Soal Rescue Bagian VI – Angkut, Rawat, Bayar

  1. Foto dan video kemudian upload minta orang lain tolong kemudian dia pergi.
  2. Foto dan video kemudian upload minta tolong. Pergi tapi jika ada yang merespon mau bantu dia mau kembali ke lokasi atau ikut bantu soal dana perawatan.
  3. Angkut bawa ke shelter hewan (yang biasanya pasti ditolak) atau “lempar” ke rescuer kenalan (yang biasanya ditolak juga).
  4. Angkut kemudian upload foto/video minta tolong ada yang bersedia “ambil” lagi secepatnya. Makin cepat pindah tangan makin bagus.
  5. Angkut dan bersedia foster sementara dengan membuka donasi. Tidak akan melanjutkan perawatan apapun jika tidak ada dana masuk untuk perawatan hewan ini.

Nomor 6: Angkut kemudian bersedia foster sementara dan membuka donasi untuk biaya perawatan yang jika kurang akan ditambahkan dari kocek pribadi.

Post pertama di tahun baru langsung serius lagi, ya ngomongin soal  animal rescue di sini. Hehe.. Masuk nomor 6, ok. Untuk yang belum pernah ikutin serian pembahasan ini dari awal bisa langsung klik aja di atas per nomor-nomornya.

Nomor 6 ini sebetulnya salah satu tindakan yang membuat hati saya adem. Setelah membahas banyaknya pilihan tindakan yang bikin pusing kepala karena nyata terjadi, nomor 6 ini bagaikan angina surga di tengah panasnya gurun *cieh. Pada dasarnya mirip seperti Nomor 5, tapi prinsipnya berbeda jauh. Pihak yang melakukan tindakan nomor 6 ini, menurut saya, merupakan orang yang memang tulus ingin menolong hewan. Hal itu terlihat dari kerelaannya untuk bersedia membayar biaya perawatan hewan tersebut.

Dan saya bersyukur bahwa di sekeliling saya, orang-orang yang saya anggap merupakan pihak-pihak yang banyak memberi pengaruh terhadap jbscat adalah merupakan orang-orang seperti ini. Hanya memang terkadang orang-orang yang terlalu lembut dan sayang terhadap hewan ini pada akhirnya suka jadi kesusahan akibat rasa tidak teganya. Seringkali pada akhirnya berujung menjadi hoarding house yang mengakibatkan mereka pun jatuh sakit maupun stres berkepanjangan.

Pertimbangan sebelum rescue (yang bisa dibaca di pembahasan nomor-nomor sebelumnya) sering dilupakan juga biasanya oleh pribadi-pribadi tidak tegaan ini karena mendahulukan perasaan iba. Tapi syukurnya karena secara finansial pihak-pihak ini mampu dan bersedia, maka mereka bisa langsung membawa ke dokter hewan dan membayar biayanya. Walau membuka donasi, tapi tidak menunggu sampai donasi masuk dulu untuk merawat hewan tersebut. Biasanya mengerti juga soal SOP awal dalam menolong hewan, sehingga hewan yang baru diangkut dari jalanan tidak langsung dibawa ke rumah melainkan langsung ke dokter untuk menerima pertolongan dan perawatan. Sehinggga ketika akhirnya dibawa pulang keadaan hewan sudah jauh lebih sehat (tidak menularkan ke hewan-hewan lain yang sudah ada di rumah).

Dari pembahasan Nomor 6 ini bisa terlihat, ya bahwa saya tidak pernah tidak setuju dengan dibukanya donasi. Saya setuju dibuka donasi dan senang jika ada yang memberi donasi kepada teman-teman sesama manusia yang suka membantu hewan. Saya tidak setuju dengan tindakan penipuan yang mengatasnamakan kebaikan, tidak setuju dengan pemanfaatan hewan sebagai ranah untuk mendapatkan hidup pribadi yang lebih baik (nyaman), serta tidak setuju dengan memanfaatkan rasa iba atau belas kasih manusia lain untuk memaksanya memberi bantuan.

Untuk Nomor 6 ini, sih menurut saya idealnya itu ketika menemukan hewan yang perlu pertolongan di jalanan, cek dulu dan berpikir (bisa dilihat di nomor-nomor sebelumnya soal apa saja yang perlu dijadikan pertimbangan). Setelah ambil waktu untuk berpikir tenang dan tidak panik, ambil keputusan. Jika akhirnya keputusannya adalah untuk mengangkut hewan tersebut, JANGAN DIBAWA PULANG LANGSUNG. Bawa langsung ke klinik untuk melindungi hewan-hewan yang sudah ada di tempat Anda dan hewan yang Anda angkut. Berikan pembayaran di muka (sebagian maupun penuh) kemudian pulang. Setelah pulang bisa membuka donasi untuk membayar biaya klinik hewan tersebut (kalau mau membuka donasi). Jika Tuhan mengijinkan hewan tersebut sembuh dan sehat, jika hewannya terlihat segar bugar, saya sarankan kucing atau anjing tersebut disteril dahulu. Untuk ini sekali lagi bisa membuka donasi untuk sponsor steril maupun membayar sendiri. Setelah steril, jika kondisi hewan memungkinkan (biasanya kucing), bisa dikembalikan lagi ke lokasi di mana dia ditemukan. Dikembalikan bukan berarti membuang tapi ya memulangkan dia ke “rumah”-nya. Tapi jika kondisi tidak memungkikan, bisa dibawa pulang untuk diasuh sementara sambil membuka adopsi untuk hewan tersebut. Selama diasuh, menurut saya, idealnya tidak perlu membuka donasi untuk biaya kebersihan, pakan, pasir, dsb. Apalagi kalau Anda sendiri memiliki hewan lain di rumah..berbagi sedikit lagi untuk tambahan asuhan sepertinya bukan masalah. Kalau tidak mampu mengasuh sementara, kembali lagi pertanyaan saya: untuk apa dibawa pulang kalau begitu?

Sejujurnya, karena mencari adopter yang tepat itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami, saya selalu memilih untuk lebih baik melepas kembali kucingnya ke daerah di mana saya menangkap kucingnya. Dengan catatan kucingnya sudah disteril dan lingkungannya ramah kucing. Hal ini akan lebih baik untuk lingkungan, untuk kucingnya, serta untuk kesehatan kita dan hewan-hewan di rumah kita. Saya tahu, setelah mengeluarkan kocek sendiri terkadang kita ingin reward-nya, yaitu berupa hewan ini berusia panjang dan sehat. Dulu pun saya berpikir seperti itu. Ternyata pemikiran itu egois. Jadi ya kembali lagi kita harus selalu mengingat, untuk apa kita melakukan apa yang kita lakukan sekarang? Untuk kita atau untuk mereka?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s