Adopsi atau Jual-beli (?)

Ada beberapa tipe manusia yang sukanya pencitraan atau cuci tangan, bahkan di dunia cat lover atau dog lover atau pet lover sekalipun. Minggu lalu di Instagram @jbscat saya ada post soal akun jubel (jual-beli) kucing yang pakai istilah “adopsi” di jualannya. Bisa lihat di sini dan di sini.

Banyak orang-orang seperti ini ternyata. Di dunia animal welfare, masih banyak sekali PR kita, terutama di bagian edukasi. Banyak yang masih susah bedain antara rescuer dengan animal hoarder. Dan orang yang edukasi malah dikatain sirik. Dan masih banyak juga yang sulit membedakan antara adopsi dengan membeli.

Adopt don't breed

 

ADOPSI TIDAK MEMERLUKAN BIAYA YANG BESAR

Bahkan gratis. Di Indonesia, di mana shelter hewan sebagian besar masih independen dan kucing serta anjing banyak tidak terurus keleleran di jalanan, proses adopsi untuk hewan rescue atau terlantar sebagian besar gratis. Kenapa? Karena sudah gratis aja gak laku gimana mau bayar. Logikanya begitu. Tapi ada shelter yang proses adopsinya berbayar seperti shelter-nya Ci TPP. Bayarnya berapa? Setahu saya biaya adopsinya hanya seharga steril. Jadi ketika dilepas adopsi, hewan sudah dalam keadaan steril. Keluarga yang mengadopsi tidak perlu susah-susah nanti bawa hewannya steril ke dokter hewan lagi dengan biaya yang kemungkinan lebih mahal juga (karena hewan akan lebih berat dan dokternya pun beda). Jadi untuk adopsi di Ci TPP, biaya adopsi dipakai untuk subsidi silang steril hewan lain di shelter-nya. Masih masuk akal ‘kan? Biaya steril paling berapa, sih.. memang untuk anjing lebih mahal tapi gak akan semahal beli anjing.

Di shelter-shelter negara maju pun untuk proses adopsi memerlukan biaya. Dengan alasan untuk membuktikan niatan baik dari pihak yang mau mengadopsi. Jika mereka mau mengeluarkan sedikit biaya untuk menjadikan hewan ini bagian dari keluarga, kemungkinan besar ke depannya mereka tidak akan pikir panjang untuk mengeluarkan biaya lebih dalam mengurus hewan ini. Logikanya masuk akal.

Nah, sekarang bagaimana ya bedakan adopsi dengan jubel hewan? ‘Kan ada juga yang jubel hewan murah. Malah di tempat teman saya, ada orang yang suka mencuri atau menculik kucing jalanan untuk kemudian dijual. Belum lagi para pelaku jubel kucing ini pakai istilah adopsi juga dan kadang-kadang sama dengan kata-kata bilangnya “sudah gak keurus, kasian” atau “ketemu di jalan”..pokoknya pakai istilah-istilah seperti rescuer. Ini harus diingat ya soalnya para pelaku jubel hewan dan breeder ini diam-diam follow akun-akun rescue bahkan mereka lebih hapal sama SOP maupun istilah-istilah rescue hewan. Yang membedakan adalah praktiknya. Jadi ketika kalian menemukan orang yang membuka adopsi hewan, mau iseng atau memang benar mau adopsi, tanyakan dulu: free adoption atau ada biayanya? Kalau dia jawab free, boleh lanjutkan dengan ngobrol-ngobrol di warung kopi. Tapi kalau dia jawab ada biayanya, tanya biayanya untuk apa? Kalau dia jawab ganti uang makan, dia jubel kucing. Rescuer atau pecinta kucing/anjing tidak akan hitung-hitungan soal makan. Mau kita kasih yang murah maupun yang mahal, buat kita sama saja yang penting hewannya sehat, gak akan ada hitung-hitungan. Lagian satu kantong makanan kucing super premium isi 7 kg paling harganya Rp 800.000,-. Saya tahu gak murah. Tapi biasanya yang jubel kucing dengan biaya pakai alasan ganti uang makan akan pasang harga jauh di atas Rp 800.000,-. Seperti akun yang ada di Instagram itu, dia lepas adopsi kucing pesek sebesar Rp 1.500.000,-. Saya dan pasangan saya kasih makan kucing sendiri total 15 ekor pakai holistic cat food. Habis 2 x 6,8 kg dalam 1 bulan. Total sebulan habis “hanya” Rp 800.000,-. Itu 15 ekor. Dia jual 1 ekor seharga 1,5 juta, kalau alasannya ganti makan sih 1 kantong catfood aja bisa habis berbulan-bulan. Kalau mau hitung-hitungan sih bukan kaya gitu juga caranya.

Nah, kalau nih si pelaku jubel hewan sudah baca blog ini juga terus pakai alasan oh biayanya untuk steril, sekarang saya kasih tahu ya harga steril pada umumnya. Biasanya steril kucing jantan itu sekitar Rp 300.000,- s.d. Rp 400.000,-. Sedang steril kucing betina Rp 350.000,- s.d. Rp 500.000,-. Kalau steril anjing tergantung berat badan tapi setahu saya steril anjing betina 20-25 kg pada umumnya sekitar Rp 1.700.000,- sedang jantan bisa hanya Rp 1.200.000,-. Itu harga normal dan bukan subsidi. Tapi ada juga di beberapa klinik atau dokter hewan yang pasang tarif lebih mahal. Tidak apa-apa yang penting sterilnya steril betul (diangkat semua, bukan sebagian, hati-hati karena ada dokter hewan yang tidak mensteril semua sehingga berbagai resiko kalau tidak steril masih bisa dialami hewan). Itu sudah saya sebut harganya ya jadi kalau orangnya bilang biayanya untuk subsidi silang steril, ada beberapa pertanyaan yang harus ditanya:

  1. Harganya berapa? Harga masuk akal adalah yang sesuai dengan yang sudah saya sebutkan tadi.
  2. Disteril di mana dan oleh dokter hewan siapa? Ini penting. Untuk bisa di-cross check serta untuk tahu tarifnya betul atau tidak karena siapa tahu harganya beda dari normal tapi betul disteril.
  3. Kapan disterilnya?
  4. Minta bukti berupa bill steril dari dokter hewan serta foto ketika operasi atau pasca operasi

Kalau ternyata sudah terpercaya semua dan sesuai, bisa cek ulang ke klinik atau dokter hewan atau sebelum adopsi bawa hewannya check up ke dokter untuk dilihat apakah sudah steril apa belum (biasanya untuk jantan lebih bisa di-cek).

Adopt don't breed

ADOPSI RIBET DI PROSES

Seperti yang saya tulis di salah satu caption di post Instagram jbscat bahwa adopsi itu berat di proses dan prosedur, tapi ringan di biaya. Sedangkan jual-beli itu berat di biaya, sangat mudah di prosedur. Ini yang membedakan. Pelaku jual beli hewan, breeder, maupun hoarder pada dasarnya tidak terlalu peduli akan nasib hewannya. Yang mereka pikirkan hanya diri sendiri, hanya sudut pandangnya saja yang berbeda.

Yang jubel hewan sih yang penting untung atau dapat uang. Nanti hewannya disteril atau gak, di-breed atau gak, dibawa ke dokter atau gak, bakal dibuang atau gak, bakal diurus baik atau gak, bukan urusan dia. Yang diperlukan hanyalah sudah transfer atau belum. Sedang proses adopsi dari shelter atau rescuer atau yang pro animal welfare itu biasanya ribet. Saya gak akan cerita detail soal prosesnya tapi di tengah-tengah proses kita akan mikir ,”waduh kok ribet amat..” Ya, karena ini menyangkut nyawa yang harus dipertanggungjawabkan. Saya gak mau cerita detail takut kalau-kalau nanti pelaku jubel atau breeder ikut-ikutan juga lagi pake acara begini. Pesan saya, walau ribet, jalani aja untuk kebaikan.. Kalau memang niatannya baik, pasti nanti diloloskan juga oleh yang menyeleksi. Dan kalau sampai belum lolos, anggaplah belum siap dan belum jodoh dengan hewannya. Masih banyak yang perlu rumah di luar sana, jodoh Anda mungkin sedang antri untuk diselamatkan. Jadi bersabarlah. Toh gak diminta duit juga ‘kan. Nanti enaknya kalau lolos adopsi, Anda tahu Anda berkontribusi besar dalam perubahan hidup banyak hewan. Hanya karena Anda adopsi 1 hewan. Itu sangat membantu.

Nah, sekarang gimana kalau adopsinya dari animal hoarder? Biasanya sih prosesnya kalau gak terlalu gampang ya terlalu susah, tapi biayanya tidak besar atau malah gratis. Terlalu gampang itu jika Anda mau adopsi hewan yang paling tidak dia sayangi atau least favourite. Dan itu di posisi hoarder sedang terjepit atau dalam kata lain misal kondisi dia sedang sakit atau mulai dapat keluhan dari lingkungan atau dapat ancaman untuk terusir atau macam-macam lah pokoknya keadaan hoarder sedang terjepit, sehingga mau gak mau dia harus melepas beberapa ekor hewannya. Yang dia lepas biasanya yang paling dia tidak pedulikan (walau sebetulnya hoarder pada dasarnya tidak peduli dengan hewannya) dan prosesnya sangat gampang. Anda hanya sisa datang ambil atau bahkan janji temu, langsung jadi. Tidak ada proses-proses ribet. Tapi jika hoarder dalam keadaan aman, walau jumlah hewan di tempatnya sudah terlalu banyak, dia tidak akan melepas hewannya dengan alasan apapun, apalagi jika hewan yang Anda mau adopsi ternyata hewan kesayangan dia. Atau sudah diberikan tapi diminta kembali dengan berbagai alasan.

adopt don't shop

Tapi itu hanya sedikit informasi tentang ciri-ciri, ya..jangan disamaratakan semua. Pokoknya sering-seringlah membaca, cari tahu, bahkan diskusi dengan orang-orang yang bergelut di dunia yang sama supaya bisa berbagi informasi.

do something for animal

Intinya, sih ya marilah jadi kritis dan jangan terlalu mudah percaya. Jaman sekarang makin gila. Bukan hanya pelaku animal abuse yang menyiksa hewan. Tapi banyak juga pihak-pihak yang menyiksa hewan tanpa harus memukul, mengadu satu dengan lain, atau menyiksa secara terang-terangan. Ya, seperti pelaku jubel, breeder serta hoarder. Semoga post kali ini membantu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s