Soal Memandikan Kucing

On this post I will discuss about showering or bathing a cat. Is it necessary, is it harmful, and other stuff. I write it in Bahasa since I think this post will relate more to people here. Cheers and have a nice day!

 

Sebelum memulai pembahasan soal mandi memandikan kucing, saya rasa saya harus memberitahu bahwa saran dan sharing yang saya bagikan di sini bukan merupakan hasil ke-sotoy-an saya pribadi saja. Tapi ini hasil dari pengalaman, ilmu dari dokter hewan serta diskusi dengan berbagai pecinta kucing serta cat rescuer. Jadi, untuk yang tidak setuju ya saya tidak memaksa kok. Ini hanya sekedar berbagi. Kalau tidak mau diterima ya tidak usah.. Hihihi.

 

Kebanyakan follower Instagram @jbscat tahu Jelly pasti, ya.. Jelly itu waktu pertama ditemukan terdampar di depan rumah saya sedang sekarat itu pada 1 Februari 2013 (2013 ya kalau gak salah sih.. kalau gak 2013 ya 2012..hahaha lupa!). Pada saat itu usia dia masih kurang dari 1 bulan. Dari mencoba menolong, dia selamat dan melalui masa krisis, diberi makan di depan rumah, dan akhirnya berujung dia menjajah masuk rumah dan jadi anggota keluarga. Di usianya yang paling hanya baru 2 bulan, saya yang pada saat itu tidak tahu banyak soal merawat kucing akhirnya memutuskan memandikan Jelly karena Ibu saya bilang kalau Jelly mau di dalam rumah ya harus dimandikan supaya bersih. Saya googling dan katanya kalau mau memandikan kucing yang aman dan murah ya pakai shampoo bayi. Saya beli shampoo bayi, mandikan Jelly dengan air hangat cenderung panas di pagi hari, mengeringkan dia dengan menjemur dia di bawah terik matahari. Pada masa itu saya bisa memandikan Jelly 2 hari sekali. Dan semakin dia besar semakin panjang waktu jeda antara mandi yang saya lakukan. Seminggu sekali. Kemudian sebulan sekali.

 

Pada masa itu Jelly sering terlihat menggaruk garuk badannya. Saya bingung padahal sering mandi kok gatel ya dia. Ketahuan lah dia ternyata berkutu. Pergilah saya ke pet shop dan menanyakan bagaimana penanganan kucing berkutu. Kata masnya dimandikan dengan shampoo khusus kutu kemudian diberi bedak khusus mengusir kutu supaya gak balik kutu-kutunya. Belilah saya dua benda yang disarankan tersebut dengan kocek sendiri tentunya. Apa kutunya Jelly sembuh? Ternyata gak juga.. Mandi pertama, kedua, ketiga. Ya kutunya datang dan pergi saja gitu. Saya pikir ya normal kali karena Jelly keluar masuk rumah kan.

 

Sampai suatu hari Jelly botak. Muncul pitak di kepalanya dan makin bertambah pitaknya di paha, perut dan badan. Saya pikir akibat bergelut dengan jantan lain jadi ya saya biarkan. Masuk ke permandian berikutnya, setelah dimandikan ternyata besoknya di bagian pitak muncul putih-putih dan ketika saya pegang halus sekali. Jelly pada saat it uterus menggaruk badannya penuh semangat seperti gatal. Pergi lagi saya ke pet shop membeli shampoo kucing khusus jamur (sekali lagi, dengan uang jajan tabungan sendiri..pada masa itu saya masih kuliah soalnya). Saya mandikan Jelly. Jamurnya hilang, Jelly gatalnya berkurang, tiba-tiba muncul lagi beberapa hari kemudian. Dia semakin gatal dan mulai berdarah akibat garukan. Saya bawa Jelly ke pet shop untuk mandi jamur. Jujur, pada masa itu saya belum terbiasa bawa kucing ke dokter hewan karena saya pikir lebih mahal dan saya malas mengantri. Makanya saya lebih memilih ke pet shop. Di pet shop saya tinggal Jelly selama 2 jam untuk dimandi jamur yang biayanya mahal (3x lebih mahal dari mandi biasa di pet shop). Saya jemput Jelly dan saya tanya ke masnya apa Jelly pasti sembuh. Mas-mas pet shop-nya bilang kalau mau sembuh harus mandi jamur 3x kali lagi. OMG. Pada saat itu sih uang segitu rasanya sudah habis-habisan buat Jelly. Jadi saya diskusi sama partner saya, kata dia ya lihat perkembangan Jelly kalau sampe masih jamuran dibawa saja ke dokter hewan.

 

Dan ternyata jamur itu kembali lagi. Ya sudah dibawa lah ke dokter hewan. Nah, ini bagian pentingnya. Dokter hewannya tanya ini dimandiin ya kucingnya? Saya jawab iya sering saya mandiin. Kemudian dokter hewannya diam saja. Saya kan kepo ya takut salah juga dan pengen belajar juga jadi saya nanya,”Harusnya kalau mandiin kucing memang gimana ya, Dok? Ini jamurannya karena dimandiin kah?? Saya udah pakai shampoo kucing loh padahal.” Dokternya kemudian bilang begini:

 

“Kucing itu sebetulnya tidak perlu dimandikan juga sudah bersih. Air liur kucing itu mengandung antiseptik yang membunuh kuman-kuman dan lidahnya bergerigi seperti sisir. Jadi ya dengan dia grooming sendiri otomatis pasti sudah bersih sendiri. Memandikan kucing dengan air dan shampoo malah beresiko membawa penyakit kulit jika tidak dikeringkan sempurna. Bisa juga kucingnya malah jatuh sakit. Dan membuat bulu dan kulit kucing tidak sehat karena shampoo menghilangkan minyak yang dihasilkan pori-pori kucing untuk melindungi suhu dan kelembaban kulitnya.”

 

Jeng jeng jeng~

 

Sepulang dari dokter hewan, Jelly diberikan obat makan untuk membunuh jamur-jamur di badannya (reep dari dokter hewan) dan saya memandikan Jelly jadi 4 bulan sekali kalau dia kecebur got saja. Setelah saya steril Jelly dan Jelly semakin dewasa, dia sudah tidak pernah cedera maupun kecebur got. Masih suka dekil-dekil tapi saya pikir wajar karena bawaan dia yang preman dan liar jadi saya diamkan. Sudah lewat setahun hingga sekarang saya tidak pernah memandikan Jelly dengan air lagi. Hasilnya? Jelly tidak pernah jamuran lagi. Kutu juga bisa dibasmi tanpa mandi, pakai obat kutu saja yang pernah saya bahas di post sebelumnya di sini.

 

Soal mandi memandikan kucing ini pun pernah dibahasa sama Mbak Vivi @rumahsteril di Instagram dulu. Saya pun komen di sana dan mbak Vivi setuju bahwa tidak baik memandikan kucing dengan air, walau airnya hangat ya tetap saja. Saya sekarang sudah penganut anti mandi buat kucing (kecuali emergency, ya). Nana, Nami, Petay, dan PJ sedari lahir tidak pernah saya mandikan tapi sekarang mereka merupakan kucing adopsi di rumah saya yang paling bersih malahan. Jelly malah dekil kemungkinan karena dulu sering dimandiin jadi malahan malas baffing sendiri sekarang.

 

Ini saya akan coba rangkum dalam bentuk poin-poin ya supaya lebih jelas kenapa lebih baik tidak memandikan kucing, terutama jika kucingnya masih usia di bawah 6 bulan alias masih bayi atau kitten:

 

  1. Kucing (apalagi anak kucing) sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Memandikan mereka sama dengan mengubah-ubah suhu lingkungan dan badannya secara esktrim. Dari suhu ruang, ke hangat cenderung panas (air), ke dingin (basah-basah dijemur) dan kembali lagi ke panas berangin (di-blower atau dryer). Saya beruntung Jelly kuat badannya sehingga masih bisa survive sampai sekarang. Kebanyakan kasus kucing tidak kuat dan jatuh sakit. Makanya jangan heran kalau ada orang cerita habis memandikan kucingnya kemudian kucingnya meninggal. Kucing sehat saja bisa jatuh sakit mendadak karena dimandikan, apalagi kucing sakit.

 

Seringkali kita tidak tahu kucing sedang sakit apa tidak, jadi jangan ambil resiko dengan sebentar-sebentar memandikan. Kalau kucing, apalagi anak kucing, baru ditemukan atau sedang sakit..JANGAN DIMANDIKAN. Itu namanya nyiksa. Kalau gak tau pasti kucingnya sehat atau gak, jangan macem-macem, deh biarin aja dia dalam keadaannya seperti itu. Kalau mau pun dilap saja dengan lap yang dibasahkan dengan air panas. Di usap-usap badannya kemudian dikeringkan dengan lap kering hanya untuk membantu membersihkan kotoran yang paling luar dan untuk merangsang supaya dia mau grooming sendiri. Apalagi udah tahu sakit, kalau masih mandiin juga sih nyiksa namanya bukan mau nolong.

 

  1. Kucing sudah bersih, mandi dengan air hanya sugesti manusia saja. Kucing itu hewan yang bersih dan genit dan centil. Habis makan dia cuci muka cuci tangan. Sebelum tidur dia mandi sebadan-badan. Buat yang punya kucing pasti perhatiin juga kebiasaan kucing begini. Dan seperti tadi di awal dokter hewan saya bilang, liur kucing sudah ada antiseptiknya sendiri. Jadi dengan dia jilat-jilat, bakteri jahat dan kuman-kuman langsung K.O. sendiri.

 

Sekarang gimana kalau kutuan? Nah, kalau berkutu sih dari pengalaman saya dimandikan malah makin banyak karena kutu suka tempat lembab dan benci tempat kering. Jadi biasanya saya kasih saja obat kutu seperti Revoution atau Frontline (seperti yang sudah pernah dibahas sedikit di sini) kemudian biarkan kucingnya berjemur di bawah matahari sendiri. Beri obat kutunya harus sesuai dosis loh, ya. Kucing itu pintar. Gak perlu dianggap bego. Dia tahu dia berkutu makanya dia akan cari tempat kering dan panas supaya kutu-kutunya kabur. Nah, manusia yang kadang sok tahu ya malah mandi-mandiin kaya saya dulu.. Hehehee. Kalau untuk bayi kucing kan berbahaya ya kalau sampai berkutu..tapi kan dimandiin juga katanya gak boleh, jadi gimana? Kalau saya sih biasanya balur VCO ke badan bayi kucing, jemur di bawah matahari pagi. Malamnya pakaikan bedak anti kutu. Ulangi sampai kutu-kutunya hilang. Manjur, ampuh, murah, dan gak perlu beresiko kematian karena memandikan anak kucing dengan air.

 

Terus gimana kalau jamuran? Kalau kata mas pet shop sih mandi jamur 4x ya yang super mahal itu. Hahaha.. Tapi tahu gak mandi jamur itu diapain? Saya pernah nanya ke masnya yang mandiin. Mandi jamur itu, ada ember besar disediakan obat jamur. Kemudian kucing kita direndam puluhan menit di ember isi air dengan campuran obat tersebut. Baru dimandikan. Kemudian rendam lagi. Kasian ‘kan? Udah tahu kucing takut air dan gampang kedinginan. Pas saya tahu Jelly digituin padahal saya udah bayar mahal-mahal sih..saya ogah bawa kucing mandi jamur lagi, ya. Kasian. Jadi kalau jamuran sih biasanya saya bawa ke dokter hewan..di sana biasanya dikasih resep makan. Kalau sama dokter hewan saya sih, ya. Ada dokter hewan yang malah menyarankan mandi jamur. Ya keputusan saya kembalikan ke pemilik hewan. Kalau saya sih dikasih VCO saja jamurnya dan kucingnya, kalau belum sembuh baru ke dokter hewan buat minta resep obat makan.

 

Tapi ya soal jamur itu kenapa kucing jamuran karena kulitnya lembab atau tidak kering sempurna. Jadi misal habis dimandikan tapi tidak dikeringkan dengan sempurna (makanya tidak bisa hanya dijemur tapi harus pakai blower bagusnya ketika pengeringan) atau kucing kejebur/kehujanan tapi karena satu dan lain hal tidak bisa megeringkan badannya (misal karena cuaca terlalu dingin atau kucingnya sakit). Nah, sudah tahu jamur disebabkan karena dua hal tersebut, masa menyembuhkannya dengan kasih air lagi ke badannya.

 

  1. Memandikan kucing malah beresiko membawa berbagai penyakit kulit pada kucing. Karena seperti yang saya bilang. Memandikan dengan air dan shampoo menghilangkan minyak alami yang dihasilkan tubuh kucing dan mengambil kelembaban kulit serta kilau bulu mereka yang didapat dari minyak tersebut. Sering memandikan ya bulu dan kulit mereka malah cenderung jadi lebih bermasalah dan jelek.

 

Jadi, solusi kesehatan dan kebersihan kucing bukan dengan memandikan. Tapi ya dengan menjaga mereka tetap sehat. Kucing yang sehat otomatis pasti bersih. Sering memandikan dengan air malah bikin mereka malas grooming sendiri seperti yang saya alami dengan Jelly. Semoga ini bermanfaat dan tentunya membuat lebih praktis ya jadi gak perlu heboh-heboh di kamar mandi coba mandiin. Hehehe..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s