Sasa the child & Sapi the pit bull

Yesterday, a tragedy happened. An 8-year-old child died after got “attacked” by a dog, pit bull dog to be exact, at Malang city, Indonesia. One might have think that this is the dog’s fault. But, is it? I believe that animals know nothing about good and bad or right and wrong. All they want to do is to live and to survive. Hence, all they have is their survival instinct. Pit bull always have a bad rep in people’s eyes because some bastards took advantages from them and used them for money in a dog fight, making the dogs aggressive. It’s saddens me that the tragedy happened in my own country. I’m afraid the incident will become a strong push for people to do animal abandonment, animal abused, and for not adopting any animal into the family. I believe that people outside Indonesia who have long been in a dog lover community is still fighting the battle for pit bull. And I know you guys understand that pit bull is NOT cruel and they’re NEVER bloodthirsty. I don’t understand as much as you about dogs but I took some reading about them and decided to make this post. I hope many people who understand Bahasa would not judge a dog’s behavior from their race but rather from their “master’s”. This is never about the dog. This is about us.

 

 

Pertama-tama saya hendak mengucapkan turut berduka cita bagi keluarga dan kerabat dari Ramisya Bazighah, 8 tahun, yang meninggal karena kecelakaan yang melibatkan seekor anjing bernama Sapi. Dari awal saya dikirim berita tentang kejadian ini, saya kaget dan berduka untuk keduanya. Baik Sasa maupun Sapi, keduanya merupakan korban. Sasa sudah pergi ke Surga sedang Sapi di sini.

Saya cukup yakin banyak doglover maupun orang-orang yang memelihara anjing mendapatkan “saran” atau “masukan” untuk mempertimbangkan ulang kepemilikan anjingnya setelah terjadinya kasus ini. Terutama untuk yang punya anjing pitbull. Saya harap tidak ada yang terpengaruh dan tetap bertahan. Karena sekali lagi, ini bukan soal anjingnya tapi soal manusianya. Kemarin pun bahkan Melanie Subono LIVE di Instagram bahas soal ini. Tapi sayangnya karena saya ada urusan, saya tidak bisa nonton. L

 

Supaya lebih jelas, saya akan berbagi di sini soal pitbull. Saya gak terlalu paham soal anjing memang tapi saya pernah bertemu pitbull. Teman saya memelihara pitbull dan saya pergi bersama dia ke taman menemani dia dan anjing-anjingnya jalan-jalan. Apa saya digigit? Tidak. Justru pitbull teman saya pendiam dan pemalu sekali. Jadi, kalau ada yang bilang di depan saya pitbull itu anjing buas atau galak atau agresif, pasti saya bilang”sok tahu.” Karena biasanya yang ngomong gitu gak pernah ketemu macam-macam anjing atau bahkan aslinya penakut jadi untuk menutupi rasa malunya karena takut sama anjing, dia nyalahin anjingnya deh bilang galak. Hehehe..

 

Nih, informasi pertama ya yang saya dapat dari blog-nya orang:

Konsep dasar memelihara pitbull, menurut pandanganku sih, adalah pertama kita harus mengerti mengenai ciri/corak/ sifat dari temperamen anjing yang kita pelihara (meski sama-sama jenis pitbull namun dapat saja berbeda temperamennya, maka jika kita mengadopsi anjing dengan temperamen yang agak tinggi maka harus segera diturunkan) agar pembentukan karakternya ketika dewasa dapat menjadi pitbull yang baik.

Pitbull lebih baik dibentuk karakternya sesuai dengan sifat aslinya yaitu anjing yang PEMBERANI, namun loyal, familiar, stabil terhadap gangguan jahil dari anak-anak, orang tak dikenal, tamu dan hewan lainnya.

Mereka tidak pantas dan tidak layak diperlakukan sebagai “alarm dog” atau “aggressive-dog”, karena itu bukan tabiat aslinya. Lebih baik tetap menjadikan pitbull sebagai anjing rumahan (seperti Golden Retriever) yang menyayangi anak kecil, tamu kita, anggota keluarga, dan orang tak dikenalpun sebatas orang yang tak dikenal itu tidak berbuat kejahatan, karena memang seperti itulah sifat dasar Pit Bull.

Sayangnya beberapa orang tidak suka dengan sifat Pit Bull yang disalahdidikan seperti itu sih, sehingga mereka merubahnya dengan cara provokasi, agresifitas ditingkatkan, emosi dinaikkan, dsb agar anjingnya dapat segalak anjing penjaga (contoh: Dobermann) yang telah dilatih khusus sebagai anjing penjaga pabrik. Mereka tidak menyadari berbagai kemungkinan yang terjadi, dan mereka tidak percaya bahwa sebenarnya pitbull tanpa perlakuan seperti itu justru lebih baik, karena pitbull mempunyai insting/ naluri alami untuk melindungi keluarganya (Natural Guardian).

 

Dan saya pun menemukan artikel tentang 10 keistimewaan anjing pitbull yang di beberapa poin-nya berkata:

 

American Temperament Test Society menciptakan standar penilaian untuk menentukan kepekaan terhadap rangsangan, agresi, dan keramahan di antara ras-ras anjing. Menurut lembaga itu, setiap anjing yang menunjukkan agresi, penghindaran terhadap manusia, atau kepanikan dianggap gagal lulus tes. 86 persen dari 772 anjing pit bull yang diuji dinyatakan lulus, lebih tinggi dibandingkan 82 persen anjing golden retriever yang lulus tes. (Yang artinya, secara rata-rata pit bull merupakan anjing yang ramah dan stabil. Bukan agresif maupun pemarah.)

 

Otot rahang anjing pit bull lebih lebar dan panjang dibandingkan dengan ras lain. Hal ini menjadikan rahang pit bull sangat kuat. Bertentangan dengan mitos populer, rahang anjing pit bull sebenarnya tidak dapat mengunci.

 

Pit bull terkenal sebagai anjing ulet, baik saat memburu kelinci atau menggali melalui pagar. Jenis ini suka bekerja keras dan menyenangkan pemiliknya. Sayangnya, pemilik yang tidak bertanggung jawab atau jahat dapat menyalahgunakan sifat-sifat ketekunan dan kesetiaannya untuk tujuan negatif, seperti bertarung.

 

Pada awal abad ke-20, pit bull meraih gelar, “anjing pengasuh” karena toleransi dan afinitas mereka terhadap anak-anak. Konsep ini ditegaskan oleh Petey, pit bull dalam serial TV Little Rascals.

 

Kecerdasan tingkat tinggi merupakan karakteristik kunci dari setiap pit bull yang dibesarkan dengan baik, menurut UKC dan Dog Breed Info.

 

Beberapa peranakan anjing dikenal karena independen, bahkan menyendiri, tapi tidak demikian dengan pit bull. Menurut deskripsi registri UKC, pit bull terrier adalah anjing sosial yang sangat membutuhkan kontak, pujian, dan interaksi dengan manusia. Jika anjing yang mencintai interaksi dengan manusia seperti pit bull dijauhkan dari kehidupan sosial, maka ia akan mengembangkan perilaku yang tidak diinginkan, seperti kecemasan, agresi, dan depresi.

 

Saya rasa dua sumber tadi cukup untuk menjelaskan bahwa anjing tidak pernah agresif karena itu bukan sifat alaminya. Didikan dan perawatan yang salah atau kurang tepatlah yang menjadikan anjing berperilaku buruk. Saya rasa hewan domestik seperti anjing dan kucing itu sama seperti anak-anak. Ketika mereka berbuat salah, mereka tidak sepenuhnya salah. Yang harus disalahkan adalah orang tuanya.

Yah, inilah sedikit dari saya. Saya harap kejadian ini tidak dijadikan kesempatan emas oleh para oknum-oknum pembenci anjing dan orang-orang yang suka menyiksa hewan. Maka yang terutama yang harus dilakukan adalah terus belajar supaya kita bisa menjelaskan juga ke orang lain bahwa dunia ini bukan punya manusia saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s