Soal Rescue Bagian VII – Angkut, Foster, Bayar, Bukan Hoarder

  1. Foto dan video kemudian upload minta orang lain tolong kemudian dia pergi.
  2. Foto dan video kemudian upload minta tolong. Pergi tapi jika ada yang merespon mau bantu dia mau kembali ke lokasi atau ikut bantu soal dana perawatan.
  3. Angkut bawa ke shelter hewan (yang biasanya pasti ditolak) atau “lempar” ke rescuer kenalan (yang biasanya ditolak juga).
  4. Angkut kemudian upload foto/video minta tolong ada yang bersedia “ambil” lagi secepatnya. Makin cepat pindah tangan makin bagus.
  5. Angkut dan bersedia foster sementara dengan membuka donasi. Tidak akan melanjutkan perawatan apapun jika tidak ada dana masuk untuk perawatan hewan ini.
  6. Angkut kemudian bersedia foster sementara dan membuka donasi untuk biaya perawatan yang jika kurang akan ditambahkan dari kocek pribadi.

 

Sebelumnya saya mohon maaf karena lama sekali absen tidak update di blog ini. Alasannya ada banyak sekaligus tidak ada juga. Hehehe.. Tapi sekarang keadaan mulai agak stabil lagi dan saya rasa sudah bisa mulai kembali ke rutinitas untuk blogging lagi. Kebetulan ngobrol-ngobrol soal rescue hewan di Indonesia-nya kan belum beres, ya. Ada baiknya kita selesaikan yang sudah dimulai betul. Jadi mari kita lanjut. Untuk ngobrol-ngobrol nomor 1 sampai 6 ada di atas ya sisa di klik aja nanti langsung bisa dibaca.

Nomor 7: Angkut dengan bersedia foster serta membayar biaya perawatannya sendiri.

Kalau Nomor 6 bikin hati adem, Nomor 7 ini membangkitkan iman saya terhadap sesama manusia. Haha lebay. Sebetulnya beda Nomor 6 dan Nomor 7 itu hanya ada di satu kata kunci: donasi. Tindakan Nomor 7 dilakukan tanpa membuka donasi sama sekali.

Kalau begitu apa salah membuka donasi? Sekali lagi, saya tidak tahu soal salah dan benar. Saya sendiri menerima donasi dan membuka donasi untuk beberapa kasus maupun kegiatan. Menurut saya letak salah dan benarnya ada di kepercayaan dan keterbukaan (transparansi). Tapi soal donasi akan saya bahas lain kali saja ya soalnya cukup sensitif isunya hehehe. Terus kenapa Nomor 7 itu saya anggap lebih hebat dan luar biasa? Karena orang yang melakukannya mau bertanggung jawab penuh atas nyawa hewan yang ditolongnya, termasuk sampai membayar biaya kebutuhannya. Mungkin ada yang bilang hanya orang mampu atau kaya yang bisa melakukannya. Tapi banyak kok orang kaya yang tidak mau melakukannya. Yang sebentar-sebentar masih membuka donasi. Dan ada juga orang yang keadaan sebenarnya tidak cukup mampu, tapi mau melakukannya. Semuanya kembali lagi ke masing-masing orang.

Jadi apakah jika seseorang tidak mampu dan melakukan Nomor 7 terus-terusan secara berulang bisa dibilang malaikat tanpa sayap? Wah.. kalua sudah begini saya justru harus mengingatkan kembali soal hoarder. Bosan? Ya, sebetulnya saya juga bosan terus-terusan bahas soal hoarder. Tapi gimana lagi, ya semakin ke sini saya sering dikirim DM dari orang-orang tentang akun-akun yang mencurigakan yang sepertinya adalah animal hoarder. Untuk yang tidak tahu apa itu  hoarder bisa baca di sini.

Dalam menolong hewan, perlu sadar kapasitas diri. Dan tidak hanya itu, banyak faktor-faktor lain lagi yang harus dipertimbangkan sbeelum mengangkut hewan dari jalanan seperti kapasitas tempat tinggal, keadaan finansial, keadaan lingkungan, situasi keluarga dan orang-orang terdekat, serta keadaan hewan-hewan yang sudah ada di tempat tinggal kita. Saya mau orang-orang berhati baik ini tetap belajar untuk hidup bahagia dalam situasi seimbang. Jangan sampai memberi makan belas kasihannya terus sampai lupa merawat diri dan malah mengenyangkan kerusakan mental serta psikis dengan menjadi animal hoarder.

Banyak cara untuk membantu hewan dan itu berarti tidak selalu harus ekstrim kanan dan kiri yang bisa dengan gamblang saya gambarkan dengan contoh tindakan hanya tag akun-akun pecinta hewan di media sosial untuk minta tolong sebagai ekstrim kanan serta setiap bertemu hewan liar langsung main angkut pokoknya sampai di tempat tinggal sudah ada 5 lusin ekor sebagai ekstrim kiri. Keduanya tidak sehat dan tidak membantu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Ada orang yang untuk menyelamatkan hewan sampai mengesampingkan kesehatan diri baik fisik maupun mental. Mereka Lelah lahir dan batin. Makan hanya mie instan dan uang yang tersisa hanya recehan. Ketika ditanya berapa ekor hewan yang bergantung padanya sepenuhnya di rumahnya, dia jawab 70 ekor. Sekarang kalian pertimbangkan sendiri apakah orang ini cukup dewasa dalam mengambil keputusan atau tidak.

Selain di post tadi, mulai dari Nomor 1 sampai Nomor 6 sepertinya saya hampir selalu bahas soal animal hoarder dan mengingatkan untuk tidak menjadi salah satunya. Apakah animal hoarder membuka donasi? Ada yang ya dan ada yang tidak. Yang tidak akan selalu menggembar-gemborkan kemampuannya untuk berkorban bagi hewan-hewannya tanpa perlu meminta bantuan. Sedangkan yang meminta akan meratapi ketidakmampuannya dalam memenuhi kebutuhan hewan-hewannya. Jadi yang mana yang baik? Tidak keduanya. Menyiksa hewan dan diri sendiri bukanlah tindakan yang baik, menurut saya.

Jadi, sebagai kesimpulannya, tindakan Nomor 7 ini akan sangat baik dilakukan jika: Anda bukan hoarder, Anda memang mampu, Anda punya rencana untuk hewan ini dari plan A sampai Z dalam berbagai situasi, dan jika Anda pro-steril. Saya toh tidak bilang akhir ceritanya harus berujung adopsi ‘kan. Di beberapa kasus tertentu, setelah perawatan dan steril hewannya bisa dilepas lagi kembali ke tempat ia ditemukan atau dijadikan community cat di lingkungan yang ramah kucing. Sekali lagi, banyak cara untuk membantu hewan, kita hanya harus tahu prinsip-prinsipnya, kemudian lakukan. Tentunya dengan didasari hati yang tulus dan gembira, ya.

Semoga post kali ini membantu. Sampai ketemu di post selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s