Princess Kibbles Review

Review lagi, yuk.

Sebetulnya bukan review sih tapi mungkin lebih ke sharing-sharing aja, ya.

 

Ada yang pernah kasih pakan kucingnya kibbles merk Princess? Jadi ternyata ada dua brand pakan kucing yang namanya Princess. Satu dari Filipina, satu lagi dari Qormi, Malta. Nah, yang saya mau bahas sekarang adalah makanan kucing kering merk Princess yang dari Qormi, Malta.

 

Suka ada yang nanya, “Kak, kasih makan kucing-kucingnya apaan?” Biasanya saya jawab,”dryfood” Hahaha. Bener tapi ‘kan? Tapi saya gak bisa spesifik sebut merk apa karena kita ganti-ganti. Modal seadanya jadi ya kasih pakan kucing dryfood yang lagi murah aja. Dan lagian kalau dikasih yang sama terus suka jadi bosenan dan akhirnya gak dimakan. Walau sebetulnya kata dokter hewan gak bagus ganti-ganti makanan karena takut jadi mencret atau sakit. Tapi kalau beli yang sama terus suka jadi mubazir karena gak dimakan dan di sisi lain biasanya kalau beli yang sama terus-terusan mereka jadi laku terus harganya jadi mahal. Huu….

Makanya di blog jbscat sini saya bikin sharing soal pakan kucing ini ya supaya pada tahu makanan apa aja yang pernah kita coba kasih ke kucing-kucing di sini.

Princess Monocolour Catfood 20kg
Princess Monocolour Catfood 20kg

Setelah liat penampakannya, ada yang ngerasa pernah beli dan kasih makan kucing ini gak? Kalau ada boleh tambahan cerita pengalamannya ya di kolom komentar selama kasih ini.

 

Satu sak kibbles Princess ini beratnya 20 kg dan kita beli harganya Rp 420.000,-. Nemu di shopee (base Jakarta) ada yang jual eceran per pak isi 1 kg harganya Rp 30.000,- kali-kali ada yang mau coba dulu. Kurang lebih harga dan kelasnya kayanya sama dengan Felibite, ya (sudah pernah dibahas di sini). Kenapa saya ganti dari Felibite soalnya di pet shop langganan dulu tempat saya beli Felibite harganya naik terus terakhir bisa Rp 500.000,- satu sak (20 kg). Hiks.

Tapi sedikit tips aja ya soal makanan kucing. Saya tahu yang saya kasih untuk streetfeeding juga bukan yang top dan paling sehat. Bagusnya kan kasih yang holistic, ya tapi kalau untuk 40-an kucing per hari kasih holistic semua sih musti jadi billionaire dulu saya. Tapi ini saran aja ya untuk yang kantongnya pas-pasan kaya kita tapi gak mau nunggu untuk berbagi dan berbuat baik: kalau beli dryfood baiknya pilih yang warnanya natural atau cokelat semua. Jangan yang warna warni. Kucing makan gak perlu pewarna atau lucu-lucuan. Manusia aja sekarang mulai pada makan tanpa pengawet dan pewarna. Baiknya untuk kucing, minimal, jangan beli lagi kalau pas buka bungkus eh nyatanya kibbles-nya warna pelangi. Ini permen apa pakan kucing? Mau kasih makan kucing apa anak TK?

Bebe (@jbscat streetfeeding)
Bebe (@jbscat streetfeeding) eating Princess kibbles

Kibbles Princess ini muncul beberapa kali di Instagram @jbscat pas lagi streetfeeding. Bentuk kibble satuannya sedang. Gak terlalu kecil tapi gak gede banget juga jadi pas lah. Semua kucing doyan dan suka juga. Di website resmi merknya (http://petprinces.com), jenis makanan ini namanya Princess Monocolour 20 kg. Jadi warnanya semua sama dan warnanya natural (seperti yang bisa dilihat di foto). Untuk kandungan dan analisis nutrisi per kg-nya adalah:

Ingredients:

15% min wheat, 14% min chicken meal, 5% min corn, 4% min wheat bran/rice, animal fat, beet pulp, hydrolysed chicken liver, salmon oil, minerals

Analysis per kg:

Gross protein 30% (min 27%), Gross fat 10% (min 8.5%), Gross ash 8% (max 8.8%), Humidity 9% (max 9.9%), Gross fibre (max 2.7%), Calcium (min 1.5% – max 1.6%), Phosphorus (min 1.1%)

Gahar (@jbscat streetfeeding)
Gahar (@jbscat streetfeeding) eating Princess kibbles

Kalau soal cek pubnya sih saya gak bisa tahu ya soalnya kan ini buat streetfeeding jadi gak pernah keliatan ini kucing-kucing yang stray pub-nya gimana. Tapi selama kasih ini, karena dibarengi pemberian suplemen dan vitamin juga, kucing-kucing aman-aman aja. Gak ada yang jatuh sakit atau ogah dikasih makan ini. Jadi menurut kita sih ini oke juga lah buat dikasih makan.

 

Satu-satunya kekurangan dari Princess ini adalah rentan akan kutu. Kenapa? Karena bungkus yang dipakai oleh mereka bukan karung jait atau karung plastik kaya kebanyakan dryfood lain, tapi dia pakai karung kertas. Sebetulnya dia kuat dan kita lebih suka packaging-nya di awal. Tapi ketika pembelian karung ketiga, pas dibuka kok ada kutu dan telur-telurnya. Sampai beberapa kali complain ke pet shop dan memang diganti sih sama mereka (harusnya memang begitu). Cuma kan sayang aja ya padahal belum tanggal kadaluwarsa tapi udah harus dibuang karena berkutu. L Kata pegawai pet shop sih karena bungkus luarnya hanya karung jadi kutu lebih gampang masuk. Apalagi ini dikirimnya lebih jauh kan karena produk luar negeri di luar ASEAN. Jadi kalau sampai ada yang pesan atau beli, baik di toko maupun online, pastiin cek ada kutu atau gak dan kalau sampai ada pastikan dulu bisa minta ditukar gak dengan yang baru.

 

Semoga membantu, ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s