Tentang Animal (Cat) Hoarding

This time I will share about animal hoarding. I write it in Bahasa because looks like many Indonesian people does not yet familiar or understand about how dangerous and abusive hoarder can be. And how hoarder is struggling and suffering from mental sickness. As for people who can’t read Bahasa, I will share here a couple of link for you guys to read about animal hoarding. I use these as a source:

“Animal Hoarding” by Anxiety and Depression Association of America (ADAA).

Can You Have Too Many Cats?” by Care2.com.

“How Many Cats Are Too Many?” discussion board at GardenWeb.com.

“How Many Cats Are Too Many?” by PetPlace.com.

“How Many Cats Fit in Any Given Home? We Ask 2 Expert” by catster.com.

 

Saya pernah bahas soal animal hoarding di Instagram @jbscat dulu beberapa kali. Baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Lucunya ketika saya menulis dalam Bahasa Inggris, tidak ada tanggapan negatif yang masuk. Semua setuju dan sepaham. Namun ketika saya menulis dengan Bahasa Indonesia, mulai ramai terjadi kehebohan. Bahkan ada akun yang saya rasa dipegang oleh seorang wanita dan akunnya pun dikunci (private) yang tiba-tiba masuk ke post di mana saya membahas soal animal hoarding dengan menggunakan Bahasa Indonesia tersebut dan marah-marah gak karuan. Hahaha. Tapi gak lama setelah saya balas-balas terus komentar dia, entah dia hapus komentar-komentarnya atau dia mem-block @jbscat di Instagram ya. Yah yang manapun yang dia lakukan rasanya saya sudah biasa digituin, kok… Aku mah gapapa da bener… *nangis di pojokan*

 

Dari situ saya sadar bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia mungkin belum paham atau bahkan familiar dengan istilah hoarder atau animal hoarding. Banyak yang tiba-tiba muncul di komentar dan mengatakan saya melakukan fitnah padahal saya tidak menyebut siapa-siapa dan saya hanya membagikan informasi. Banyak yang marah dan mengatakan saya bisa dibawa ke polisi atas pencemaran nama baik yang tidak saya lakukan juga karena saya tidak menyebut nama siapa-siapa. Entah dari mana orang-orang ini datang dan kenapa mereka sensitif sekali sehingga menyebut saya melakukan penuduhan hanya Tuhan yang tahu ya.. saya pun sudah lelah mencari tahu toh buat apa juga. Hahaha. Saya sudah menjawab komentar dengan mengatakan ini hanya berbagi edukasi dan informasi tentang fenomena yang biasanya terjadi di kalangan pecinta hewan yang “salah kaprah”. Bahkan kalau mau modal kuota internet sedikit, bisa kok baca-baca banyak sekali informasi tentang ini di internet. Eh..saya jawab begitu malah saya dibilangnya bodoh dan sok tahu. Ah ojan ya sakit kepala.. Tadinya gak mau bahas karena takut nanti pada marah-marah lagi tapi mumpung saya lagi suka baca-baca tentang hoarding (yang bukan hanya hewan, tapi barang-brang juga) dan ternyata ini isu yang cukup penting dibahas supaya semua tahu dan lebih mengerti sedikit, ya. Jadi kali ini saya akan coba berbagi tentang animal hoarding supaya sama-sama tahu. Walau sedikit tapi modal ilmu ini penting sih menurut saya terutama untuk orang-orang yang sangat mendukung animal welfare.

 

APA ITU ANIMAL HOARDING?

 

Istilah “animal hoarding” atau dalam Bahasa Indonesia-nya itu “penimbunan hewan” merajuk pada kebutuhan obsesif untuk mengambil, mengumpulkan serta memiliki hewan dengan alasan merawat yang biasanya berakhir dengan pengabaian atau penyalahgunaan atau penyiksaan secara tidak sengaja atau tidak disadari. Ingat, ya di akhir ada kata-kata “tidak sengaja” atau “tidak disadari”. Ini yang harus kita selalu ingat bahwa hoarder tidak akan pernah mengaku atau menyadari bahwa dia melakukan animal hoarding.

 

Pelaku animal hoarder merupakan korban dari niat baik mereka sendiri. Berakhir dengan mengalami rasa kewalahan secara emosional, terisolasi secara sosial, dan teralienasi dari keluarga maupun teman-teman. Harus diingat bahwa teman-teman yang diajak ngobrol via chat atau online tidak termasuk hubungan sosial yang nyata, ya. Hohoho. Tindakan ini menghasilkan penderitaan yang sangat besar baik bagi hewannya maupun pada manusia yang melakukannya. Dan biasanya pada akhirnya menjadi beban dan masalah besar yang harus diselesaikan oleh shelter hewan maupun pemerintah (untuk di negara-negara yang sudah lebih maju dan paham soal animal welfare biasanya).

 

TENTANG HOARDER

 

Penimbun hewan atau animal hoarder memiliki masalah-masalah yang berhubungan dengan:

-. Memperoleh atau mengambil hewan,

-. Menangani hewan,

-. Mengelola hewan,

-. Menyingkirkan atau melepas hewan.

 

Penimbun hewan (hoarder) memiliki segala niat untuk merawat hewan-hewan tapi mereka memiliki berbagai kesulitan dalam mengorganisir dan tidak fokus untuk mengurus area ruang hidup yang digunakan sehingga tempat mereka tinggal menjadi sangat berantakan dan biasanya penuh dengan sekresi hewan (pup dan pee). Hoarder memiliki kesulitan untuk melepas pergi hewan atau bahkan benda karena mereka sangat sulit untuk memutuskan perkara kecil, sebagai contoh adalah: “Apakah kucing ini merupakan favorit saya atau bisa saya lepas adopsi saja?” Hoarder pun memiliki masalah yang berhubungan dengan kenangan atau mengingat sesuatu sehingga mereka merasa bahwa mereka tidak akan bisa mengingat sesuatu kejadian atau hal jika tidak ada “benda”-nya. Hal itu yang membuat mereka menumpuk-numpuk barang maupun hewan dengan dalih untuk menyimpan kenangan.

 

Hoarder memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan hewan-hewannya. Hoarder menghindari rasa sakit dari melepas kepergian akan sesuatu yang dirasa penting atau spesial, walau keadaan lingkungannya kacau dan dia hidupnya jauh dari rasa nyaman. Sama seperti penimbun barang (object hoarder), penimbun hewan (animal hoarder) percaya bahwa sesuatu yang ditimbunnya harus disimpan untuk acara penting..walau “acara” atau momen penting tersebut tidak akan pernah terjadi. Hoarder membayang-bayangkan hari bahagia di mana dia menyembuhkan dengan cinta dan merawat dengan baik hewan-hewannya tanpa mau menerima kenyataan bahwa ada bahaya besar yang menanti diakibatkan memiliki terlalu banyak hewan.

 

Jadi biasanya hoarder hewan itu mengambil hewan ke rumahnya dengan segala niat baik yang dia miliki. Tapi dia gak sadar akan ketidakmampuannya untuk memberikan rumah yang layak bagi hewannya. Dia membayangkan hewan ini akan hidup sama dia sampai tua, bahagia bersama, hewannya sehat dan bahagia karena dicintai, dan dia merasa berjasa dan bahagia akan pikiran-pikiran tersebut. Padahal pada kenyataannya kapasitas dia untuk memberikan kehidupan yang layak dan penuh kebahagiaan untuk hewan ini tidak ada. Hal ini berujung pada kekacauan dan penderitaan baik bagi si hewan maupun si manusianya. Tapi hoarder biasanya tidak mengakui bahwa dia sedang melakukan hoarding. Ya karena itu tadi.. dia justru merasa berjasa dan ketika kekacauan terjadi yang dia bisa lakukan hanya pasrah pada keadaan karena mereka rasa inilah takdir. Hoarder tidak akan melakukan refleksi diri dan berusaha memperbaiki kebiasaannya untuk “menimbun” sehingga dia akan mengulang perbuatannya dan melakukan hal yang sama. Hasil akhirnya akan mirip dan akan terus terjadi. Biasanya terjadi wabah penyakit, kematian mendadak tanpa diketahui sebab, atau kematian akibat sakit penyakit yang sebetulnya bisa dihindari jika orangnya memberikan perawatan dasar minimal (contoh: obat cacing, obat kutu, dan steril). Manusianya pun pasti mengalami stress dan hidupnya berantakan.

 

Studi tentang animal hoarder menunjukkan bahwa kebiasaan menimbun ini muncul biasanya setelah mereka mengalami sakit parah, disabilitas, kematian dari pasangan hidup atau setelah mengalami kesulitan di dalam hidup. Mereka memandang hewan sebagai sumber utama dari rasa cinta. Dan hoarder selalu menekankan seberapa besar dia telah memberi dan seberapa besar dia menerima cinta dari hewan-hewannya. Mungkin sebagai contoh ya dia suka berkata:

“Gak makan demi anak-anak bisa hidup..soalnya cuma mereka yang mengerti aku.”

“Saya gapapa gak bisa jajan atau hang out yang penting anak-anak ini bahagia soalnya kebahagiaan mereka adalah kebahagiaanku.”

“Makan mie instan terus gak masalah, uang habis gak masalah yang penting anak-anak hari ini makan enak. Manusia suka jahat tapi anak-anak ini gak pernah..mereka merupakan rejeki buat saya.”

“Gak tidur udah 3 malam karena setiap malam harus ngelonin anak kucing…tapi gapapa nanti kamu udah besar jadi anak manis yang manja ya, nak…”

 

Di atas cuma beberapa contoh, ya. Saya rasa berkorban itu baik tapi ada batasnya juga. Saya juga berkorban untuk kucing-kucing adopsi saya tapi saya juga harus sadar bahwa kesehatan saya itu penting untuk mereka. Kalau saya gak makan (kecuali lagi puasa) atau makannya cuma mie instan terus atau gak tidur, saya jatuh sakit dan siapa yang urus mereka? Semua orang pernah makan makanan murah dan tidak bergizi. Semua orang pernah berusaha sampai kurang jam istirahat. Semua orang pernah berkorban besar untuk orang atau manusia yang mereka sayang, kok. Tapi jangan berlebihan. Sadar diri.

 

Dan sejak awal memutuskan mengambil hewan ke dalam rumah atau tempat tinggal, harusnya semua orang tahu bahwa mengadopsi pasti membutuhkan pengorbanan. Tidak perlu lah membesar-besarkan apa saja pengorbanan yang sudah dilakukan. Tidak perlu juga lah mengumbar-umbar sudah sejauh apa penderitaan yang dialami demi mengutamakan hewan. Semua yang memelihara hewan dan semua yang melakukan rescue (kalau yang benar) pasti melakukan pengorbanan. Bedanya, yang satu ada yang memahami kapasitas diri sendiri sehingga coba untuk hidup seimbang supaya dia dan hewannya bisa hidup layak bersama, dan yang satunya tidak melihat kapasitas diri sehingga memaksakan sampai ke ujung batas yang berakibat penderitaan bagi hewannya serta dirinya sendiri (a.k.a, ya hoarder ini).

 

Untuk sebagian hoarder, mereka “menimbun” hewan-hewan karena hewan-hewan merupakan garansi dari hubungan tanpa konflik. Jadi, daripada berhubungan sama manusia mereka memilih punya hewan saja karena less conflict. Hoarder menyebut dan memperlakukan hewan mereka seperti bayinya sendiri. Mereka pun berpikir bahwa rasa cinta kepada hewan sudah cukup tanpa menyadari akan ketidakmampuan mereka untuk menyediakan rumah yang aman, bersih dan sehat bagi hewan-hewannya.

 

Sebagian besar hoarder menganggap dirinya sebagai penyelamat hewan-hewan terlantar yang ditolak orang lain. Ia memberi peran kepada dirinya sendiri sebagai pelaku yang menyelamatkan hewan-hewan tertolak. Hal ini membuat para hoarder merasa spesial, diterima, dicintai, dan penting. Inilah yang menjadikan para hoarder sangat keculitan serta enggan untuk melepas hewan-hewannya untuk diadopsi orang lain karena mereka percaya bahwa hanya merekalah yang sanggup dan bisa menyediakan cinta yang tumpah-tumpah untuk hewan-hewan tersebut. Hal ini merupakan kesalah besar karena semakin banyak hewan di tempat tinggalnya menjadikan dia kewalahan dan hewan-hewan tersebut stres serta tidak sehat. Penimbunan hewan atau animal hoarding merupakan kekerasan pada hewan yang terselubung atas nama cinta. Ujung dari kisah hoarding ini akan selalu sama: konsekuensi ketidakbahagiaan.

 

Kebanyakan hoarder sebetulnya kebingungan. Mereka mencampuradukkan niat baik mereka dengan tindakan nyata mengorganisir dan membuang. Hoarder mengurus tumpukan “sampah” (timbunan) mereka dan merasa bahwa mereka seudah melakukan pencapaian yang signifikan padahal tidak pernah ada hasilnya. Animal hoarder membersihkan area kecil di rumahnya dari kotoran hewan serta menemukan tempat makan yang bagus dan lucu untuk hewan-hewannya. Namun mereka lupa untuk menyadari bahwa rumahnya, perabotan di dalamnya dan kehidupan mereka hancur lebur karena memiliki terlalu banyak hewan.

 

JADI, BERAPA JUMLAH KUCING YANG HARUSNYA TINGGAL DI SATU ATAP?

 

Jawabannya, tidak ada jumlah yang pasti. Tidak ada peraturan tetap. Tapi setelah membaca berbagai macam sumber, angka maksimal yang saya dapat adalah 6 ekor kucing. Saya tahu ini cukup mengagetkan ya karena kucing yang saya adopsi pun jumlahnya lebih dari 6 ekor. Jangan berhenti di sini dulu tapi ok kita lanjut terus ya..

 

Kucing itu hewan yang independen. Mereka melewati sebagian besar waktu mereka sendirian dan mereka menikmati hal tersebut. Kucing pun membutuhkan ruang pribadi yang besar oleh sebab itu mereka suka tempat tersembunyi yang jauh dari manusia atau hewan lain. Belum lagi soal litter box tadi. Jadi bisa saya bilang bahwa 1 kucing di bawah 1 atap sudah cukup. Dua kucing bisa jadi lebih baik tapi bisa juga jadi lebih buruk. Semua tergantung sifat kedua kucing dan faktor-faktor lainnya. Jika kedua kucing bisa bersosialisasi dengan baik, maka akan lebih bagus jika mereka berdua.

 

Satu kucing sudah cukup karena mereka terbiasa sendirian. Namun jika pemilik sudah mampu menambah kucing dan dirasa kucing pertama mampu dan ingin ada teman lain selain manusia, akan baik mengadopsi kucing satu lagi (Adopsi, ya bukan beli..adopsi itu tidak berbayar dan tidak ada alasan ‘ganti uang makan’. Kalau mau bayar pun ganti biaya steril yang artinya sudah disterilkan dahulu oleh pihak yang membuka adopsi. Sekali lagi, ADOPSI TIDAK BERBAYAR kecuali untuk subsidi silang steril yang harganya bisa dicek ke dokter hewan tempat hewan disteril.). Jika kucing memang cocok berdua, biasanya terjadi peningkatan kualitas hidup dari kucing yang pertama. Kucing pertama lebih mandiri, tidak sebentar-sebentar nempel ke manusia, karena ada temannya untuk menghabiskan waktu bersama. Kucing pertama akan mengalami peningkatan nafsu makan dan akan lebih giat beraktivitas (walau kucing memang menghabiskan sebagian besar waktunya tidur). Peningkatan kesehatan dan kualitas hidup menunjukkan bahwa kedua kucing saling membantu satu sama lain dan cocok untuk tinggal di bawah satu atap yang sama sebagai satu keluarga.

 

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah luas dan kenyamanan tempat tinggal. Tidak ada hitung-hitungan matematika yang pasti. Tapi jika rumah atau tempat tinggal tidaklah cukup luas, tidak banyak kaca jendela dan tidak menyediakan banyak ruang main secara vertikal, baiknya sudah menjadi peringatan bahwa kucing yang dimiliki haruslah minimal atau tidak lebih dari 2 ekor. Di beberapa kasus bahkan terjadi walau di rumah yang sangat luas, bahkan kucing yang mampu mereka miliki hanyalah 2 ekor karena kedua kucing tersebut merupakan solo cat dan bersifat alpha. Dan ketika sudah ada di titik situ, bertahanlah di dua ekor kucing dan rawatlah mereka sebaik dan semaksimal mungkin.

 

6 ekor kucing sudah maksimal dan sudah kurang ideal. Untuk pernyataan itu pun saya setuju. Kucing tidak bagus dalam bersosialisasi. Rumah saya masih ideal ketika yang saya adopsi hanya Jelly #Jellythefatcat dan Kitto #Kittotheweirdocat. Tapi begitu saya menambahkan karena banyak anak-anak kucing dibuang ke rumah saya, bahkan Jelly dan Kitto tidak lagi betah di rumah. Untungnya saya melatih kucing-kucing saya untuk jadi semi-indoor dan syukurnya saya tinggal di lingkungan yang masih ramah kucing. Hal ini masih menjadikan kucing-kucing saya tidak stress untuk soal kurangnya ruang gerak. Tapi saya cukup yakin ke mana pun mereka pergi, rumah mereka itu rumah saya dan kualitas hidup mereka tidak akan sebaik jika mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah seperti dulu. Saya akui saya salah dan ya saya tidak akan menambah dengan mengadopsi atau rescue atau foster kucing-kucing lagi. Bukan karena saya tidak ingin atau tidak sayang kucing, tapi saya mau mengutamakan kualitas hidup kucing-kucing yang sudah saya berikan komitmen. Dan itulah tanggung jawab utama saya ketika saya membawa kucing ini masuk ke rumah. Jadi saya akan berhenti di Bubba #Bubbathecutesy sampai waktu yang lama karena saya sudah overcapacity. Inilah yang terbaik bukan hanya untuk saya tapi untuk kucing-kucing juga. Inilah mengapa saya merasa bahwa yang diperlukan bukanlah rescuer-rescuer lagi atau sekedar adopter. Yang lebih diperlukan adalah digalakkannya kegiatan TNR dan sterilisasi. Tapi saya gak perlu bahas sampai ke sana lagi ya ini bisa ke mana-mana jadinya.. Hahaha.

 

Faktor lain yang sama pentingnya adalah soal faktor ekonomi. Seperti yang saya bilang..merawat kucing bukan hanya membeli makanan layak kemudian menyediakan pasir untuk mereka pup dan pipis. Bukan. Jauh lebih besar dan banyak dari itu, mengadopsi kucing berarti:

-. menyediakan makanan yang tidak hanya layak tapi tepat nutrisi dan gizinya untuk mereka,

-. menyediakan lingkungan yang aman, nyaman dan sehat untuk mereka hidup dan tinggal,

-. memiliki kemampuan dan ilmu yang cukup untuk merawat kucing,

-. bersedia membayar untuk memenuhi kebutuhan kesehatan standar bagi kucing (contoh: check up rutin di dokter hewan, obat kutu dan cacing rutin, serta steril)

Semua hal di atas kalau dirinci satu demi satu tidaklah murah. Sekarang pertanyaannya kalau menyediakan makanan yang layak (padahal standar gizinya pun masih kurang) saja tidak mampu, kenapa masih mengambil kucing demi kucing masuk ke rumah? Untuk yang satu ini saya berhenti di sini saja ya supaya gak panjang. LOL.

 

AKIBAT DARI ANIMAL HOARDING

 

Hewan dalam jumlah banyak dengan hanya satu manusia yang mengurus artinya penelantaran. Hasil akhir dari penelantaran inilah yang paling menyedihkan. Semua merasakan penderitaan dari animal hoarding, baik itu hewan-hewannya, pelaku hoarding, dan bahkan orang-orang yang menyayangi hoarder tersebut. Hoarder seringkali melupakan atau tidak mempedulikan kesehatan dirinya sendiri. Ia tidak memikirkan asupan nutrisi yang diperlukan tubuhnya. Ia pun tidak mau repot-repot untuk memiliki kehidupan sosial karena ia menghabiskan semua waktu, biaya dan energi untuk merawat hewan-hewan. Hoarder kelelahan secara emosional, terperangkap dalam ketidakmampuannya untuk mengambil keputusan, tidak mampu bertanggungjawab, dan seringkali kurang tidur. Tempat tinggal hoarder (seperti yang sudah disebutkan sebelumnya) dipenuhi dengan kotoran binatang. Dan biasanya hoarder juga mengalami sakit secara fisik yang disebabkan:

-. terlalu banyak menghirup ammonia (dari pipis hewan),

-. kutu-kutu hewan,

-. penyakit atau virus bawaan dari binatang itu sendiri.

 

Hewan-hewannya pun mengalami penderitaan yang kurang lebih sama:

-. Kesehatan yang buruk

-. Kekurangan gizi

-. Sakit penyakit atau wabah

-. Kematian

Hewan-hewannya mengalami stres akibat harus menghadapi pertengkaran demi pertengkaran untuk makanan, wilayah (teritori), dan bahkan untuk kawin. Semua dilakukan di tengah suasana yang padat dan penuh dan sibuk. Dan biasanya sebagian besar hewan-hewannya (atau bahkan semua) tidak disteril. Hoarder tidak akan ambil pusing untuk mensteril hewan-hewannya dan ia tidak akan repot-repot mencari tahu untuk belajar mengenai hewan-hewannya. Menurutnya cintanya cukup dan dia hanya akan percaya apa yang dia mau percaya.

 

Hewan-hewan yang tinggal di hoarding house atau hewan-hewan korban dari hoarder tidak akan mundur atau kabur ketika mereka merasa stres atau terancam. Hewan yang tinggal di rumah yang baik dan sehat atau hewan yang tinggal di alam terbuka (liar) pasti akan kabur atau mundur ketika mereka merasa terancam atau tertekan. Hal yang wajar dilakukan hewan dengan insting alaminya. Namun sifat alami tersebut tidak dimiliki hewan-hewan yang tinggal di hoarding house.

 

Segala jenis penimbunan atau hoarding berujung dengan tragedi. Tapi hal tersedih yang dihasilkan akibat animal hoarding adalah jatuhnya korban-korban berupa nyawa tidak berdosa hewan-hewan yang pergi di tengah keadaan akibat penelantaran yang penuh dengan kotoran dan penuh sesak. Hewan-hewan ini merupakan tawanan tidak bersalah dari niat baik yang dijalani dengan cinta yang sesat. Hewan-hewan ini merupakan korban yang semasa hidupnya ia jalani dengan tragis bersama dengan manusia yang juga terperangkap.

 

BAGAIMANA CARA MENGHADAPI HOARDER?

 

Sama seperti penimbun barang (object hoarder), penimbun hewan (animal hoarder) jarang mencari perawatan atau pertolongan kecuali orang-orang di sekitarnya yang menyayangi dia memotivasi. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuannya untuk: mengambil keputusan, berhenti mengambil hewan-hewan masuk dan memberi kepercayaan kepada orang lain untuk merawat hewan-hewannya. Sebagian besar hoarder memiliki hanya sedikit kegiatan produktif lain di luar yang berhubungan dengan hewan dikarenakan segala daya mereka sudah habis untuk merawat hewan-hewannya yang sebetulnya merupakan usaha sia-sia (karena sudah terlalu banyak). Mengambil hewan-hewan dari tempat tinggal hoarder bukanlah solusi. Tindakan tersebut tidak membuat hoarder belajar bagaimana cara untuk mengelola hidupnya dan sama sekali tidak mencegah untuk terjadinya penimbunan berikutnya. Mengambil hewan-hewan dari hoarding house hanya akan menyediakan ruang lebih bagi hoarder untuk kemudian dia isi lagi dengan kekacauan berikutnya. Petugas kontrol hewan mengatakan bahwa tanpa perawatan yang tepat, hoarder yang kedapatan rumahnya dikosongkan dari hewan-hewan korban hoarding hanya akan beresiko untuk mengulang tindakan hoarding-nya.

 

Penanganan terhadap penimbunan hewan kalau di negara-negara yang sudah memiliki shelter resmi di bawah pemerintah biasanya melingkupi koordinasi dengan berbagai shelter local tersebut serta petugas kontrol hewan. Hal ini dilakukan agar hoarder sulit bergerak untuk melakukan adopsi atau rescue lebih banyak hewan. Untuk di Indonesia, karena shelter-shelter di sini masih dipegang perseorangan walau (harusnya) bersifat yayasan, tetap saja sulit untuk mereka bisa bergerak melakukan penanganan terhadap hoarder karena isu ini berbicara soal hewan-hewan dalam jumlah besar. Dan sebagian besar hewan-hewan tersebut pasti membutuhkan perbaikan secara mental/psikis maupun kesehatan fisik.

 

Oleh sebab itu sangat diperlukan bantuan dari para kerabat dekat maupun keluarga dari hoarder untuk ikut terlibat dalam perawatan dan penanganan hoarder. Hal ini dilakukan agar hoarder dapat belajar untuk membangun atau memelihara hubungan yang memuaskan. Ingat, bahwa di awal kebiasaan menimbun di dalam diri hoarder ini timbul karena adanya kesedihan atau kesulitan mendalam karena kekecewaan akan hubungan yang tidak berjalan dengan baik. Makanya hoarder memilih untuk mengisi kekosongan jiwanya dengan lebih dan lebih banyak lagi hewan. Dengan bantuan kerabat dekat maupun keluarga tersebut, hoarder diharapkan pada akhirnya bisa memberikan kesempatan bagi dirinya untuk membangun rasa ingin menerima dan memberi cinta kasih kepada sesame manusia seperti yang selama ini dia hanya lakukan pada hewan.

 

Mengkonfrontasi hoarder akan kesalahan-kesalahan mereka dan menyebut-nyebut kekacauan yang terjadi pada hewan-hewan maupun tempat tinggalnya hanya akan membuat mereka defensif dan melawan. Konfrontasi malah mengajarkan mereka untuk terus melatih diri utuk mencari-cari alasan mengapa mereka harus terus dan tetap menjadi penimbun (hoarder). Rasa amarah dan ketakutan akan tindakan dan sifat hoarder yang dialami keluarga dan kerabat harus diatasi. Kerabat dan keluarga dari hoarder bisa menghubungi ahli terapi untuk belajar bagaimana caranya untuk menolong, karena menegur dan mengkonfrontasi tidak akan mengubah mereka.

 

Selain itu, saya pribadi merasa bahwa cara penting yang bisa semua orang lakukan adalah dengan berbagi ilmu. Ceritakan informasi dari tulisan ini kepada banyak orang. Biarkan orang-orang tahu dan familiar dengan apa itu hoarder. Di Instagram @jbscat saja pernah ada yang bertanya apa itu breeder, apalagi hoarder pasti masih banyak yang bengong. Saya pun baru tahu setelah saya terjun ke dunia animal welfare ini. Saya cari tahu sendiri ketika saya mulai kewalahan sendiri apalagi ketika untuk pertama kalinya rumah saya terserang wabah virus panleukopenia yang merenggut nyawa satu kesayangan saya, Nana #Nanathesweetbubble. Padahal rumah saya bersih, aman, tidak berantakan, tidak kacau.. tapi bahkan di titik itu pun saya tahu saya sudah mulai kelelahan baik secara fisik dan mental. Saya sulit meninggalkan rumah dan ketika saya pergi pikiran saya melayang ke rumah. Saya sadar itu tidak sehat sampai akhirnya wabah itu terjadi. Sepertinya dibawa oleh kucing-kucing dari klinik sepulang mereka steril. Semua selamat kecuali Nana dan kepergian Nana merupakan peringatan keras bagi saya secara pribadi.

 

Hidup mati sebuah nyawa memang di tangan Tuhan. Tapi sebagai manusia kita bisa berusaha. Saya percaya ada kepergian yang alami yang memang sudah waktunya atau sudah seharusnya dan ada kepergian yang disebabkan manusia, entah itu karena lalai atau memang disengaja. Untuk mencegah terjadinya yang kedua, hal paling sedikit yang bisa kita sama-sama lakukan adalah berbagi ilmu. Saya tahu ini panjang dan mungkin kalian malas baca. Tapi ini informasi penting. Saya sendiri habiskan kurang lebih 4 hari melakukan riset di internet sampai menulisnya karena saya rasa ini penting. Mari sama-sama jadi lebih bijak. Sama-sama jadi lebih tahu. Dan sama-sama bisa melihat mana yang betul-betul rescuer dan mana yang ternyata hoarder.

 

BEBERAPA FAKTA TERKAIT DENGAN HOARDER

 

Sebagai penutup, saya akan bagikan beberapa fakta mengenai hoarder:

-. Setiap tahunnya sekitar 3.500 penimbun hewan (animal hoarders) dilaporkan kepada pihak berwajib di Amerika Serikat

-. Sedikitnya 250.000 hewan menjadi korban hoarding tersebut

-. 80% animal hoarder memiliki hewan-hewan sekarat, berpenyakit dan meninggal di tempatnya setiap saat

-. 70% animal hoarder yang dilaporkan ke pihak berwajib tersebut merupakan wanita (biasanya lajang, janda atau cerai)

-. 40% penimbun barang merupakan penimbun hewan juga

-. 100% hoarder akan kambuh (melakukan tindakan penimbunan lagi) tanpa penanganan atau perawatan yang tepat

 

Data-data di atas merupakan data di Amerika Serikat. Negara yang sudah punya shelter di bawah pengawasan pemerintah. Negara yang penegakan hukum tentang hewannya sudah lebih tegas. Bagaimana dengan di sini?

Cat’s Ear Treatment

On this post, I will share about ear treatment for cat and about my experience to treat an infected ear on Dobby. On some notes I will write in Bahasa while the other I will write in English. Hope this one is helpful.

 

Dobby jbscat #Dobbythefreeginger
Dobby jbscat #Dobbythefreeginger

Some of you already know the story of Dobby from Instagram or hashtag #Dobbythefreeginger. On January 2017, he was dumped near my house with his sister. Both were still kitten and both suffered a severe scabies all over their body especially the ear part. I was saving the donations fund for TNR and feeding..and both of this kitten were scared, confused, malnourished and dehydrated so I decided that moment that I will try my best to treated their scabs by myself first (and if their body got stronger and better but their scabs was not healing, I promised to bring them to the vet to get an anti-parasite shot). I treated them with a medicated salve and VCO for 2 weeks then thankfully the scabs were healed. The next 2 weeks after that, I put Revolution on them (right before Dobby’s sister went missing) to make all the bad stuff on their body disappear.

 

A month after that, I realized that Dobby still often found to scratched his ears. The worse part is that he scratched it so hard it started to bleed on the inside of his ear. And many times he scratched, s black hard goo goos start to came out of it and when I take it, it was a dried blood that stuck inside his ear. At that time Dobby also giving out this awful smell. I thought it came from his mouth. Turns out his mouth is not smelly, the bad smell came out from his ears. When this happened, I am quite sure that Dobby suffer an infected ear. Most likely, the scabies are the one to blame. Infected ear happened because something went inside the ears of the cat.

 

Infeksi telinga pada kucing, dari penjelajahan internet yang saya dapat diakibatkan karena masuknya benda-benda asing ke telinga kucing. Misalnya kutu kuping, shampoo, air (ya, air pun bisa jadi hati-hati ketika memandikan), bakteri, darah, dsb. Pada kasus Dobby, kemungkinan tungau penyebab scabies atau darah lah yang masuk ke dalam telinganya dan menyebabkan radang atau infeksi. Telinga jadi gatal, sakit dan berbau. Kucing akan terlihat sering menggaruk telinganya secara berlebihan.

 

Biasanya untuk perawatan telinga saya hanya punya pembersih telinga tetes yang murah hanya untuk perawatan rutin. Karena kucing sehat biasanya telinganya juga bersih sendiri. Tapi karena Dobby, saya belajar banyak soal telinga kucing dan saya akan bagi informasi di sini soal apa saja yang saya pakai untuk merawat telinga kucing-kucing.

 

  1. VCO (Virgin Coconut Oil)

I used VCO for ear treatment when I see a sign of scabs or earmites or dirty ear on the cat. How to use? Just take a drop for each ear, rub it on your fingers, apply on the tip of inside their ear. Usually it would help to take away the bad stuff. You can do this on cats’ ears and dogs’ ears too because I got this tip from a dog owner.

Kesannya saya kaya promo-in VCO banget ya haahaha tapi ya karena memang saya pakai buat segala macam dan memang membantu sesuai pengalaman makanya saya pun berani jual. Untuk yang mau beli VCO sekalian bantu kucing-kucing liar di area sekitar tempat tinggal kami, bisa kontak via DM ke Instagram @jbscat ya. Soal manfaat-manfaat VCO yang lain selain untuk telinga kucing pernah dibahas di pos sebelum ini.

 

  1. Cat Ear Cleanser

Using VCO or a more natual way needs extra effort and attention because you have to apply it as often as you can. Usually when Jelly have a signs of scabs on his ears, I apply VCO on his ears 2 to 3 times a day. If you are working away from home or have a hard time of scheduling the treatment for the cats, you can use cat ear cleanser to maintain their ears clean and healthy.

Cat Ear Cleanser
Cat Ear Cleanser

Ada dua macam tipe pembersih telinga yang saya pakai, yang pertama saya beli itu yang dioles. Larutan ini bisa dipakai tidak hanya untuk membersihkan telinga tapi juga untuk membersihkan luka, terutama yang bernanah atau infeksi. Caranya sisa tuang larutan ke kapas, kemudian lap telinga atau luka kucing dengan kapas tersebut. Pastikan tidak ada serat-serat kapas yang tertinggal di dalam telinga atau di luka kucingnya, ya. Saya punya ini untuk keadaan darurat saja jaga-jaga..tapi saya kurang rekomendasi karena ini hanya bisa membersihkan area luar telinga kucing yang terjangkau. Jadi area bagian dalam masih kotor biasanya atau berjamur kalau pakai ini. Ingat jangan korek-korek atau colok-colok bagian dalam telinga kucing ya nanti pendengaran mereka menurun, sakit atau bahkan tuli. Hati-hati.

Healthy Ears, Cat Ear Drop Cleanser
Healthy Ears, Cat Ear Drop Cleanser

Tipe kedua dari pembersih telinga kucing adalah yang ditetes seperti obat tetes mata. Sisa teteskan ke dalam telinga 2-3 tetes, langsung bantu membersihkan telinga dari berbagai kotoran dan jamur. Yang sedang saya pakai ini (pernah saya bahas di Instagram) namanya Healthy Ears. Harganya sebotol ini sekarang sekitar Rp 14.000,- ($1 USD). Murah tapi untuk yang sudah parah tidak bisa sembuh pakai ini. Ini saya pakai hanya untuk menjaga kebersihan telinga secara rutin. Kalau ada biaya baiknya beli pembersih telinga kucing dari brand Virbac saja yang namanya Epi Otic Ear Cleanser. Harganya lebih mahal tapi jauh lebih bagus. Rencananya nanti saya akan beli Epi Otic untu pengganti si Healthy Ears ini. Bisa ditemukan di pet store atau klinik hewan.

Epi-Otic Virbac (Ear Care/Cleanser)
Epi-Otic Virbac (Ear Care/Cleanser)

 

  1. Sagestam (Sterile Eye/Ear Drops)

Sagestam (sterile eyes and ears drops)

I don’t know if on other country sell this medicine. It contains Gentamicin sulfate which the same as 3 miligrams of Gentamicin. As you know Gentamicin does work wonderful to treat cats’ eyes. At first I bought this medicine to treat some cats who had lots of goo goos in their eyes and had a mild eye infection. Turns out for this specific medicine also can be use for cats’ ears. It also can treat infected ears on a cat. I used this for Dobby’s ears once a day before along with the ear cleanser. But since this medicine is like a water sometimes when I put a drop on his ear, he immediately shake his head and all the liquid came out. His ears got better, but as soon as I stopped giving this, Dobby started to scratched his ears again.

Sagestam ini pernah saya pos juga di Instagram, bisa dibeli di apotek juga. Jangan digunakan dan dipakai berlebihan baik untuk mata maupun telinga kucing. Karena ini jatuhnya obat bukan perawatan rutin. Jadi kalau sudah diberi ini selama seminggu tapi tidak sembuh, langsung bawa ke dokter hewan dan ceritakan juga ke dokter kalau sudah diberi Sagestam ini ya. Mungkin ada salah di dosis atau karena mungkin Sagestam sudah tidak cukup untuk menyembuhkan. Intinya jangan terlalu sering memberikan obat kimia ke hewan dan akan lebih baik jika di bawah naungan dokter hewan dalam proses pemberiannya.

 

  1. Dexoryl (from Virbac)

Dexoryl Virbac Ear Drops

This one is on another level of medicine. It’s the bom dot com. LOL. This is an ear drop, again, from Virbac also just like Epi Otic Ear Cleanser that I mentioned before. But this one contains more extra medicine (I guess?) to treat the ear of a cat that has a severe parasite or infection or sickness on their ear. In my city, you can buy Epi Otic Ear Cleanser from Virbac on pet store but for Dexoryl you have to buy it on animal clinic or vet since it already came out as a drug that needs a prescription under the name of a vet or clinic (that’s what a guy on the pet store told me when I ask is there any Dexoryl avalaible in the store).

The best part is this one has a texture and density like an oil. You can read on the box it even said “oil suspension”. Because it’s like an oil, it’s heavier and sticky so it will stick to the inside of the ears longer so it does the job also better. Even when Dobby shake his head off, none of the liquid from this medicine came out from his ear. It will stick to the ear and it helps heal faster.

Dexoryl ini cukup mahal. Saya beli di klinik hewan seharga Rp 115,000,- ($8.8 USD). Tapi dari hasilnya yang langsung bekerja dan membuat sembuh, saya rasa harganya seimbang dengan kualitasnya. Banyak yang tanya apakah ini bisa dipakai membasmi kutu telinga, saya kurang tahu tapi bisa ditanyakan ke dokter hewan. Tapi saran saya kalau ada kutu telinga pakai VCO seperti yang sudah dijelaskan di atas atau pakai Revolution saja supaya tidak hanya kutu telinga saja yang pergi tapi semua kutu dan parasit serta cacing di badan kucingnya pergi semua. Soal Dexoryl ini pernah saya bahas juga di Instagram ya.

 

In conclusion, and in my opinion, for cats’ ear treatment you only have to had the Epi Otic Ear Cleanser. Because if you keep their ears clean, you don’t need other medicine since the cats will always be healthy. I’m just sharing my experience here. You don’t have to buy all of these stuffs if your cats’ ear are healthy. You only need VCO and one good ear cleanser for their routine treatment.

 

Kalau ada yang mau menambahkan informasi boleh komentar saja di post ini, ya..

Soal Memandikan Kucing

On this post I will discuss about showering or bathing a cat. Is it necessary, is it harmful, and other stuff. I write it in Bahasa since I think this post will relate more to people here. Cheers and have a nice day!

 

Sebelum memulai pembahasan soal mandi memandikan kucing, saya rasa saya harus memberitahu bahwa saran dan sharing yang saya bagikan di sini bukan merupakan hasil ke-sotoy-an saya pribadi saja. Tapi ini hasil dari pengalaman, ilmu dari dokter hewan serta diskusi dengan berbagai pecinta kucing serta cat rescuer. Jadi, untuk yang tidak setuju ya saya tidak memaksa kok. Ini hanya sekedar berbagi. Kalau tidak mau diterima ya tidak usah.. Hihihi.

 

Kebanyakan follower Instagram @jbscat tahu Jelly pasti, ya.. Jelly itu waktu pertama ditemukan terdampar di depan rumah saya sedang sekarat itu pada 1 Februari 2013 (2013 ya kalau gak salah sih.. kalau gak 2013 ya 2012..hahaha lupa!). Pada saat itu usia dia masih kurang dari 1 bulan. Dari mencoba menolong, dia selamat dan melalui masa krisis, diberi makan di depan rumah, dan akhirnya berujung dia menjajah masuk rumah dan jadi anggota keluarga. Di usianya yang paling hanya baru 2 bulan, saya yang pada saat itu tidak tahu banyak soal merawat kucing akhirnya memutuskan memandikan Jelly karena Ibu saya bilang kalau Jelly mau di dalam rumah ya harus dimandikan supaya bersih. Saya googling dan katanya kalau mau memandikan kucing yang aman dan murah ya pakai shampoo bayi. Saya beli shampoo bayi, mandikan Jelly dengan air hangat cenderung panas di pagi hari, mengeringkan dia dengan menjemur dia di bawah terik matahari. Pada masa itu saya bisa memandikan Jelly 2 hari sekali. Dan semakin dia besar semakin panjang waktu jeda antara mandi yang saya lakukan. Seminggu sekali. Kemudian sebulan sekali.

 

Pada masa itu Jelly sering terlihat menggaruk garuk badannya. Saya bingung padahal sering mandi kok gatel ya dia. Ketahuan lah dia ternyata berkutu. Pergilah saya ke pet shop dan menanyakan bagaimana penanganan kucing berkutu. Kata masnya dimandikan dengan shampoo khusus kutu kemudian diberi bedak khusus mengusir kutu supaya gak balik kutu-kutunya. Belilah saya dua benda yang disarankan tersebut dengan kocek sendiri tentunya. Apa kutunya Jelly sembuh? Ternyata gak juga.. Mandi pertama, kedua, ketiga. Ya kutunya datang dan pergi saja gitu. Saya pikir ya normal kali karena Jelly keluar masuk rumah kan.

 

Sampai suatu hari Jelly botak. Muncul pitak di kepalanya dan makin bertambah pitaknya di paha, perut dan badan. Saya pikir akibat bergelut dengan jantan lain jadi ya saya biarkan. Masuk ke permandian berikutnya, setelah dimandikan ternyata besoknya di bagian pitak muncul putih-putih dan ketika saya pegang halus sekali. Jelly pada saat it uterus menggaruk badannya penuh semangat seperti gatal. Pergi lagi saya ke pet shop membeli shampoo kucing khusus jamur (sekali lagi, dengan uang jajan tabungan sendiri..pada masa itu saya masih kuliah soalnya). Saya mandikan Jelly. Jamurnya hilang, Jelly gatalnya berkurang, tiba-tiba muncul lagi beberapa hari kemudian. Dia semakin gatal dan mulai berdarah akibat garukan. Saya bawa Jelly ke pet shop untuk mandi jamur. Jujur, pada masa itu saya belum terbiasa bawa kucing ke dokter hewan karena saya pikir lebih mahal dan saya malas mengantri. Makanya saya lebih memilih ke pet shop. Di pet shop saya tinggal Jelly selama 2 jam untuk dimandi jamur yang biayanya mahal (3x lebih mahal dari mandi biasa di pet shop). Saya jemput Jelly dan saya tanya ke masnya apa Jelly pasti sembuh. Mas-mas pet shop-nya bilang kalau mau sembuh harus mandi jamur 3x kali lagi. OMG. Pada saat itu sih uang segitu rasanya sudah habis-habisan buat Jelly. Jadi saya diskusi sama partner saya, kata dia ya lihat perkembangan Jelly kalau sampe masih jamuran dibawa saja ke dokter hewan.

 

Dan ternyata jamur itu kembali lagi. Ya sudah dibawa lah ke dokter hewan. Nah, ini bagian pentingnya. Dokter hewannya tanya ini dimandiin ya kucingnya? Saya jawab iya sering saya mandiin. Kemudian dokter hewannya diam saja. Saya kan kepo ya takut salah juga dan pengen belajar juga jadi saya nanya,”Harusnya kalau mandiin kucing memang gimana ya, Dok? Ini jamurannya karena dimandiin kah?? Saya udah pakai shampoo kucing loh padahal.” Dokternya kemudian bilang begini:

 

“Kucing itu sebetulnya tidak perlu dimandikan juga sudah bersih. Air liur kucing itu mengandung antiseptik yang membunuh kuman-kuman dan lidahnya bergerigi seperti sisir. Jadi ya dengan dia grooming sendiri otomatis pasti sudah bersih sendiri. Memandikan kucing dengan air dan shampoo malah beresiko membawa penyakit kulit jika tidak dikeringkan sempurna. Bisa juga kucingnya malah jatuh sakit. Dan membuat bulu dan kulit kucing tidak sehat karena shampoo menghilangkan minyak yang dihasilkan pori-pori kucing untuk melindungi suhu dan kelembaban kulitnya.”

 

Jeng jeng jeng~

 

Sepulang dari dokter hewan, Jelly diberikan obat makan untuk membunuh jamur-jamur di badannya (reep dari dokter hewan) dan saya memandikan Jelly jadi 4 bulan sekali kalau dia kecebur got saja. Setelah saya steril Jelly dan Jelly semakin dewasa, dia sudah tidak pernah cedera maupun kecebur got. Masih suka dekil-dekil tapi saya pikir wajar karena bawaan dia yang preman dan liar jadi saya diamkan. Sudah lewat setahun hingga sekarang saya tidak pernah memandikan Jelly dengan air lagi. Hasilnya? Jelly tidak pernah jamuran lagi. Kutu juga bisa dibasmi tanpa mandi, pakai obat kutu saja yang pernah saya bahas di post sebelumnya di sini.

 

Soal mandi memandikan kucing ini pun pernah dibahasa sama Mbak Vivi @rumahsteril di Instagram dulu. Saya pun komen di sana dan mbak Vivi setuju bahwa tidak baik memandikan kucing dengan air, walau airnya hangat ya tetap saja. Saya sekarang sudah penganut anti mandi buat kucing (kecuali emergency, ya). Nana, Nami, Petay, dan PJ sedari lahir tidak pernah saya mandikan tapi sekarang mereka merupakan kucing adopsi di rumah saya yang paling bersih malahan. Jelly malah dekil kemungkinan karena dulu sering dimandiin jadi malahan malas baffing sendiri sekarang.

 

Ini saya akan coba rangkum dalam bentuk poin-poin ya supaya lebih jelas kenapa lebih baik tidak memandikan kucing, terutama jika kucingnya masih usia di bawah 6 bulan alias masih bayi atau kitten:

 

  1. Kucing (apalagi anak kucing) sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Memandikan mereka sama dengan mengubah-ubah suhu lingkungan dan badannya secara esktrim. Dari suhu ruang, ke hangat cenderung panas (air), ke dingin (basah-basah dijemur) dan kembali lagi ke panas berangin (di-blower atau dryer). Saya beruntung Jelly kuat badannya sehingga masih bisa survive sampai sekarang. Kebanyakan kasus kucing tidak kuat dan jatuh sakit. Makanya jangan heran kalau ada orang cerita habis memandikan kucingnya kemudian kucingnya meninggal. Kucing sehat saja bisa jatuh sakit mendadak karena dimandikan, apalagi kucing sakit.

 

Seringkali kita tidak tahu kucing sedang sakit apa tidak, jadi jangan ambil resiko dengan sebentar-sebentar memandikan. Kalau kucing, apalagi anak kucing, baru ditemukan atau sedang sakit..JANGAN DIMANDIKAN. Itu namanya nyiksa. Kalau gak tau pasti kucingnya sehat atau gak, jangan macem-macem, deh biarin aja dia dalam keadaannya seperti itu. Kalau mau pun dilap saja dengan lap yang dibasahkan dengan air panas. Di usap-usap badannya kemudian dikeringkan dengan lap kering hanya untuk membantu membersihkan kotoran yang paling luar dan untuk merangsang supaya dia mau grooming sendiri. Apalagi udah tahu sakit, kalau masih mandiin juga sih nyiksa namanya bukan mau nolong.

 

  1. Kucing sudah bersih, mandi dengan air hanya sugesti manusia saja. Kucing itu hewan yang bersih dan genit dan centil. Habis makan dia cuci muka cuci tangan. Sebelum tidur dia mandi sebadan-badan. Buat yang punya kucing pasti perhatiin juga kebiasaan kucing begini. Dan seperti tadi di awal dokter hewan saya bilang, liur kucing sudah ada antiseptiknya sendiri. Jadi dengan dia jilat-jilat, bakteri jahat dan kuman-kuman langsung K.O. sendiri.

 

Sekarang gimana kalau kutuan? Nah, kalau berkutu sih dari pengalaman saya dimandikan malah makin banyak karena kutu suka tempat lembab dan benci tempat kering. Jadi biasanya saya kasih saja obat kutu seperti Revoution atau Frontline (seperti yang sudah pernah dibahas sedikit di sini) kemudian biarkan kucingnya berjemur di bawah matahari sendiri. Beri obat kutunya harus sesuai dosis loh, ya. Kucing itu pintar. Gak perlu dianggap bego. Dia tahu dia berkutu makanya dia akan cari tempat kering dan panas supaya kutu-kutunya kabur. Nah, manusia yang kadang sok tahu ya malah mandi-mandiin kaya saya dulu.. Hehehee. Kalau untuk bayi kucing kan berbahaya ya kalau sampai berkutu..tapi kan dimandiin juga katanya gak boleh, jadi gimana? Kalau saya sih biasanya balur VCO ke badan bayi kucing, jemur di bawah matahari pagi. Malamnya pakaikan bedak anti kutu. Ulangi sampai kutu-kutunya hilang. Manjur, ampuh, murah, dan gak perlu beresiko kematian karena memandikan anak kucing dengan air.

 

Terus gimana kalau jamuran? Kalau kata mas pet shop sih mandi jamur 4x ya yang super mahal itu. Hahaha.. Tapi tahu gak mandi jamur itu diapain? Saya pernah nanya ke masnya yang mandiin. Mandi jamur itu, ada ember besar disediakan obat jamur. Kemudian kucing kita direndam puluhan menit di ember isi air dengan campuran obat tersebut. Baru dimandikan. Kemudian rendam lagi. Kasian ‘kan? Udah tahu kucing takut air dan gampang kedinginan. Pas saya tahu Jelly digituin padahal saya udah bayar mahal-mahal sih..saya ogah bawa kucing mandi jamur lagi, ya. Kasian. Jadi kalau jamuran sih biasanya saya bawa ke dokter hewan..di sana biasanya dikasih resep makan. Kalau sama dokter hewan saya sih, ya. Ada dokter hewan yang malah menyarankan mandi jamur. Ya keputusan saya kembalikan ke pemilik hewan. Kalau saya sih dikasih VCO saja jamurnya dan kucingnya, kalau belum sembuh baru ke dokter hewan buat minta resep obat makan.

 

Tapi ya soal jamur itu kenapa kucing jamuran karena kulitnya lembab atau tidak kering sempurna. Jadi misal habis dimandikan tapi tidak dikeringkan dengan sempurna (makanya tidak bisa hanya dijemur tapi harus pakai blower bagusnya ketika pengeringan) atau kucing kejebur/kehujanan tapi karena satu dan lain hal tidak bisa megeringkan badannya (misal karena cuaca terlalu dingin atau kucingnya sakit). Nah, sudah tahu jamur disebabkan karena dua hal tersebut, masa menyembuhkannya dengan kasih air lagi ke badannya.

 

  1. Memandikan kucing malah beresiko membawa berbagai penyakit kulit pada kucing. Karena seperti yang saya bilang. Memandikan dengan air dan shampoo menghilangkan minyak alami yang dihasilkan tubuh kucing dan mengambil kelembaban kulit serta kilau bulu mereka yang didapat dari minyak tersebut. Sering memandikan ya bulu dan kulit mereka malah cenderung jadi lebih bermasalah dan jelek.

 

Jadi, solusi kesehatan dan kebersihan kucing bukan dengan memandikan. Tapi ya dengan menjaga mereka tetap sehat. Kucing yang sehat otomatis pasti bersih. Sering memandikan dengan air malah bikin mereka malas grooming sendiri seperti yang saya alami dengan Jelly. Semoga ini bermanfaat dan tentunya membuat lebih praktis ya jadi gak perlu heboh-heboh di kamar mandi coba mandiin. Hehehe..

WHAT’S IN MY CATS’ NECESSITY BOX

This time I will share with you some of the necessities that I always stocked up and put it inside a box for the cats and how to use it. Well, of course beside food and water for them. This might be more suitable for Indonesian people since some of the things are only can be found in Indonesia. But if you don’t live in Indonesia and have some list of the necessities that you got to had in your cats’ closet, you can write in on the comment section so people would know about it.

 

  1. VCO (Virgin Coconut Oil)

If you’ve read the previous post, you would know how important it is. And have I mentioned that VCO can be used like an iodine? If your cats or dogs have a scar or wound, just dab some VCO on top of it. The VCO would help to disinfected the wounded area then help it dry faster. The other benefits of VCO can be seen on my previous post, or you can just click it here.

 

  1. Pure Honey

Why I added word “pure” in front of it? That’s because there are many types of honey that’s been sell here on the market. Some are mixed with other stuffs, some are even mixed with sugar or even water. Don’t buy it. Just use the ones that is 100% honey. I know I am vegan and I don’t eat honey. But honey can help the cats in many ways that VCO can’t do.

 

If your cats are having a cough or severe coughs non-stop. Take honey and put it in their mouth. Let them swallow it. It helped the cough to stop. Then if your cats have severe snots or usually what I call with cat flu (snots can produce in cats because of some viruses), you can help them breathe and fight the virus with honey. Same like cough, just put in on their mouth and make sure they swallow it. The honey would help them to also swallow the mucus that might be stuck on their throat, make them hard to breathe. But still, just like I said, snots are happened because of virus. Take the cats to the vet, honey just the first aid to make your cats feel better before they are going to the vet.

 

And the most important part why I still need honey for the cats is to make them swallow the pills or tablet. Giving medicine for the cats can be a nightmare. Trust me I have loads of bite and scratch marks on my hands and legs just because I tried to give medicine for both my adopted cats or even worse the stray ones. But we still need to give medicine for them and you know it. Sometimes asking the vet to give us the liquid medicine would cost much more money or sometimes they refused because the tablet/pill one are better. And most if the times, giving the liquid medicine is not going to solve our problems. It spills all over the place, the cats throw it out from their mouth again after we give it to them, and many bad stuffs can happen. After many trials and errors, I finally found the best method when it comes to giving medicine to the cats which is use honey to cover the pill or tablet then shove it to their throat. I know it sounds cruel but the cats are fine. You had to be gentle though. Usually pill or tablet have a bitter taste. Covering it with honey would help to fake the taste and making it sweet. And because honey is liquid but quite dense, compared with VCO, so it would stick to the pill or tablet then make the medicine much easier to swallow because it will make the throat slippery.

 

  1. Cat dewormer

Sometimes you forget about when’s the time your cats should be dewormed, or you just rescued a cat and he need to be dewormed. That is why having a dewormer on the closet is necessary. About what to give and when to give it or how to give it, you can click it here (it’s in Bahasa).

 

  1. Vitamin/supplements/immune booster

Haven’t made a post about this yet but it is important to always have vitamins or supplements or immune booster that the cats can have on the closet. Give it regularly and give it on a daily basis for the cat that have special need (in my case just like Ori and Kitto). This stuffs come handy when the weather is not really friendly for the cats and when their condition is not at best. This surely will help so the cats won’t get worse or sick.

 

  1. Eye drop

One of the medicine that cats usually need is an eye drop. You can use the regular cat eye drop or the ones that you buy at the pharmacy using the vet’s prescription. For me, I stocked up both. I use the regular cat’s eye-drop to treat mild sore eyes, red eye, or dirty eyes. But if using the regular one not working, I change to the second, the antibiotic one. I used the one named Sagestam, it can be used to treat eyes and ears. But it’s an antibiotic though so you can’t use it on a regular basis. Only to treat a sick eyes or an infected ears. I have both and I put them on the refrigerator. Always remember to check on the expiry date, if it’s already passed the date, throw the inside on a toilet then throw the bottle to the trash can. Then buy a new one.

 

  1. Ear cleanser

I know this one is not happening but I found this stuff is important. Cat’s ears are easy to get dirty or infected. Even usually scabies is found most in the ears. So, it is important to taking care of your cat’s ears. I have two types of cat’s ears cleanser. The first one is an ear drops type. You just put 2-3 drops on the ears and it would kill all the bad stuffs there. It will be effective to treat the inside of the ears because you can’t touch it there. But it would be hard if the bad stuffs is on the tip of their ears. So this is why I have the second one. The second one is a liquid and you use it with a cotton pad to wipe the ears. It would clean up the ears so they would be all happy without scratching their ears so much. Anyway, just like I said on my post about VCO, you can also use VCO to treat the ears of cats and dogs.

 

I guess this all the list of the important stuff that you need to have in your cat’s necessities box for now. I know it sounds a lot but if you have it, you will safe more money than to take your cats back and forth to the cats because they’re sick. Taking care of cats means taking care of life. It won’t be easy but once you get a hang of it, you will realized that is not as hard as people said it’s gonna be.

 

I hope this post would help. If you have a question, just write on a comment section here or on our Instagram: @jbscat.

 

High paws!

xx

About Virgin Coconut Oil (VCO)

I just known about the amazing Virgin Coconut Oil last year. So, it’s been only a year but ever since I know about it, I never let it go and so much in my life that has change. Not only for my own health, but also for my cats! VCO is always my holy grail. Some of you that follow my cats’ activities on Instagram have known that I also selling out VCO for #buytodonate campaign. All the profits from selling the VCO would be used to feed the stray cats on me and my partner’s neighbourhood. It’s not because we sell it that I wrote this post so people would buy. It is because many people asked me about the benefit and how to use VCO for the pets. I always ask them to search for the answer online because I also did find myself the answer from Google though. And there are already many many articles that written about VCO and all of the benefit of it..but still, people keep asking. LOL. So here it is I hope I can summarize it all here.

 

Coconut oil, and/or copra oil, is an edible oil extracted from the kernel or meat of mature coconuts harvested from the coconut palm. It has various applications (Source: Wikipedia). Some made from coconut, some from copra (sundried coconut). Both had to be a mature coconut. There are many ways to processed this type of natural oil. I know some people here in Indonesia from organic community who produces and makes Virgin Coconut Oil and sell it. All of them different type of processes to make their final product. But all of them are already great, much better than palm oil (of course! #saynotopalmoil). The less best one usually become a CCO or Coconut Cooking Oil, which is a coconut oil that mainly use for cooking. In my humble opinion, the best ever Extra Virgin Coconut Oil are the one who use what they call as cold-processed. Cold processed mean that the oil made from the natural processed without any heat involved. I bought one before and it works the best. But the price are really expensive I haven’t buy the new bottle since it is too expensive! But if you want to try, just remember to ask the person who sell it about the process that use to make the VCO. Usually they are open about it especially if they are the farmer themselves.

 

What I use for my cats then and now are the VCO which derived from a cold-pressed (not cold processed). It works amazing but trust me if you have tried the cold processed one you will definitely know the difference that I’m talking about. But then just like I said, any kinds of coconut oil are wonderful and heaven made. I am so grateful for coconut! #allhailcoconut

 

I got this from wellnessmama.com:

  • “Coconuts are an excellent source of nutrition and have healthful meat, juice, and oil. The oil is arguably the most nutritious and has many health benefits. Coconut oil is over 90% saturated fat and has antimicrobial, antibacterial, and antifungal properties.
  • Coconut oilalso has antioxidant properties and it helps in the absorption of other minerals.
  • Coconut oil is an incredible source of medium chain fatty acids (MCFAs), which have been shown to have many health benefits.
  • Lauric acid in coconut oil in combination with oregano oil,  has even been found more effective in fighting the staph bacteria than antibiotics. Lauric acid has also been shown to be preventative against some cancers. Coconut Oilis over 40% lauric acid, the richest source naturally available.”

It said that they’ve used coconut oil for their pets for years and turns out that coconut oil can help aid pets’ digestion, improve their coats, help prevent infection and more. Carnivorous animals like cats and dogs would have consumed a high amount of saturated fat in the wild and the beneficial fats in coconut oil are a great way to make sure they are getting enough in their diets. For more info you click the link here and read more about VCO on their page!

There are many testimonies and articles about VCO for humans and animals, just like I said. Just search it on the internet! They have lots of it whether in Bahasa or English. But I guess I will copy another from naturepacific.com here:

“Pets, like humans, suffer from a variety of health problems. Coconut oil offers a simple, inexpensive, and easy remedy to many of these problems. Over the years I’ve heard numerous testimonies from pet owners describing how coconut oil, as well as coconut meat, has been helpful. Coconut oil has shown to be of benefit to all types of animals including dogs and cats as well as horses, cows, and other farm animals. Some of the benefits owners have reported include reduced or elimination of body odor and bad breath; healthier skin and elimination of rashes, itchiness, etc.; coats becoming shiny and healthy looking; improved energy; better digestion; reduction of excess weight; relief from arthritic-like symptoms; cleared-up infections; expulsion of worms; and improved overall health. Applied topically it aids in the healing of cuts, bites, stings, and infections. There have also been some reports of healing from very serious conditions such as poisoning, cancer, and diabetes.”

Well I guess for now you have known about how amazing VCO is and why I always give it to my cats. The next question is, how we use it for our pets? Let them eat it? How much dose that we can give to a 3 kgs cat? Give it once a day or every once a week? Or just sweep it on their fur? How about the ears? Etc etc etc…

First of all, VCO is a natural remedy. So you don’t have to follow a strict rules like a pharmaceutical medicine to use it. You can give it once a day or once a week, you just have to see it what is best for your animal. For me, I give the stray cats once teaspoon each day. For my adopted cats, I only give them twice a week, one teaspoon each. You also can rub or sweep VCO on their coat or fur. It would help to improve their skin’s quality. And if you asked me about how to treat a skin sickness with VCO, I will also answer it to seek it on the internet because on some cases it might work but on the other it won’t. If it’s severe and you can’t do it properly, better take it to the vet. But VCO would help to eliminate ticks and fleas. Rub it to their fur, let them sunbathed outside in the morning and most of the ticks and fleas would fly away. But, it would still be best if you just use Revolution or Frontline or other types of medicine to eliminate all the bad stuff from your pet’s skin. And you can take a tiny bit of VCO on your fingers then rub it to your dog’s or cat’s ears. It would help to get rid of those bad stuffs on their ears. I even use VCO to treated scabies on cat and it worked well they even heal!

Everytime something bad is happening to my cat, VCO is my number one first aid kit. Then after that I can take them to the vet. After weeks you put VCO on their meal (or you let them lick it straight from the spoon by themselves), you will realized that they are much healthier and also their coats are soft and shiny. If you are in Indonesia, you can find VCO on a big supermarket or online or from me (LOL). And if you are not live in Indonesia, I guess you would find VCO on an organic market or online (guess Amazon have it).

 

Hope this post will help you and your animals

xx

High paws!

Soal Scabies pada Kucing

Seperti yang sudah dijanjikan, saya akan membahas mengenai scabies pada kucing dan penanganannya. Scabies merupakan penyakit kulit yang tidak hanya terjadi di kucing saja. Scabies dialami oleh anjing, kelinci dan juga manusia (pada manusia biasanya disebut dengan istilah penyakit kulit kudis). Scabies pada kucing disebabkan oleh tungau jenis Sarcoptes scabiei var. felis. Tungau yang menyerang anjing berbeda walau penyakitnya disebutnya sama.

 

Pertanyaan yang umum keluar dulu biasanya adalah, apakah menular ke manusia? Jawaban saya ya dan tidak. Kalau kalian baca-baca di internet, kalian bisa tahu soal ini lebih detail. Kebanyakan dokter hewan dan artikel di internet akan menjawab ya, menular. Tapi berdasarkan pengalaman saya, cerita dari sesama animal welfare independent volunteer, serta dokter hewan langganan saya…jawabannya adalah tidak menular. Memang saya memberikan jawaban yang ambigu karena memang penularannya pun tidak pasti mutlak. Saya tidak mau orang-orang yang baca jadi jijik dan tidak mau bantu ketika kucingnya atau kucing liar yang ditemukan ternyata terkena scabies karena alasan tidak mau tertular. Tapi saya juga tidak mau orang-orang jadi gegabah dan lupa untuk menjaga kebersihan diri.

 

Kontak rutin dengan hewan, terutama jika jumlah hewannya tidak sedikit, membutuhkan ketekunan dalam menjaga kebersihan diri. Sering cuci tangan, menggunakan anti bakteri, mandi yang bersih, bersihkan rumah dan lingkungan secara rutin, menggunakan disinfektan alami yang aman untuk hewan namun tetap ampuh untuk menjaga kebersihan juga penting.

 

Saya sudah beberapa kali bertemu kucing scabies. Jelly, kucing yang saya adopsi, bahkan pernah terkena scabies dan dia tetap saya perbolehkan santai-santai di dalam rumah. Tidak ada kucing maupun manusia yang tertular. Dobby dan Cabby, yang dibuang orang di dekat rumah saya dengan keadaan scabies parah, saya pegang-pegang dan peluk setiap hari. Sampai hari ini saya maupun kucing-kucing lain maupun orang di rumah saya tidak ada yang tertular. Tapi apakah ada kasus orang tertular? Ada juga. Kemungkinan besar jika orang tertular adalah karena:

  1. Jenis kulit sensitif
  2. Alergi terhadap tungau
  3. Kurang jaga kebersihan

Biasanya kalau saya habis menemukan dan memegang kucing scabies, saya langsung mencuci tangan yang bersih dengan air mengalir kemudian dilanjutkan dengan menggunakan antiseptic. Jangan lupa untuk lebih sering mengganti dan mencuci baju karena bisa jadi tungau-tungau tersebut tidak sengaja hinggap di pakaian. Jadi jika kalian bertanya apakah aman memegang kucing yang terkena scabies? Aman selama kalian tidak alergi dan langsung cuci tangan yang bersih setelahnya. Daripada takut tertular, lebih baik bantu kucingnya karena kucingnya kesakitan, selanjutnya sisa bersih-bersih. Mudah ‘kan? J

 

Tungau yang menyerang kucing ini menyakitkan bagi kucing karena dia hidup dan berkembang biak dengan terus melubangi kulit kucing. Kucing akan merasakan panas dan gatal di permukaan kulit dan ketika digaruk akan semakin parah bahkan bisa hingga berdarah-darah. Saya tidak akan menampilkan foto-foto kucing scabies di sini karena ada beberapa orang yang pasti takut atau merasa jijik. Jika ingin tahu bisa langsung search di internet atau lihat-lihat di Instagram juga banyak. Yang saya akan bagikan di sini hanyalah informasi supaya kita sama-sama belajar.

 

Apa yang harus dilakukan ketika kita mengetahui kucing kita terkena scabies atau menemukan kucing yang terserang scabies?

 

  1. IDENTIFIKASI KUCING

Jangan panik dan takut sampai langsung foto dan upload Instagram minta tolong kemudian merasa nafsu makan kucing tersebut. Jika masih semangat makannya, tandanya kucing masih sehat hanya mengalami sakit kulit. Namun jika sudah tidak mau makan atau kehilangan nafsu makan, tandanya kucing mengalami sakit lain dan tandanya harus segera dibawa ke dokter hewan atau diamankan.

 

Jika kucing masih mau makan, coba pegang untuk mengetahui bagaimana kucing ini bersosialisasi dengan manusia. Hal ini dilakukan jika bertemu kucing liar yang terkena scabies, ya. Jika status kucing merupakan kucing feral (tidak bersosialisasi baik dengan manusia), lebih baik ditangkap dan segera bawa ke dokter hewan. Namun jika status kucing ini merupakan kucing yang ramah terhadap manusia, bisa coba dielus dan cek seberapa parah scabies yang diderita kucing: sudah menyerang seluruh badan apa hanya di satu area saja, ada bagian dengan luka terbuka atau tidak, scabies yang menebal sudah setebal apa, paling parah di bagian tubuh mana saja.

 

  1. LIHAT SITUASI PRIBADI DAN LOKASI KUCING

Setelah mengetahui tentang kucing, saatnya mulai memikirkan kondisi keadaan pribadi untuk memutuskan penanganan yang akan diambil dalam menyembuhkan atau menolong kucing tersebut. Ada dua penanganan yang bisa menyembuhkan scabies pada kucing: bawa ke dokter hewan dan sembuhkan sendiri. Dalam mengambil keputusan dalam menangani harus matang dan mantap karena membutuhkan dana, waktu, dan komitmen. Tidak terlalu banyak dan mahal memang. Tapi tetap akan diperlukan pengorbanan.

 

Jika lokasi kucing jauh dari rumah dan tidak memungkinkan untuk membawa kucing ke rumah untuk diamankan, lebih baik bawa kucing langsung ke dokter hewan untuk mendapatkan suntikan anti parasit. Namun suntikan ini harus diberikan dua kali dengan jeda waktu tidak lebih dari 14 hari. Jadi kalau sudah membawa kucing ini ke dokter hewan, 10 hari kemudian harus komitmen untuk kembali ke lokasi untuk menemukan dan menangkap kucing ini lagi untuk mendapat suntikan kedua. Jika kucingnya feral, saya sarankan diinapkan saja di dokter hewan atau diamankan di rumah selama jeda waktu suntikan pertama dan kedua tersebut supaya tidak hilang atau susah-susah tangkap lagi.

 

Biaya dua kali suntikan anti parasit untuk kucing umumnya tidak lewat Rp 200.000,-. Namun tiap dokter hewan memasang biaya yang berbeda jadi jika kalian menemukan dokter yang pasang harga lebih mahal, tolong jangan maki-maki mereka dengan manjadikan ucapan saya sebagai referensi. Lebih baik jika keberatan minta saja keringanan harga dikarenakan kucingnya merupakan kucing terlantar. Jika dokter hewan tidak mau dan kesulitan dana, coba pergi ke dokter hewan lain setelah melakukan riset mengenai dokter hewan yang harganya tidak selangit tapi jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat menemukan kucing.

 

Jika lokasi kucing dengan scabies itu di sekitar rumah atau kantor di mana bisa bertemu dengan kucing selama lebih dari 12 jam sehari atau jika memutuskan untuk mengamankan kucing di rumah saja, maka bisa memberikan penanganan sendiri. Tapi ingat, kunci penanganan sendiri adalah telaten, rajin, dan disiplin. Keteledoran mengakibatkan kucing tidak bisa sembuh dan menderita lebih lama lagi di tangan kita. Cabby dan Dobby saya tangani sendiri dan bisa sembuh.

 

  1. MULAI PERAWATAN DENGAN KOMITMEN DAN DISIPLIN

Setelah menimbang-nimbang dan mengambil keputusan, bertanggungjawablah dan berkomitmen dengan keputusan tersebut hingga kucingnya sembuh. Jika membawa ke dokter hewan, seperti yang sudah saya sebutkan, bersedialah membawa kucing dan membayar biayanya. Jika tidak ada uang sama sekali setidaknya bayarlah biaya suntikan pertama dan jika sampai harus membuka donasi, jangan lupa pertanggungjawaban kepada publik maupun donatur dengan memberi bukti foto atau video ketika kucing melakukan suntikan kedua maupun ketiga (jika dokter hewan menyarankan) dan berikan laporan rincian dana yang masuk dan keluar beserta bukti struk resmi. Jangan lupa menutup donasi juga ketika dana yang masuk sudah mencukupi.

 

Jika memilih perawatan sendiri tanpa dokter hewan, tandanya kucing diamankan atau dibawa oleh kita dan di sinilah proses kedisiplinan dan tanggung jawab dimulai. Saya akan memberitahu langkah-langkah apa yang saya lakukan kepada Dobby dan Cabby untuk menyembuhkan scabies mereka.

-. Membeli obat-obatan yang diperlukan

Untuk kesembuhan scabies Dobby dan Cabby, yang dipakai oleh saya adalah:

  1. Salep Scabimite

Bisa beli di Apotek

  1. VCO (Virgin Coconut Oil) atau EVOO (Extra Virgin Olive Oil)
  2. Salep Betty

Saya beli di dokter hewan tapi salep ini jika tidak ada juga tidak masalah.

-. 1-2 hari pertama perawatan, secara perlahan rontokan scabies dengan tangan. Kalau bisa lakukan di luar atau ruang terbuka supaya scabiesnya bisa langsung dibuang tanpa tersebar di dalam rumah. Setelah di-kelotokin, oles salep Scabimite ke area yang terkena scabies tersebut. Lakukan sehari 2 kali dan tidak perlu dirontokan semua. Cabby dan Dobby scabiesnya parah, jadi saya hanya bisa korek-korek sedikit karena mereka kesakitan. Dan ketika dikorek akan berdarah memang makanya lakukan perlahan. Jika dirasa kucing sudah terlalu kesakitan, berhenti dan langsung oles Scabimite. Tidak usah banyak, tipis saja asal merata. Merontokan scabies diperlukan supaya salep bisa langsung kena ke kulit.

-. Di antara 2 kali merontokan dan mengoles salep Scabimite di 1 sampai 2 hari pertama perawatan tersebut, jangan lupa diselingi dengan kembali merontokan dan setelahnya mengoles dengan VCO atau EVOO. Yang ini tidak sekedar oles tipis-tipis tapi kalau bisa dibanjur ya dibanjurlah. Ketika kulit mereka diolesi Scabimite, kulitnya akan jadi panas kering dan gatal. Wajar karena salep sedang membunuh tungau-tungau. Oleh sebab itu diselingi dengan VCO maupun EVOO membantu melembutkan dan mendinginkan kulit sembari menyembuhkan juga. Jadi dalam sehari, terjadi 4 kali pengobatan. Ketika mengobati Cabby dan Dobby, dua hari pertama di pagi hari saya merontokan dan mengoles Scabimite, siangnya merontokan dan mengoles VCO, menjelang malam kembali saya rontokan dan oles Scabimite, malam sebelum tidur saya korek dan kemudian oles VCO.

-. Setelah 1 sampai 2 hari di cek dahulu keadaan kulitnya lagi. Jika masih ada bagian yang berdarah parah dan gatal, lanjutkan oles Scabimite. Tapi biasanya setelah 2 hari sudah terlihat perubahan signifikan. Kalau sudah tidak banyak berdarah dan tidak terlalu gatal, stop oles Scabimite dan mari kita sambut hari-hari licin beroleskan VCO atau EVOO. Lanjut dengan rontokan dan banjur VCO atau EVOO sebanyak 4-5 kali sehari. Terus lakukan sampai sembuh. Oles di semua bagian yang ada scabies..bahkan saya sesekali oleskan di seluruh badan mereka. Jangan lupa campur VCO di makanannya juga supaya membantu kesehatan kulit dari dalam. Untuk EVOO saya tidak sarankan diberi makan juga karena Extra Virgin Olive Oil bagusnya diberi makan ke kucing kalau kucing sedang konstipasi. Kalau kucingnya lagi gak ada masalah di pubnya, takutnya diberi makan EVOO malah jadi diare.

-. Setelah 1 minggu melakukan hal tersebut, Cabby dan Dobby sembuh. Saya hanya perlu lanjutkan oles salep Betty sehari satu kali sampai hari ke-10 dari mulainya perawatan. Tapi jika tidak ada salep Betty, bisa lanjut saja terus treatment VCO atau EVOO-nya sampai sembuh.

 

Saya percaya setiap kucing proses kesembuhannya tidak sama. Tapi tulisan ini saya ceritakan dari pengalaman saya sendiri. Saya harap bisa membantu bagi orang-orang yang mau bertindak dan melakukan lebih untuk kucing-kucing. Jangan lupa ketika kucingnya sembuh scabies, berikan perawatan tetes kutu, biasanya saya pakai Revolution (seperti yang pernah saya sebut di posting-an tentang cacing pada kucing sebelumnya), tapi bisa juga pakai merk lain yang sama bisa mencakup kutu dan tungau dan parasit. Terutama bagi kucing yang akhirnya dibawa ke rumah atau diadopsi karena itu merupakan hal krusial untuk menjauhkan kucing dari berbagai penyakit.

 

xx

High paws!

MEONG & MEMENG

I was born and raised in Bandung city, Indonesia. I grew up seeing many cats walking around on the streets. When I was in primary school, me and my friends on the neighbourhood have 2 cats that we called Meong and Memeng. Meong has a white colour with ginger spots just like Jelly and Dobby (you know who is Jelly and Dobby if you already follow our Instagram: @jbscat). While Memeng is a grey tabby cat. We feed them every day and brought them to play with us and let them hanging out on our houses for years.

 

One day when we were playing hide and seek outside, we saw a car passing by and as we were hiding on the side of the street, we saw Memeng run to find a safe place to hide from the car but this car keep moving until Memeng got run over. We screamed in horror. Some of us screaming and running to chase the car while saying, ”Please, stop you just run over our cat!” But the car did not seem to bother. The others, including me, ran to Memeng and saw him breathing really heavily with all the poops coming out uncontrollably from his anus. I was crying because of sadness and anger. But we are just a little kids back then..what can we do? We all talked to our parents and none of our parents told us to bring Memeng to the vet. So one of our friend just took him home and let him have his moment.

 

You know what? A couple hours after the incident, my sister told me that she knew who are the people who was in the car. Turns out it’s one of the teacher at our Sunday school with his family. I grew hatred to him and his family ever since. And since I was a little kid, I have learned about how religion can’t make a person kind and beautiful. That teacher and his whole family only nice when it comes to the people that he wanted to impressed. Unfortunately, a bunch of kids playing hide and seek on the street and one grey tabby cat is not on his list.

 

Surprisingly, Memeng survived through all the pain. We were so happy although Memeng can’t gained more weight so he always looked skinny. Now I totally forgot how I lost him… But I’m still remember vividly about the incident. Sometimes brain is weird, right?

 

Now let’s talk about Meong. Meong actually the very first cat that I care about in my whole life as far as I can remember. He is also the first cat that really come into our life.. then after that comes Memeng. Meong always hanging out on my front yard. At that time, my house’s front yard actually almost look the same like the current one. No major change happened to my house since the moment I was born. LOL.

 

Meong is a sweet loving guy who likes cuddles and food. At that time, I did not understand about cat food so we only gave him leftover meat or bones from our lunch or dinner. Meong live with us for quite a long time until one day he went missing for days. I was a little kid so the best thing I can do was to ask my parent about Meong’s whereabout. After days we did not see him, my friends’ Mom in the neighbourhood told me that she just saw Meong on the frontyard of our other neighbour at the corner of the street (it is now the house in front of Biscuit’s house). Me, my sister and one of my friend walk with her to the house. Turns out there was really Meong..but he already dead. It was just his lifeless body, with blood coming out from his mouth. That house was already empty for years at that time so we can’t ask the people who live in that house about how Meong’s body ended up there.

 

But then the woman told us that she already asked the people who live around that house. She said most likely Meong got run over by a car. This woman then helped us to give Meong a proper burial on the alley behind that house. I always went pass that alley when I go streetfeeding these days with my partner and I still remember about Meong.

 

Anyways that the story about Meong and Memeng. The first 2 cats that I’ve ever loved. Actually I used to have hamsters, bunnies, chickens, marmots, turtles, etc.. I loved animal since I was a kid but thanks to internet now I know so many things so I can be a better animal lover.

 

Thank you for reading this story!

If you like please leave me a comment or a like.

And if I write in a wrong vocabulary or sentence or grammar please let me know! English is not my first language so as I write and post in English here, I also want to learn to be better.

 

XX

 

 

PS: “Meong” is the sound of a cat in Indonesia. “Meong…meong…meong….”