Natural Cat Litter (Pine Wood) Review

What do you use as in your furbabies’ litter box? We used to have the clay ones. But after using the pine wood one, we never go back. On this post I’m going to share a story about our experience using this natural cat litter. Sorry that I will write it in Bahasa because I want to introduce this to many Indonesian catlovers too. But if you want to read about natural cat litter, you can visit https://jacksongalaxy.com/blog/the-benefits-of-natural-litter/ here. If you have any question or a story, just leave a comment on the comment section. It would be wonderful.

Natural Cat Litter (Pine Wood)
Natural Cat Litter (Pine Wood)

Ada yang pernah coba pakai jenis pasir kucing yang dari kayu ini? Pasti banyak juga, ya.. Selain memperkenalkan cat litter jenis ini, di sini saya juga mau bahas kenapa memakai jenis ini lebih baik daripada zeolite atau pasir kucing clay.

 

Jujur, perjalanan kita dalam mengenal kucing hampir semuanya belajar dari pengalaman. Dan kebanyakan korban dari perjalanan atau “kesalahan” kita ya Jelly Jelly juga (maafin kita ya, Jel…). Makanya kucing-kucing kita dan kucing-kucing liar yang dijagain kita punya hutang banyak, nih ke Jelly..hehehe. Awal pertama beli litter box langsung sekalian beli pasirnya. Pasir yang waktu itu dijual di pet store tempat kita beli kotak pup kucing itu hanya pasir kucing clay. Apa itu pasir kucing jenis clay? Mungkin sederhananya pasir kucing yang banyak dijual di mana-mana atau disebutnya pasir clumping/gumpal. Yang wanginya macem-macem itu, lho.. Dari pertama beli sampai seterusnya ganti-ganti merk terus dan ganti-ganti wangi. Terakhir paling cocok merk Van Cat, beli langsung yang 20 kg dan wanginya Lavender.

Kenapa, nih akhirnya ganti? Karena walau udah beli merk Van Cat yang gumpalnya paling oke dan harganya cukup mahal, baunya gak bisa hilang kalau ada yang pup. Di sisi lain gak ramah lingkungan juga kalau ada yang pipis atau pup, itu butiran pasirnya banyak berceceran ke mana-mana. Rempong pokoknya…

 

Karena kita gak mau baik sama kucing tapi membebani lingkungan dan akan berujung menyakiti lebih banyak hewan juga, kita baca-baca lah soal alternatif pengganti pasir kucing clay. Ketemulah soal jenis cat litter berbentuk pelet kayu. Dan setelah banyak pencarian di berbagai pet store di kota tempat tinggal kita, ketemulah juga toko yang menjual natural cat litter ini.

Natural Cat Litter (Pine Wood)
Natural Cat Litter (Pine Wood)

Ini merk yang kita pakai. Inget, ini bukan post endorse-an atau promosi, ya. Ini gak berbayar. Cuma sharing aja kalau kita pakainya jenis dan merk ini karena siapa tahu ada yang pakai merk dan jenis lain punya pengalaman berbeda jadi bisa tukar informasi ‘kan.

Awal ganti kucing-kucing pada bingung sih karena tidak biasa. Memang agak sulit karena kucing sangat sensitive dengan perubahan dan itu bisa bikin mereka stress. Jadi perkenalannya pun agak lama. Tapi karena pakai litter box yang lama, beberapa langsung pipis di sana. Tapi untuk pup dan beberapa kucing lain masih galau jadi mereka pilih untuk pup dan pipis di halaman atau di tanah. Nah, kalau udah begini gimana? Ya kitanya pun jangan kebawa stress. Persiapkan diri juga akan perubahan dan mulai antisipasi. Setiap mereka pup di halaman, ya dibersihkan dan baunya dihilangkan. Cara menghilangkan baunya biasanya saya semprot permukaan tanah tempat pup mereka dikubur atau sebelumnya berlokasi di sana dengan karbol sereh dan spray penghilang bau hewan. Semprot agak banyak dan rajin. Kemudian area tanah tempat mereka suka pipis dan pup itu sering disiram supaya basah..kucing-kucing saya kebetulan gak suka kalau tanahnya basah karena gak enak untuk digaruk-garuk kali ya malah jadi nyangkut di kuku. Kalau sudah gitu biasanya gak ada pilihan lain selain kembali ke litter box mereka. Alhasil? Hari ini mereka sudah terbiasa lagi pipis dan pup di litter box dengan natural cat litter ini.

Ada juga yang ajarinnya dengan kerem kucing di kandang dengan litter box-nya atau masukan pupnya ke dalam litter box-nya supaya baunya kecium. Tapi saya gak pakai cara itu…tapi beberapa orang bilang cara tersebut juga ampuh. Silahkan mencoba.

Natural Cat Litter (wood pellet)
Natural Cat Litter (wood pellet)

Seperti yang sudah disebut di atas, bentuk cat litter ini berupa pelet. Sepertinya dibuat dari serbuk-serbuk kayu yang di-pressed dan dibentuk seperti itu. Gampang hancur dan mudah patah, tapi cukup kuat untuk gak dikit-dikit pecah, sih. Baunya ya bau kayu aja gitu..jadi gak dikasih pewangi atau parfum apa-apa lagi. Yang saya suka, bau pipis dan pup kucing langsung terserap seluruhnya pakai ini. Bener-bener ketutup dan ilang (kecuali kalau terlalu lama tidak dibersihkan jadi menumpuk). Jauh lebih ampuh daripada pakai pasir gumpal. Karena bentuknya yang pelet pun, gak akan nyangkut di kuku kucing dan tercecer ke mana-mana pas mereka coba tutup pupupnya. Yang lucu, kucing-kucing di rumah saya setelah terbiasa pakai pelet kayu ini, kalau pipis sudah tahu kalau gak perlu ditutup. Jadi mereka gak garuk-garuk lagi kecuali kalau beol. Cuma untuk beberapa kucing yang doyan garuk menggaruk secara maksimal (seperti Ori #Oritheblackcat), memang jeleknya jadi banyak pelet pasti yang hancur karena kena kukunya.

Natural Cat Litter (Premium Gold Pine & Premium Activated Carbon)
Natural Cat Litter (Premium Gold Pine & Premium Activated Carbon)

Bagaimana cara kerjanya? Jadi pelet kayu ini seperti cat litter lain sisa dituangkan ke litter box kucing. Kemudian nanti kalau kucing pipis nih..serr gitu… Nah lanngsung cairan dan kelembabannya diserap sama pelet-pelet kayunya. Nanti pelet kayu ini mengembang, kemudian setelah 2-3 kali kena pipis atau cairan, ia akan hancur jadi serbuk-serbuk kayu kecil seperti debu. Daya serapnya jauh lebih kuat dari pasir gumpal dan kotak toilet kucing kita gak pernah lembab atau basah sampai ke bawah semenjak pakai ini. Untuk pup, kalau pupnya mencret atau ada cairan, pelet kayu akan menempel dan menyerap cairannya. Tapi untuk pup yang bagus bentuknya, hanya serbuk-serbuknya saja yang menempel.

Cara membersihkannya? Kalau kita sih cara bersihin pipisnya seperti cara membersihkan pasir gumpal tapi kebalik. Kalau pakai pasir gumpal kita pakai serokan yang bolong-bolong angkut pipir terus goyang-goyang di atas litter box supaya pasir-pasir yang masih bagus kembali ke kotak dan bisa dipakai lagi, untuk natural cat litter ini kebalikannya. Ambil dengan serokan bolong-bolong, angkut ke atas plastik tempat sampah baru digoyangkan. Jadi serbuk-serbuk kayu yang sudah terpakai pindah tempat dan bisa dibuang. Sedangkan untuk pup gimana, nih? Untuk pupup mereka sisa ambil dan buang ke toilet. Kalau pelet kayunya terbawa dan ikut tersiram tidak masalah karena ya itu tadi kalau terkena air kan jadi hancur..jadi tidak akan bikin saluran pembuangan air mampet. Semenjak pakai ini, gak pernah bikin tukang sampah bete lagi..hahaha. Bebauan pun hilang karena udah gak nampung-nampung eek kucing di dalam keresek yang tidak ramah lingkungan, gak sehat, dan bikin gak enak ke tukang sampah juga.

Terus, buang serbuk-serbuk kayu bekas pipisnya gimana? Oh, kalau ini gampang. Serbuk-serbuk kayu bekas pipis mereka bisa dijemur atau kalau didiamkan juga lama-lama kering sendiri kemudian bisa dijadikan pupuk. Kita pakai jadi pupuk untuk tanaman di halaman dan malah jadi tumbuh dan lahir anak-anak tanaman baru. Tanda tanahnya jadi makin sehat. Kalau udah kebanyakan kita pakai untuk jadi pupuk tanaman-tanaman di sekitar tempat tinggal kita atau dikasih ke orang yang suka nanam tanaman..bilang aja pupuk gratis, pasti gak nolak. Hehehe.. Ramah lingkungan kan?

Natural Cat Litter
Natural Cat Litter

Pokoknya setelah pakai ini saya gak pernah merasa bersalah lagi baik sama orang sekitar maupun sama lingkungan. Dan di sisi lain lebih ramah dompet juga. Dulu saya beli Van Cat pasir gumpal berat 20 kg harga Rp 200.000,- selalu habis dalam 1 bulan atau kurang lebih 30 hari. Selalu. Natural Cat Litter ini beli berat 10 kg harga Rp 125.000,- dan habisnya bisa sampai 2 bulan kurang atau sekitar 50 harian. Kalau hitung dari berat memang tampak lebih mahal. Tapi untuk sisi ekonomis berdasarkan pemakaian, malah saya menghemat jauh begitu ganti pakai ini.

 

Nah, sekarang saya mau share soal kenapa baiknya mengganti dari pasir gumpal ke pelet kayu. (Sumber: jacksongalaxy.com)

Natural Cat Litter VS Clay Cat Litter
Natural Cat Litter VS Clay Cat Litter
  1. Pasir gumpal atau clumping itu biasanya dibuat dari clay atau sejenis tanah liat. Kebanyakan di dalamnya mengandung juga silica. Silica ini biasanya tercium ketika kita menumpahkan pasir ke kotak ketika debu-debu yang sangat halusnya berterbangan. Nah, debu-debu sangat halus ini juga beterbangan tentunya ketika kucing-kucing kita garuk-garuk pasir sebelum dan sesudah melakukan “urusan” mereka. Bagian mengerikannya, silica ini diketahui punya sifat karsinogen atau bisa menyebabkan kanker kalau terhirup. Ingat silica gel? Ya, gak boleh termakan karena beracun ‘kan. Itu ada di dalam pasir gumpal anak bulu kita.
  2. Kenapa pasir gumpal bisa menggumpal? Karena ada kandungan sodium bentonite. Lihat ketika kucing kita pipis, pasir gumpal ini mulai cair dan mengeras sampai jadi seperti batu? Hal yang sama terjadi di dalam perut kucing kita ketika ada pasir yang nyangkut di kuku mereka atau di bulu mereka kemudian mereka bersihkan dengan cara dijilat.
  3. Kebanyakan pasir gumpal menggunakan pewangi atau parfum. Terlalu wangi bahkan sampai-sampai pas lagi tumpahin pasir ke kotak itu bau lavender nyereng banget nusuk hidung. Belum debu-debu yang terbang tadi. Kalau kita aja tahan nafas pas lagi menuangkan, gimana kucing yang lebih sensitif indera penciumannya? Wewangian ini bukan untuk hewan, tapi sebenarnya dibikin untuk manusianya aja. ‘Kan bukan kucing kita juga yang pilih mau bau apel, jeruk, mawar atau lavender. Kita yang pilih ‘kan. Mereka sih asal bisa buat pipis ya pakai aja. Masalahnya sekarang, bebauan ini tidak nyaman sebetulnya untuk mereka. Dan yang lebih ketipunya lagi, bau pilih bau apapun dan mau yang wanginya kecium banget pun..justru pas kejatuhan pup kucing, baunya jadi makin campur aduk atau tetep bau bau juga. Seharusnya kalau menghilangkan bau, tidak ada bau sama sekali. Bukan bau pup sama parfumnya jadi berantem gitu.
  4. Pasir clay sangat tidak ramah bagi lingkungan. Kalau pasir ini bisa bikin mampet saluran toilet kita, sama halnya terjadi ketika dibuang ke tempat lain. Saya tidak mau menggurui. Tapi ya niat kita kan menyayangi hewan kita dan memberikan toilet yang nyaman. Masa kita malah nyiksa temen-temen mereka yang liar dengan merusak lingkungan? Clay ini sifatnya non-biodegrable atau dengan kata lain merupakan jenis sampah yang tidak bisa terurai secara proses biologis. Jadi itu pup dan pipis kucing yang dikeraskan oleh pasir ini aka nada di bumi jauh lebih lama dari usia kucing dan bahkan kita selama hidup di bumi.

 

Sekarang bagaimana dengan zeolite? Saya tidak ada pengalaman dengan zeolite. Tapi ide pemakaian pasir berulang, harus dicuci-jemur tanpa ada jaminan kembali higienis, belum lagi pipis dan pup yang pasti terinjak-injak kalau belum dibersihkan sepertinya sudah cukup alasan untuk saya menolak menggunakan zeolite.

Cat or Pets Types of Litters
Cat or Pets Types of Litters

Saya tahu banyak yang terbeban di sisi ekonomi dan saya mohon maaf kalau ada yang tersinggung dan merasa “ya situ ada duit, saya kan engga”. Nah, tapi kalau sudah berpikiran begitu..ada baiknya dari awal tidak perlu memelihara hewan. Memelihara hewan itu komitmen. Pengeluaran tidak akan sedikit. Kita pun berjanji menyediakan yang terbaik untuk mereka agar hak-hak mereka setidaknya terpenuhi semua. Kalau dari sisi ekonomi saja gak sanggup, baiknya jadi OTA (Orang Tua Asuh) untuk shelter dulu saja. Murah hanya Rp 50.000,- per bulan sedangkan memelihara satu kucing saja kalau dirawat betul-betul pengeluarannya akan jauh di atas itu. Saya gak bilang saya sudah betul merawat kucing-kucing adopsi saya..saya juga masih banyak belajar dan kurang di sana sini. Kita juga kewalahan karena berakhir dengan memiliki jumlah kucing jauh lebih banyak dari yang kita sanggupi. Tapi kita berusaha, setidaknya untuk kucing adopsi kita, seluruh haknya tercukup dan dibiayai oleh dana yang kita punya sendiri tanpa harus membebani orang lain. Karena peliharaan kita, tanggung jawab kita. Selamat mencoba, semoga informasi kali ini membantu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s