimbang dulu ya.

-.       Masukan obat cairan Revolution sesuai dosis ke suntikan atau langsung dari tube

Jika kucing kalian atau anjing kalian hanya 1 atau 2 ekor, bisa membeli Revolution langsung satu tube yang sesuai dengan berat badannya. 1 tube Revolution kucing bisa digunakan untuk kucing usia minimal 8 minggu (2 bulan) dengan berat badan sekitar 2,3 kg sampai dengan 6,8 kg. Sedangkan Revolution untuk anjing disesuaikan dengan berat badan yang bervariasi. Jika beli satuan yang sesuai berat badan seperti ini, langsung dari tube-nya saja pengaplikasiannya.

revolution for cat
Revolution untuk kucing 2,3 – 6,8 kg (per tube)

Jika kucing yang dimiliki ada banyak, bisa mengikuti cara saya, yaitu dengan membeli Revolution untuk anjing yang berat badannya 18 kg sampai dengan 38,5 kg (40.1 – 85 lbs). Lho, itu kan buat anjing..memangnya bisa buat kucing? Bisa. Karena isinya sama saja hanya beda di dosisnya saja. Karena kalau saya beli Revolution khusus kucing dan pakaikan satu-satu, bisa miskin mendadak.. apalagi buat Jelly yang 8 kg, satu tube Revolution kucing sudah gak cukup..harus tambah lagi dikit dari tube lain.

revolution for dog
Revolution untuk anjing 40.1 – 85 lbs (per tube)

Makanya saya beli yang khusus anjing. Biasanya hitungannya dibulatkan jadi 1 tube berisi 2.0 ml untuk 20 kg. Maka jadinya hitungannya adalah 0.1 ml untuk 1 kg. Jadi untuk Jelly yang berat badannya 8 kg, hanya perlu memakai kurang dari setengah tube Revolution untuk anjing ini. Jauh lebih hemat dan untuk belasan kucing di area rumah yang saya berikan hanya perlu 3 tube (1 dus) Revolution untuk anjing 40.1 – 85 lbs saja. Nah, jika mau pakai seperti saya yang beli untuk anjing, maka cairan Revolution ini harus dipindahkan ke suntikan 1 ml yang garis ukuran mililiternya masih terpampang jelas, ya.. Jadi sedot dan ambil cairan dengan jarum, kemudian copot jarumnya dari suntikan untuk pengaplikasian.

-.       Teteskan langsung ke kulit (jangan bulu) di area badan yang tidak bisa dijilat oleh hewan

Jangan teteskan asal tetes, tapi harus kena langsung ke kulit. Kenapa? Karena itu tadi saya bilang..Revolution ini bekerja masuk hingga ke darah maka harus dikenakan langsung ke kulit supaya dia bisa langsung dapat akses jalan masuk ke badan hewan untuk bekerja. Nah, area tubuh mana nih yang gak bisa dijilat kucing? Jawabannya area tengkuk. Di manakah tengkuk itu? Tengkuk itu di area leher belakang. Area di mana kucing betina yang belum disteril suka banyak luka akibat gigitan jantan yang birahi. Area di mana anak-anak kucing digigit oleh induknya ketika digendong. Area di mana kita, manusia, menarik kulitnya untuk menggendong badan kucing supaya tidak sakit. Sudah tahu ya di mana ‘kan? Nah sekarang sudah tahu areanya, buka bulu-bulu di area situ hingga terlihat kulitnya kemudian dengan tube atau suntikan tanpa jarum tadi, tempelkan ujungnya langsung ke kulit dan teteskan setetes. Kemudian naik atau turun pokoknya arahnya vertikal ya tapi berdekatan dan masih di lokasi yang tidak terjangkau kucing jika ia mau menjilat, teteskan lagi ke kulit. Lanjut sampai seluruh dosis yang tepatnya tadi habis.

Selesai! Kedengarannya seperti lebih ribet pakai Revolution, tapi ketika mulai terbiasa saya sih lebih suka pakai Revolution ya. Soalnya Revolution tidak hanya preventif cacing, tapi untuk kutu dan tungau tadi. Dan itu termasuk menghindari kucing dari kutu telinga maupun scabies. Jadi lebih lengkap dan lebih mencakup banyak penyakit walau memang harga jauh lebih mahal disbanding Combantrine.

Kekurangan Revolution selain dosisnya harus tepat jangan berlebih karena berbahaya untuk organ hati adalah, sama seperti Combantrine, tidak mencakup pembasmian cacing pita yang bisa menyerang kucing. Kenapa? Karena seperti yang saya bilang tadi..Revolution menyerbu cacing yang bisa bertelur di darah. Setahu saya, cacing pita itu tinggalnya hanya di usus bawah. Sehingga bahkan cacing pita tidak akan keluar lewat oral atau muntahan.

 

Sebelum lanjut ke obat cacing terakhir andalan saya, lebih baik saya cerita dahulu bagaiaman cara mengetahui jika kucing kita terserang cacing pita, ya. Penggunaan Combantrine sirup dan Revolution memang tindakan preventif yang sudah baik dan cukup. Tapi terkadang kucing kita masih bisa terkena cacing pita. Untuk mengetahui jika kucing kita (masih) cacingan adalah: makan banyak tapi tidak gemuk malah cenderung kurus, atau bahkan malah tidak nafsu makan, selaput dalam mata (yang putih) sering terlihat atau terlambat balik, bulu kusam, muntah cacing (biasanya bukan cacing pita), BAB mengandung cacing. Jika kucing ada tanda-tanda seperti itu, langsung ditindak ya kasih obat cacing..kalau obat cacingnya (Combantrine atau Revolution) baru diberikan, lanjut cek lagi apakah ini cacing pita atau bukan. Nah, untuk lebih spesifik bagaimana mengetahui kucing terkena cacing pita adalah dengan melihat area anusnya. Cacing pita akan terlihat di sekitar area anus karena mereka hidup dan berkembang biak di usus bawah dekat anus. Jika di bulu-bulu area anus, kaki belakang dan bagian buntut terdapat titik-titik putih, biasanya itu cacing pita. Dan jika di area tersebut ditemukan putih-putih sebesar beras dan jika diambil bergerak-gerak, itu jelas-jelas cacing pita.

 

  1. Drontal

Jika sudah terkena cacing pita dan sudah yakin kucing terkena cacing jenis lain walau sudah diberikan Combantrine atau Revolution, pergilah lagi ke klinik hewan atau pet store untuk membeli obat cacing hewan yang namanya Drontal. Namun jika tidak yakin kucingnya cacingan atau tidak tapi menunjukkan tanda-tanda tidak sehat seperti yang disebutkan sebelumnya, jangan ragu bawa ke dokter hewan ya untuk diperiksa…ketika di dokter hewan jangan lupa cerita apakah baru diberikan Combantrine atau Revolution dan kapan diberikannya agar dokter hewan tidak salah mengobati. Karena pemberian obat cacing harus dalam rentang waktu paling cepat satu minggu. Obat cacing mengakibatkan dehidrasi pada hewan..jadi kalau baru diberikan Combantrine atau Revolution, kucing tidak boleh dimandikan dan diberikan obat cacing lain selama seminggu setelahnya.

 

Kembali ke Drontal, ya. Drontal ini jenis obat cacing untuk kucing maupun anjing dengan spektrum terlengkap. Semua cacing jahat di tubuh kucing dalam berbagai jenis bisa dihabistuntaskan oleh dia. Mirip seperti Revolution, ada yang khusus kucing maupun anjing yang dipisahkan tergantung dosis berdasarkan berat badan. Akan lebih baik jika memberikan Drontal secara rutin..tapi karena saya lebih memilih Revolution supaya kutu dan tungau juga dibasmi, maka saya membeli Drontal hanya untuk berjaga-jaga jika ada kucing yang terkena cacing pita. Tapi jika memilih mau kasih Drontal saja buat kucing-kucingnya dan jumlahnya ada banyak, bisa pakai trik saya di Revolution yaitu dengan membeli Drontal untuk anjing kemudian melakukan hitungan matematika untuk dapat dosis yang tepat sesuai berat badan tiap kucingnya.

 

Sebetulnya beberapa jenis cacing, dari artikel-artikel yang saya baca, bisa dihindari dengan memberikan VCO (Virgin Coconut Oil) kepada kucing. Boleh coba search di internet soal manfaat-manfaat VCO yang sangat panjang untuk kucing, kalian akan ketemu beberapa artikel menyebutkan bahwa VCO bisa digunakan untuk cacing. Menurut pengalaman saya, saya setuju. Selain mengadopsi belasan kucing dan merawat kucing-kucing liar yang suka datang ke rumah, kalian yang follow Instagram @jbscat pasti tahu bahwa saya dan pasangan saya selalu streetfeeding setiap malam keliling jalanan hingga kurang lebih kita ketemu 40 kucing setiap harinya. Ketika streetfeeding saya selalu membawa VCO dan menuangkan kurang lebih 1 sendok makan ke atas makan kering yang kita berikan untuk kucing-kucing di jalanan. Saya tidak bisa memberikan obat cacing pada kucing-kucing di jalanan ini. Pertama karena kita keliling di malam hari dan di jalanan sehingga akan sangat sulit untuk menimbang berat badan kucing, menghitung dosis, belum harus memegang kucing jalanan yang kebanyakan penakut atau galak. Maka saya dan pasangan hanya memberi obat cacing ke kucing-kucing di depan tempat tinggal dan kucing-kucing adopsi agar tidak terjadi penularan silang sekaligus karena sudah akrab dan dekat dengan rumah. Tapi karena kita selalu memberikan VCO, kucing-kucing jalanan yang sudah lebih dari 6 bulan selalu ditemui kita dan diberi makan oleh kita setiap malam tidak pernah menunjukkan tanda-tanda cacingan. Namun, itu juga disebabkan karena kucing jalanan memiliki daya tahan tubuh yang jauh lebih kuat dan bagus disbanding kucing-kucing rumahan. Jadi dengan bantuan VCO pun sepertinya sudah cukup…itu pun tetap ketika saya membawa salah satu dari kucing jalanan ke dokter hewan karena sakit atau steril, biasanya jika tidak lupa saya meminta mereka memberikan juga obat cacing. VCO memang membantu, tapi saya tidak menyarankan untuk 100% megandalkan VCO dalam pembasmian cacing pada kucing. Jadi jika kalian memelihara atau mem-foster atau membawa kucing ke rumah, pastikan walau sudah memberikan VCO, tetap berikan obat cacing secara rutin. Pada akhirnya lebih baik mencegah daripada mengobati atau malah terlambat.

 

Banyak berbagai jenis obat untuk mengatasi cacingan pada kucing yang beredar memang. Ini bukan pesan sponsor tapi ketiga obat yang saya sebutkan adalah yang direkomendasikan dokter hewan saya dan yang sudah saya pakai terus menerus untuk menajaga kesehatan kucing-kucing yang saya jaga sekaligus dengan pemberian VCO setiap hari. Saya tidak bilang obat-obat ini yang terbaik, saya hanya berbagi pengalaman dan ilmu yang saya pelajari. Dulu saya tidak tahu sampai tiba-tiba kucing saya harus cacingan parah di muntah-muntah baru saya cari tahu dan bulak balik dokter hewan. Supaya kalian semua tidak perlu repot mengalami yang saya alami, maka saya bagikan di sini.

 

xx

High paws!